Kemitraan antar aktor pada program penanggulangan kemiskinan terpadu (Paket) P2KP di Kota Gorontalo
JUNUS, Dikson, Dr. Agus Heruanto Hadna, M.Si
2009 | Tesis | S2 Ilmu Administrasi NegaraPendekatan pembangunan melalui prakarsa dan dukungan pelaku pembangunan di tingkat lokal telah menjadi suatu model pembangunan berbasis partisipatif. Prakarsa dan dukungan tersebut didorong melalui jalinan kemitraan antara masyarakat dengan para pelaku pembangunan, termasuk pemerintah daerah, tujuannya untuk mengembangkan proses interkasi sebagai upaya menciptakan gerakan bersama dalam penanggulangan kemiskinan. Konteks kemitraan dalam pemberdayaan masyarakat, pihak-pihak yang bermitra tidak membedakan besaran atau volume, status/legalitas, atau kekuatan para pihak yang bermitra. Dalam kemitraan ini terjalin secara linear, yaitu berada pada garis lurus, tidak saling tersubordinasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan mendeskripsikan kemitraan antar aktor pada pelaksanaan program Paket P2KP di Kota Gorontalo. Jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dengan metode wawancara, observasi dan penggunaan data sekunder. Wawancara dilakukan dengan menggunakan pedoman wawancara, pembicaraan informal dan wawancara baku terbuka. Hasil penelitian menunjukkan (1) kemitraan antar aktor pada pelaksanaan program Paket P2KP di Kota Gorontalo memperlihatkan kontribusi peran aktor dalam penanggulangan kemiskinan, dengan demikian keterlibatan pihak-pihak tersebut secara langsung telah membuktikan ternyata BKM, masyarakat, dan kelompok-kelompok masyarkat lainnya mampu bersinergi dengan pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan; (2) bentuk kemitraan antar aktor pada pelaksanaan program Paket P2KP diletakkan pada konteks pembagian peran sesuai batas-batas kewenangannya dan pada konteks kebersamaan. Rekomendasi penelitian ini adalah (1) peningkatan kapasitas BKM dan masyarakat dengan melakukan kegiatan dalam rangka peningkatan kapasitas kelembagaan dan kapasitas sumber daya manusia. (2) melalui proses program Paket P2KP, lembaga BKM diharapkan menjadi mandiri dan profesional sehingga dapat melakukan chaneling dengan pihak-pihak lain dalam melaksanakan kegiatan penanggulangan kemiskinan, pembangunan masyarakat dan kegiatankegiatan lain (3) membiasakan masyarakat untuk melakukan rembuk warga pada setiap tahapan pelaksanaan program Paket P2KP, tanpa ada paksaan, ikhlas, penuh kerelawanan, untuk membantu dalam mengatasi setiap permasalahan yang ada dilingkungan. Kebiasaan untuk melakukan rembuk tersebut diyakini merupakan suatu kebutuhan dan memperoleh manfaat.
The development approach through the development actors’ initiative and support at local level has been a participative-based development model. The initiative and support are encouraged through the establishment of the partnership between people and development actors, including local government and it aims at developing an interaction process in the effort to create a joint movement in alleviating poverty. In the context of people empowerment partnership, those who establish the partnership do not make any differentiation in terms of magnitude or volume, status/legality, or their power. The partnership is linearly established, which means that there is no subordination among them. The study aims at investigating and describing the partnership among actors in the implementation of the P2KP program in Gorontalo City. It is of the kind of qualitative one with descriptive method. The data is collected using interview, observation and secondary data use. The interview is conducted using interview guideline, informal discussion and standard open interview. The results of the study show: (1) the partnership among actors in the implementation of the P2KP program in Gorontalo City indicates the contribution of the actors’ role in alleviating poverty and hence the involvement of them directly evidences that BKM, people, and other social groups are actually able to make a synergy with the government in the poverty alleviation and (2) the form of the partnership among the actors in the P2KP program is put in the context of role playing in accordance with their respective authority and in the context of joint movement. The recommendations of the study are: (1) the capacity of the BKM and the people should be improved by organizing the activities to enhance the institutional and human resources capacity; (2) through the implementation process of the P2KP packet program, the BKM institution should be independent and professional that it is able to do channeling with other parties in organizing the activities to alleviate poverty and to develop people and other activities; and (3) the people should be accustomed to communal discussion in each of the implementation steps of the P2KP program without any coercion and with sincerity and willingness to help solve the existing problems. The communal discussion custom should be considered as a need and something useful.
Kata Kunci : Kemitraan,Pemberdayaan,Peran,Interaksi,Sharing, partnership, empowerment, role, interaction, sharing