Sinkronisasi pelayanan transportasi di perbatasan melalui kerjasama antar daerah :: Kerjasama bidang transportasi antara Surabaya-Sidoarjo
TRIONO, Hari, Wawan Masudi, MPA
2009 | Tesis | S2 Ilmu PolitikSejak otonomi daerah dilaksanakan di Indonesai banyak kerjasama antar daerah dibentuk khususnya kerjasama antar daerah yang berdekatan. Kerjasama antar daerah tersebut dibentuk untuk merespon permasalahan yang bersifat lintas batas wilayah administratif. Namun seringkali kerjasama antar daerah tersebut hanya bersifat seremonial saja karena bagus dalam rumusan kesepakatan kerjasamanya tetapi gagal dalam implementasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan kerjasama antar daerah antara Pemerintah Kota Surabaya dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo di bidang transportasi serta implikasinya terhadap penyelesaian permasalahan transportasi khususnya prasarana transportasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan analisis kualitatif yang melihat dari level persepsi, aktor dan kelembagaan. Dari hasil penelitian diketahui bahwa kesepakatan kerjasama di bidang transportasi antara pemerintah kota Surabaya dengan pemerintah kabupaten Sidoarjo tidak dilaksanakan secara bersama-sama namun masih dilaksanakan secara parsial oleh masing-masing daerah. Kedua daerah belum melaksanakan keseluruhan kesepakatan kerjasama karena dalam implementasinya terdapat perbedaan persepsi dari pelaku kerjasama (pemerintah daerah masing-masing) yang dipengaruhi oleh bergesernya prioritas pembangunan daerah masing-masing. Tidak adanya pengawasan yang baik dari internal maupun eksternal juga menjadi salah satu hal yang menjadikan belum optimalnya pelaksanaan kerjasama tersebut. Implikasi dari implementasi kesepakatan kerjasama yang parsial tersebut menjadikan tujuan awal dari kerjasama tersebut yaitu mengatasi kemacetan lalu lintas di perbatasan menjadi tidak tercapai.
Since local autonomy implemented in Indonesia, many inter regional cooperation, especially neighboring regional cooperation, were established. Those cooperation were established to respond cross border problems. However, those cooperation were often just ceremonial than essential because it was good in the formulation but fail in its implementation. This research is aimed to know the implementation of inter regional cooperation between Surabaya City Government and Sidoarjo Municipality in the transportation field and also its implication on the infrastructure transportation problem solution. This is a descriptive research which uses qualitative analysis approach in the perception, actor and institution level. It is known by the result of this research that cooperation agreement in the transportation field between Surabaya City Government and Sidoarjo Municipality was not carried out all together but partially. Both regions have not carried out all the cooperation agreement yet because of the difference perception between two actors in the implementation. That difference perception was influenced by the shifting of the development priority in each region. There is no effective control both internal and external make the cooperation have not gained its goal yet. The implication of agreement cooperation which partially implemented make the initial goal to overcome traffic jam in the cross border of the region was not achieved yet.
Kata Kunci : Kerjasama antar daerah,Perbatasan,Pelayanan transportasi, inter region cooperation, border, transportation service