Evaluasi kemampuan penyelenggaraan otonomi daerah di Kabupaten Luwu Timur :: Studi kasus daya saing daerah
OKTOVIANUS, Senfry, Dr. Erwan Agus Purwanto
2009 | Tesis | S2 Magister Administrasi PublikTerbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah membawa implikasi terhadap eksistensi daerah pemekaran. Implikasi tersebut terjadi mengingat salah satu bentuk evaluasi dalam PP ini yaitu Evaluasi Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah (EKPOD) yang dapat membuka peluang adanya kebijakan berupa penghapusan atau penggabungan dengan daerah induk bagi daerah pemekaran apabila dinilai memiliki nilai rendah dalam evaluasi tersebut selama 3 tahun berturut-turut. Kabupaten Luwu Timur yang merupakan daerah pemekaran termuda di Propinsi Sulawesi-Selatan perlu mengantisipasi hal tersebut dengan mengukur sejauhmana daya saing yang dimilikinya yang merupakan salah satu dari 3 variabel yang diukur dalam evaluasi tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan daya saing daerah yang dimiliki Kabupaten Luwu Timur pasca dimekarkan yang ditinjau dari segi kemampuan perekeonomian daerah, infrastruktur wilayah, iklim investasi, dan sumber daya manusia. Diharapkan melalui penelitian dapat memberikan masukan bagi Pemerintah Kabupaten Luwu Timur untuk dapat meningkatkan daya saing daerah Kabupaten Luwu Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah evaluasi kualitatif dengan menggunakan analisa data sekunder dan mengolah data primer yang berasal dari jawaban kuisioner para pelaku usaha di Kabupaten Luwu Timur terkait dengan persepsi mereka atas iklim investasi di daerah ini. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa daya saing daerah yang dimiliki Kabupaten Luwu Timur mengalami perkembangan yang relatif baik dalam kurun 2003 – 2008. Hal ini ditandai dengan kemampuan perekonomian daerah yang mengalami peningkatan walaupun struktur ekonominya masih didominasi oleh sektor primer yaitu pertambangan dan penggalian. Selain itu kondisi infrastruktur wilayah tersedia dalam jumlah yang cukup dengan kualitas yang baik. Iklim investasi dipersepsikan dengan baik oleh para pelaku usaha di daerah ini serta kondisi sumber daya manusia yang ditunjang dengan kualitas tenaga kerja yang baik dan rasio ketergantungan yang relatif stabil dibawah angka 70. Untuk meningkatkan daya saing daerah kabupaten Luwu Timur disarankan agar perlu dilakukan kerjasama dengan daerah-daerah yang berbatasan dengan Kabupaten Luwu Timur dan berada dalam satu kawasan regional untuk memberikan kemudahan akses perdagangan hasil perkebunan dan pertambangan sehingga akan mendorong peningkatan arus bongkar muat perdagangan di pelabuhan waru-waru. Selain itu perlu dibangun pula pabrik pengolahan kakao melalui program bantuan dari Pemerintah Pusat. Kedua hal ini akan mendorong penguatan sektor sekunder dan sektor tersier yang pada gilirannya akan menambah kemampuan perekenomian daerah. Penyusunan dan penerapan standar pelayanan minimal dipandang perlu untuk lebih memudahkan dan memberikan kepastian dalam pelayanan yang diterima pelaku usaha sehingga akan lebih meningkatkan iklim investasi di Kabupaten Luwu Timur.
Government Regulations Number 6, 2008 concerning Municipality Establishment Evaluation provides implication on proliferation district existence. This implication take place considering one evaluation within Government Regulations Number 6, 2008 about the Evaluation Qualification of District Autonomy Establishment (EKPOD) that could expose abrogation or integration policy with primary-district for proliferation-district in case evaluation on three years respectively fell on low rate. East Luwu Districts is youngest proliferationdistrict in South Sulawesi Province that anticipating such case through measurement over its compete capability, this capability was one of three variable that subjected within evaluation. The objective of this research is to represent compete capability of East Luwu District following its proliferation which reviewed on district’s economical competency, region infrastructure, investment climate and human resources. It is expected that this research contributing for East Luwu municipality that will improve its compete capability. This research employs qualitative evaluation method by secondary data analysis and primary data process which gathered from questioner that had been filled by entrepreneurs of East Luwu due to their perspective over investment climate in this district. Bases on the result it concluded that district’s compete capability of East Luwu grew well since 2003 to 2008. This was characterized by the escalation of district economical competency although its economical structures remain dominated by primary sector that is mining and excavation. Moreover, a region infrastructure is available in sufficient quantity and quality. Entrepreneurs assign well appreciation over investment climate in addition human resource was supported by decent workforce and dependency ratio keep constant under 70. To improve compete capability of East Luwu it is suggested to carry out collaboration among surround district that under same regional area to accomplish convenience trades of agriculture and mining hence will escalate run of loadunload trading on Waru-Waru harbour. In addition cacao manufacturing fabric needs to be set up from Centre Government assistance program. Both will reinforce secondary and tertiary sectors that in turn will add district’s economical capability. Arrangement and implementation of minimum standard service being essential to simplifying and assuring the service that accepted by entrepreneurs hence will improve investment climate over East Luwu.
Kata Kunci : Daya saing daerah,Kemampuan ekonomi daerah,Infrastruktur wilayah,Iklim investasi,Sumber daya manusia,