Kesejahteraan prajurit dan profesionalisme militer :: Studi tentang pengaruh kesejahteraan prajurit dalam mewujudkan profesionalisme militer F-FDTL-FALINTIL-Forcas Defesa Timor Leste
GUTERRES, Frei Dos Martires Da Costa, Prof. Dr. Ichlasul Amal
2009 | Tesis | S2 Ilmu PolitikDalam rangka menyelenggarakan tugas militer Falintil- Forcas Defesa Timor Leste (F-FDTL) yang baik, para prajurit dituntut untuk menjadi profesional dalam menjalankan tugas-tugasnya. Militer yang profesional pada prinsipnya mengandung dua makna yaitu sebagai profesi dan sebagai pengabdi. Sebagai profesi prajurit dituntut untuk memiliki kemampuan yang dapat diandalkan sebagai penujang kelancaran tugas, sedangkan segabai pengabdian yaitu sikap dan tindakan prajurit dalam menjalangkan tugas harus senantiasa mendahulukan kepentingan umum dari pada kepentingan pribadi. F-FDTL sebagai alat negara yang berfungsi sebagai pelindung, melakukan pertahanan terhadap musuh dari luar, melakukan keamanan eksternal dan melindungi kemerdekaan negara RDTL sangat rentang dengan permasalahan sosial budaya di masyarakat dikarenakan minimnya kesejahteraan bagi prajurit FFDTL. Kesejahteraan prajurit merupakan faktor yang sangat penting dalam mewujudkan profesionalisme militer F-FDTL. Hal ini tidak lain karena militer profesional hanya melaksanakan tugas pokoknya dan tidak bekerja diluar profesi militer. Maka dari itu kesejahteraan prajurit hingga dewasa ini dianggap sebagai alat untuk mencapai profesionalisme militer. Penelitian ini dilaksanakan di Dili, Timor Leste pada tahun 2009. Tujuan penelitian ini untuk memberikan suatu penjelasan akademik mengapa faktor “kesejahteraan†prajurit menetukan berhasil tidaknya pemerintah Timor Leste membentuk profesionalisme dalam militer Falintil-Forcas Defesa Timor Leste (F-FDTL). Dalam melaksanakan tugas-tugas pokoknya yaitu melakukan pertahana dan keamanan. Penelitian ini mempergunakan metode (deskriptif) dengan teknik pengumpul data melalui, wawancara mendalam, observasi, dan kepustakaan. Dan untuk menganalisa data dipergunakan teknik interpertatif. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa kesejahteraan prajurit menjadi faktor utama dalam mewujudkan profesionalisme militer F-FDTL di Timor Leste dan selain faktor utama ada tiga faktor yang ikut berpengaruh juga yaitu pertama, minimnya anggaran yang dialokasikan oleh pemerintah. Kedua, belum adanya kesamaan visi otoritas sipil merumuskan peran militer, dan. Ketiga, budaya heroisme atau kepahlawanan yang belum sepenuhnya lepas dari mentalitas prajurit.
In order to hold a good military duty of Falintil-Forcas Defesa Timor Leste (F-FDTL), soldiers demand to be professional in conducting their duty. Basically, professional military has two meaning namely as profession and as obedience. As profession soldier demand to posses ability that can be use as supporter of smoothing duty , whereas as obedience namely attitude and action of soldier in conducting duty must give precedence to public interest than personal interest. F-FDTL, as nation tool that function as protector, conducts defense toward outside enemy, conducts external security and protecting nation sovereignty of RDTL that susceptible to cultural social problems in people that caused by minimum welfare for F-FDTL Soldier. Soldier welfare is very important factor in implementing military professionalism of F-FDTL. This because professional military only conducting main duty and do not work outside military professional. Therefore, soldier welfare is supposed as tool to achieve military professional. This research is conducted at Dili, Timor Leste in 2009. This research aims to give an academically explanation why welfare factor of soldier determine the success of Timor Leste government to form professionalism in military of Falintil-Forcas Defesa Timor Leste (F-FDTL) in conducting their main duty namely to hold defense and security. This research uses descriptive methods with collecting data through deep interview, observation and literature. Interpretative technique is used to analyze data. In this research writer fin that soldier welfare become main factor in implementing military professionalism of F-FDTL in Timor Leste and beside the main factor, there are three factors that influence to, namely first, minimum budget that allocated by government, second, there is no same vision of civil authority to define military role, and three third heroism culture that haven’t fully release from soldier mental.
Kata Kunci : Kesejahteraan, Profesionalisme, Militer F-FDTL, welfare, professionalism, F-FDTL military