Instrumentasi etnis dalam pilkada langsung :: Studi tentang peran etnis dalam kontestasi politik di pilkada langsung Kabupaten Buru Provinsi Maluku tahun 2006
UMASUGI, Achdjam Syahfan, Prof. Dr. Pratikno, Msoc.Sc
2009 | Tesis | S2 Ilmu PolitikTesis ini berjudul Instrumentasi Etnis Dalam Pemilihan Kepala Daerah Secara Langsung (Studi Tentang Peran Etnis dalam Kontestasi Politik di Pemilihan Kepala Secara Langsung Kabupaten Buru Provinsi Maluku Tahun 2006). Berdasarkan hasil penelitian lapangan, bahwa Pemilihan kepala Daerah secara langsung yang dilaksanakan di Kabupaten Buru pada tahun 2006 lalu, telah menunjukan bahwa telah terjadinya instrumentasi etnis yang dimainkan oleh elit politik yang berawal dari konfigurasi elit yang memilih pasangan mereka berdasarkan etnis terutama etnis-etnis yang dominan yang ada di Kabupaten Buru, kemudian prosedur yang dilakukan dalam mekanisme Partai politik, yang masih ada pertimbangan etnis dalam menentukan pasangan oleh partai-partai politik dimana partai politik terbawa dengan arus politik yang dibangun oleh pasangan-pasangan calon Kepala Daerah yang mendaftar di Partai-partai politik. Instrumentasi etnis dibangun oleh pasangan calon kepala daerah dengan memobilisasi etnis dengan cara mempolitisasi etnis dengan melakukan pola pendekatan primodialisme dan konstruktivisme dimana dalam pendekatan primodialisme adanya faktor kewilayahan dimana asal daerah dari elit-elit tersebut, baik yang mencalonkan diri sebagai Bupati maupun sebagai Wakil Bupati. Sedangkan kontruktifisme pengaruh bahasa daerah dan budaya atau kultur serta ikatan kekerabatan melalui marga yang ada dalam kehidupan sosial budaya masyarakat. Sedangkan mobilisasi etnis dengan menggunakan pendekatan instrumentalis tidak berpengaruh signifikan dalam melakukan pendekatan hal ini dikarenakan melalui nama marga dari seseorang, masyarakat sudah dapat melihat dan mengetahui dari etnis mana orang tersebut. Karena umumnya dalam budaya Maluku nama marga telah mengidentikkan asal- usul daerah seseorang dan dari daerah mana orang tersebut berasal, bahkan marga juga bisa menggambarkan simbol suatu daerah. Dalam Pemilihan Kepala Daerah Langsung di Kabupaten Buru juga telah terjadinya fragmentasi etnis dalam masyarakat yang terbagi dalam berbagai sub-sub etnis, terjadinya fragmentasi dalam masyarakat pada pilkada langsung di Kabupaten Buru tersebut dikarenakan adanya instrumentasi etnis yang dimainkan oleh elit politik pada saat pilkada langsung. Fragmentasi tersebut hanya terjadi pada saat pilkda langsung saja dan selesai pilkada langsung masyarakat Kabupaten Buru kembali dapat membangun kohesifitas sosial dalam kehidupan mereka.
This thesis entitle the Ethnical Instrumentation In Election of Regional Leader Directly ( Study of About Ethnical Role in Political Kontestasi in Election Lead Directly Regency Buru The Provinsi of Year Moluccas 2006). Pursuant to result of field research, that Election [of] regional leader directly executed in Regency Hunt in the year 2006 then, have menunjukan that have the happening of ethnical instrumentation played by politics elite which is early from elite configuraton chosening their couple pursuant to dominant ethnical ethnical especially exist in Regency Hunt, later;then procedure of performed within mechanism of politics Party, what consideration there still be ethnical in determining couple by political party where political party brought with the politics current develop;builded by couple of candidate Regional Leader enlisting political Party Ethnical instrumentation develop;builded by couple of candidate of regional leader with the ethnical mobilization by ethnical mempolitisasi by [doing/conducting] pattern of approach of primodialisme and konstruktivisme of where in approach primodialisme is existence of region factor of where area origin from the elite, both for nominating x'self as Regent and also as Regent Proxy. While cultural and vernacular kontruktifisme influence or culture and also consanquinity tying of existing clan in social life of society culture. While ethnical mobilization by using approach instrumentalis do not have an effect on the signifikan in conducting this matter approach because of through clan name from somebody, society have earned to see and know from ethnical which the people. Because generally in clan name Moluccas culture have mengidentikkan asal-usul of somebody area and from which area of the people come, clan even also can depict the symbol of area In Direct Regional Leader Election in Regency Hunt have also the happening of ethnical fragmentasi in divisible society in so many ethnical sub, the happening of fragmentasi in society at direct pilkada in Regency Hunt the because of existence of ethnical instrumentation played by political elite at the (time) of direct pilkada. The Fragmentasi is only became of the just direct moment pilkda and finish the direct pilkada of Regency society Hunt to return can develop;build the social kohesifitas in their life.
Kata Kunci : Instrumentasi etnis, Fragmentasi etnis, dan kohesifitas Sosial, Ethnical Instrumentation, Ethnical Fragmentasi, and Social kohesifitas