Laporkan Masalah

Evaluasi kebijakan sub sektor perkebunan PIR-BUN NES karet di Kecamatan Jambi Luar Kota Kabupaten Muaro Jambi

SARWANI, R, Prof. Dr. Sofian Effendi

2009 | Tesis | S2 Magister Administrasi Publik

Sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan pendapatan masyarakat salah satu upaya tersebut melalui proyek Sub sektor perkebunan karet khususnya PIR BUN Ness yang didanai oleh APBN melalui Bank Dunia dan dana pendamping melalui dana APBD diperlukan evaluasi sampai sejauh mana tingkat kesejahteraan masyarakat dari proyek tersebut. Tujuan penelitian ini adalah :1) l!ntuk mengetahui tingkat pemerataan pendapatan petani kebun plasma sebelum dan setelah konversi melalui perhitungan gini ratio dan gambaran bentuk distribusi pendapatan petani yang dijelaskan dalam kurve lorenz . 2) Untuk mengetahui kondisi sosial yang dapat dilihat dari ketersediaan fasilitas pendidikan , perumahan dan kelembagaan petani PIR BUN Ness sebelum konversi dan setelah konversi. 3) memberikan rekomendasi kebijakan kepada pemerintah daerah kabupaten Muaro Jambi dalam upaya meningkatkan pendapatan petani PIR BUN Ness . Konsep penurunan angka kemiskinan sebagaimana diungkapkan oleh Mulyana (dalam Lutfi 1999) bahwa keadaan ekonomi suatu negara pada umumnya akan diperhatikan empat aspek ekonomi sebagai indikator, meliputi tingkat pendapatan penduduk, distribusi pendapatan nasional , tingkat inflasi yang sedang dialami dan tingkat penggangguran yang sedang membebaninya . akan tetapi Malbub Ulhag (1995) mengatakan bahwa laju pertumbuh an yang tinggi bukan menjamin untuk melawan kemiskinanan yang memburuk. Serta Pertumbuhan ekonomi jika tidak diikuti oleh kemampuan dan ketahan an sosial adalah ibarat bayi, walaupun sumber dan bobotnya meningkat dengan cepat, ia tetap bayi, tidak berkemampuan (Bryant and White, 1989 : 15.) Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis dan metode kuantitatif dan kualitatif dengan pendekatan penelitian evaluasi sumatif , pengumpulan data primer dilakukan dengan cara responden diminta mengisi daftar pertanyaan (kuisioner) disamping itu diadakan wawancara langsung secara mendalam dan turun langsung kelapangan terhadap para renponden (Petani dan pihak perusahaan PTP VI Nusantara) .Sedangkan data sekunder meliputi angka PDRB perkapita diperoleh dari kantor BPS kabupaten Muaro Jambi sedangkan data sekunder lainnya diperoleh dari instansi terkait . Dalam analisa data digunakan berdasarkan analisis gini ratio dari C.Gini dengan kurve Lorenz dalam Todaro (1983) dan analisis kemiskinan dari Sayogyo (1984). Dari hasil penelitian dapat diketah ui :1) Jumlah penduduk miskin sebelum konversi 82,46 % sesudah konvesi 52,63 %. 2) perhitungan Gini ratio sebelum konversi program PIR BUN Nes 0,20 atau ketim pangan rendah dan dilihat dari lengkungan Kurve Lorenz tidak berhimpit /mendekati segitiga BCD. 3) Sesudah konversi gini ratio PIR BUN Nes 0,26 ketimpangan nya sedang dan dilihat dari lingkungan Kurva Lor enz cenderung melebar mendekati segitiga BCD. 4) persepsi masyrakat terhadap PIR BUN Nes positip. 5) kelompok tani tidak berpungsi sehingga petani memasarkan hasil karetnya melalui tengkulak. 6) Pengembalian kredit tidak lancar disebabkan oleh rendahnya produktivitas dan tumpang tindihnya peraturan. Rekomendasi yang dapat diberikan : Dengan terns turunnya pendapatan petani maka diperlukan upaya peremajaan terhadap kebun karet rakyat dengan memberikan bantuan bibit yang berkulitas baik. 2) perlunya peninjauan kembali terhadap beban kredit petani. 3) Peningkatan kemampuan manajerial pengurus KUD.

In line with governmental effort to increase earnings of society one of the effort pass the project of Sub sector plantation of rubber specially PIR BUN Ness which is fund by APBN pass World Bank and other fund through APBD fund needed by evaluation until how far mount prosperity of society from the project. Target of this research is :1) To know level generalization of earnings of plasma garden farmer before and after conversion through calculation of ratio gini and picture form distribution earnings of farmer which is explained in lorenz kurve 2) To know the condition of social able to be seen from availibility of education facility , and housing institute of PIR BUN Ness farmer before conversion and after conversion 3) Giving policy recommendation to local government sub-province of Muaro Jambi in the effort improving earnings farmer of PIR BUN Ness. Conception degradation of poorness number as laid open by Mulyana (in Lutfi 1999) that economic situation an state in general will be paid attention four economic aspect as indicator, covering level earnings of resident, distribution earnings of national, inflation rate which is experiencing of and unemployment level which is encumbering it. However Malbub Ulhag (1995) saying that high growth rate non guarantying to fight against poor deteriorating. And also economic growth is otherwise followed by social resilience and ability is baby supposing , although source and its wight mount swiftly , he remain to baby, is not capable (Bryant and White, 1989 : 15) Method which is used in this research is descriptive analysis and quantitative method and qualitative with approach of research evaluate sumatif , collecting of primary data conducted by responder asked to fill questionnaire (kuisioner) is despitefully performed a by direct interview exhaustively and go down directly of leisure to all responden (farmer and party company of PTP VI Nusantara) . While sekunder data cover number PDRB perkapita obtained from BPS sub-province of Muaro Jambi while sekunder data other obtained from office relevant institution. In data analysis used pursuant to ratio gini analysis from C.Gini with Lorenz kurve in Todaro (1983) and poorness analysis from Sayogyo (1984) . From result of research can know : 1) Amount of impecunious resident before conversion 82,46 % after konvesi 52,63 2) calculation of Gini ratio before conversion PIR BUN Nes program 0,20 or low lameness and seen from Kurve Lorenz curvature do not squeez/ coming near is trilateral of BCD 3) After ratio gini conversion PIR BUN Nes 0,26 lameness its and seen from Curve Lorenz environment tend to wide come near trilaterally of BCD 4) Society perception to PIR BUN Nes positip 5) Farmer group do not functioning so that farmer selling result of its rubber through wholesaler 6) Return of Credit is not fluent because of lowering of productivity and overlap its regulation. Recommendation able to be given : With continued go down its earnings of farmer hence needed by rejuvenation rubber plantation effort to people by giving seed aid which is good kuality 2) The importance of sighting return to burden farmer credit 3) Make Up of ability of manajerial of is official member of KUO.

Kata Kunci : PIR BUN Ness,Pendapatan petani plasma,Perkebunan karet, Level Generalization of Earnings, Condition of Social, Increase earing of plasma


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.