Analisis pemberitaan media massa tentang kerusakan lingkungan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung :: Analisis isi pemberitaan kerusakan lingkungan pada Harian Bangka Post dan Rakyat Post edisi 2 Januari-28 Februari 2007
ASTUTI, Rina Puji, Dr. Nunung Prajarto, MA
2009 | Tesis | S2 Ilmu KomunikasiBerita kerusakan lingkungan menjadi perbincangan dimedia sejak digeledahnya PT Kobatin diawal tahun 2007, menghadirkan pemberitaan mengenai kasus hukum yang menjerat pelaku pertambangan dan bermunculannya produk hukum dalam bentuk kebijakan untuk mengatasi keberadaan kerusakan lingkungan yang terjadi utamanya akibat pertambangan. Dua media massa yang ikut memberitakan yaitu SKH Bangka Pos dan Rakyat Pos, yang masing-masing mempunyai karakter yang berbeda. SKH Bangka Pos dan Rakyat Pos sebagai media lokal mempunyai banyak kesamaan dikarenakan lingkup pemberitaan yang lokal, sehingga berita yang dihadirkan hampir sama. Namun tetap dengan ciri khas pemberitaan masing-masing. SKH Bangka Pos lebih netral dalam penyampaian pemberitaan sedangkan SKH Rakyat pos lebih vulgar dalam pemberitaannya. SKH Bangka Pos dan Rakyat Pos lebih cenderung mengangkat berita mengenai aktor penyebab kerusakan lingkungan, kasus hukum dan juga kebijakan yang dikeluarkan pemerintah dalam usaha penyelesaian konflik dan upaya pencegahan kerusakan lingkungan, dari pada mengkritisi kerusakan lingkungan yang terjadi. Dalam penelitian ini membahas bagaimana isi pemberitaan dan kecenderungan pemberitaan yang disajikan oleh kedua media dan mengidentifikasi perbedaan antara Bangka Pos dan Rakyat Pos dalam memberitakan kerusakan lingkungan yang terjadi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Environmental damage news has become conference of media since thorough investigation of Kobatin company in early 2007, which released news about punishment law case that involved in mining explorers and policy to prevent environmental damage existence affected by mining. There are two mass media, Bangka Pos and Rakyat Pos which regularly report on that case have different character. The local media, Bangka Pos and Rakyat Pos newspapers, have similarity because of local news scope. Consequently, most of news release is nearly the same. Bangka Post newspaper is more neutral in releasing news to the public while Rakyat Pos newspaper is more straightforward on news. Bangka Pos and Rakyat Pos newspapers are more concerned with news on environmental damage factors, the punishment law, and the government policy in effort of solving conflict and environmental damage prevention from critical environmental damage that has been occuring in most areas of the island. This research study specifically focuses on the content of news and news tendency presented by both media, and identifies the differences between Bangka Pos and Rakyat Pos in reporting on environmental damage happening in Bangka Belitung Province.
Kata Kunci : Berita kerusakan lingkungan,Content analysis,Media (SKH Bangka Post dan Rakyat Post), Environmental damage news, Content Analysis, Mass Media (Bangka Pos dan Rakyat Pos Newspapers)