Laporkan Masalah

Pelembagaan local economic development :: Studi kasus program bantuan pemberdayaan ekonomi masyarakat (BPEM) di Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur

LULY, Lucius Widodo, Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc

2009 | Tesis | S2 Ilmu Politik

Diskursus tentang penguatan ekonomi di aras lokal telah menjadi hal yang menarik akir-akir ini, di tengah berbagai krisis yang melanda dunia. Keterpurukan ekonomi tahun 1997 telah menempatkan kelompok ekonomi riil sebagai pihak yang tangguh menghadap badai krisis tersebut. Topik ini menjadi menarik untuk dijadikan objek penulisan, mengingat semangat otonomi daerah juga membawa berbagai persoalan baru. Pada satu sisi daerah dituntut mampu membangun kerjasama dengan daerah lain, pada sisi lain daerah harus mandiri untuk menciptakan kondisi yang lebih baik bagi pertumbuhan ekonomi, peningkatan lapangan kerja, dan pengembangan ekonomi yang berkelanjutan. Tulisan ini membahas tentang aplikasi semangat Local Economic Development (LED) dalam Program Bantuan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (BPEM) yang menjadi primadona Kabupaten Kupang. Program BPEM sendiri merupakan inovasi Pemerintah Kabupaten Kupang yang merupakan penyempurnaan dari berbagi program yang pernah diselenggarakan baik secara nasional maupun lokal. Selanjutnya, penulisan diarahkan untuk melihat upaya pelembagaan yang dilakukan dalam program BPEM ini, terutama untuk meningkatkan ekonomi produktif masyarakat di Kabupaten Kupang. Penlitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan metode kualitatif, dengan melakukan studi kasus pada salah program inovatif milik Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Untuk mengolah data yang terkumpul dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa aplikasi semangat LED dalam Program Bantuan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (BPEM) di Kabupaten Kupang lebih dominan pada semangat pemberdayaan. Aktor utama dalam program ini adalah Kelompok Masyarakat (Pokmas) dengan dibantu aparat Pemerintah Daerah serta pendampingan dari pihak universitas lokal. Kemitraan aktor-aktor lokal dalam Program BPEM belum melibatkan pihak swasta. Upaya pelembagaan yang sudah dilakukan adalah perumusan nilai dan norma yang membingkai pelaksanaan program ini melalui Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) Program BPEM. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapatlah disimpulkan bahwa pemahaman tentang pelembagaan LED tidak saja dapat dilihat secara normatif. Interaksi aktor-aktor lokal perlu dibangun, dalam mengupayakan kemitraan dan melembagakan sistem kontrol dalam aturan main yang jelas. BPEM dalam kaca mata LED adalah sebuh embrio, dapat dipakai sebagai pintu masuk untuk menerapkan konsep LED secara utuh yang melibatkan kegiatan Ekspor-Pemasaran-Klaster-Kemitraan.

The discourse of economic empowerment at a local level recently becomes an interesting issue in the context of crises throughout the world. The economic decline of 2007 proved that real economic groups are the tenacious ones in coping with the crises. The fact is very interesting to be made as an object of study in the context of new problems raised by the spirit of local autonomy. On the one hand, regions are increasingly demanded to be capable of developing cooperation with each others, while on the other hand, they should be more independent in making the suitable conditions for economic growth, increased vocations, and sustainable economic development. This study evaluates a local application of the spirit of the Local Economic Development in the Program of Community Economic Empowerment Assistance as one of the leading programs in Kupang Regency. The program is an innovation developed by the Government of Kupang Regency to improve all programs ever implemented both nationally and locally. Moreover, the study is to find out the efforts of institutionalizing the Program, especially in improving the productive economic sector of local community. It is a descriptive study conducted by using a qualitative method and a case study design. Data are collected by using interview, observatory, and documentary techniques. The data are then analyzed through three steps: data reduction, data presentation, and inferences. Result of the study indicates that the local application of the spirit of Local Economic Development in the Program of Community Economic Empowerment Assistance in Kupang Regency was dominantly focused on empowerment spirit. Main actors of the Program were the Community Groups, which were assisted by the apparatuses of Local Government and parties of local university. Partnerships between the main local actors in the Program did not involve private parties yet. An institutional effort carried out was to formulate values and norms framing the program implementation, mostly still referring to the Implementing Guidelines of the Program. Based on the result of the study, it can be concluded that understanding the institutionalization of Local Economic Development cannot be merely seen in a normative manner. Interaction between the main local actors should be developed to improve partnerships and institutionalize a controlling system in obvious rules of game. From the perspective of Local Economic Development, the Program of Community Economic Empowerment Assistance is an embryo that can be used as an entry point of applying the concept of the Local Economic Development in a whole manner, including four steps, i.e. partnership-cluster-marketing-export.

Kata Kunci : Institusionalisasi,LED,Pemberdayaan,Kemitraan dan kontrol, Institutionalization, Local Economic Development, Empowerment, Partnership, and Control


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.