Lembaga adat, opinion leader dalam pembangunan politik lokal :: Studi kasus peranan lembaga adat dan Mosadaki sebagai opinion leader dalam pembangunan politik lokal di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur
SOO, Fransiskus Xav.Ndiwa, Dr. Phil. Hermin Indah Wahyuni, M.Si
2009 | Tesis | S2 Ilmu KomunikasiKeberadaan Lembaga Adat dan Mosadaki sebagai Opinion Leader serta peranan yang diembannya merupakan hal yang perlu dipertimbangkan pemerintah daerah dalam proses pembuatan kebijakan. Penelitian ini membahas : Peranan Lembaga Adat dan Mosadaki dalam pembangunan politik lokal. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : Bagaimana lembaga adat dan mosadaki berperan dalam pembangunan politik lokal. Dengan demikian tujuan penelitian adalah : memberikan masukan bagi perencanaan dan pelaksanaan programprogram pembangunan khususnya dalam bidang politik lokal, terutama bagi pejabat berwenang dalam hal pembuat kebijakan dan dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi para opinion leader (mosadaki) di pedesaan sebagai komunikator dan tokoh panutan masyarakat dalam mensosialisasikan nilai-nilai komunikasi pembangunan kepada masyarakat. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam dengan sejumlah pejabat, tokoh adat, tokoh masyarakat dan masyarakat. Data sekunder diperoleh melalui penelaan berbagai data statistic atau sumber-sumber lainnya yang berkaitan dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses pembangunan pemerintah daerah belum mengakomodir peran dari lembaga adat dan mosadaki. Ini nampak dari belum adanya Perda yang mengatur dan merevitalisasi peranan lembaga adat dan mosadaki tersebut. Akibatnya, nilai-nilai vital adat budaya belum terakomodir dalam sistem pemerintahan daerah. Pemerintah semestinya memahami kebiasaan, adat, budaya masyarakat setempat, termasuk di dalamnya bagaimana membuat kompromi atau musyawarah yang baik dalam rangka menghasilkan suatu kebijakan yang lebih berbasiskan pada kekuatan lokal.
Local government should consider existence of customary institution and Mosadaki as opinion leader and their role in decision making process. This research discussed role of customary institution and mosadaki in local politic development. Formulation of problem this research would address is what role customary institution play in local politic development. Therefore, objective of this research was to provide input on planning and implementation of developmental programs particularly in local political field to authoritative officer in making policy and contribution of thought to opinion leader (mosadaki) in rural area as communicator and model figure in disseminating development communication value to society. It was descriptive research. Data was obtained through observation and depth-interview with some officers, customary figure, society figure and lay person. Secondary data was obtained through reviewing some statistic data and other sources related to this research. Results of the research indicated that in development process local government has not accommodated role of customary institution and mosadaki. It is indicated with no Local regulation that arranges and revitalize role of customary institution and mosadaki that would support local administration. As result, vital values of cultural custom have not been accommodated in local government system. Government should understand habits, custom, and culture of local society, including way to make good negotiation to make a policy.
Kata Kunci : Lembaga adat,Modasaki,Opinion leader,Politik lokal,Komunikasi pembangunan