Laporkan Masalah

Peranan notaris dan Departemen Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi dalam pendirian koperasi serta proses memperoleh badan hukum

DENNA, Didi Krismanto, Prof. Dr. Marsudi Triatmodjo, S.H., LL,M

2009 | Tesis | S2 Magister Kenotariatan

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengkaji peranan Notaris dan Departemen Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi dalam proses pendirian koperasi sebagai badan hukum; kendala-kendala yang dihadapi oleh Notaris dalam proses memperoleh status badan hukum bagi koperasi; dan upayaupaya yang dapat dilakukan Notaris apabila pengajuan pengesahan akta pendirian ditolak oleh Menteri Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi. Penyusunan tesis ini menggunakan penelitian kepustakaan untuk memperoleh data sekunder dan penelitian lapangan untuk memperoleh data primer dengan mengadakan wawancara. Seluruh data kemudian dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah: (1) peranan notaris dalam proses pendirian koperasi sebagai badan hukum diimplementasikan dalam pembuatan akta pendirian koperasi dan memberikan pelayanan kepada koperasi dalam proses pendirian, perubahan anggaran dasar serta pendaftaran untuk memperoleh status badan hukum di Departemen Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi; (2) kendala-kendala yang dihadapi oleh notaris dalam proses memperoleh status badan hukum bagi koperasi antara lain adalah rendahnya tingkat pemahaman para anggota koperasi terhadap seluk beluk koperasi, kesadaran anggota koperasi untuk mengelola koperasi dengan baik dan rendahnya kesadaran para anggota terhadap rasa memiliki koperasi; dan (3) apabila terjadi penolakan, maka para pendiri (atau melalui notaris) dapat mengajukan kembali permintaan untuk pengesahan setelah semua alasan penolakan tersebut dipenuhi baik berupa perbaikan, penambahan atau pengurangan ataupun penyempurnaan.

Objective of the research was to know and study role of the notaries and Industrial Trade and Cooperative Department in cooperative-establishing process as legal body; limitations that the notaries faced to obtain legal status for cooperative; and efforts that the Notaries could do if applying establishment certificate was rejected by Industrial, Trade and Cooperative Ministry. Arranging this thesis used literature research to obtain secondary data and field research to obtain primary data using interview. All data was then analysed by qualitative descriptive method. Result of the research was: (1) role of notaries in cooperative-establishing process as legal body was implemented in making cooperative-establishing certificate and to present service to cooperative in establishment process, basic budget change and registration to obtain legal status in Industrial, Trade and Cooperative Department; (2) limitations that notaries faced in legal statusobtaining process for cooperative, including low understanding of cooperative member on origin of cooperative, awareness of cooperative member to manage cooperative well and low awareness of member on sense of belonging to cooperative; and (3) if it is rejected, then (or by notaries) could re-apply to have certification after all such rejection met either in improvement, addition, or reducing completion.

Kata Kunci : Notaris,Departemen Perindustrian,Perdagangan dan koperasi,Koperasi,Badan hukum,Notaries,Industrial,Trade and Cooperative Department,Cooperative,Legal Body


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.