Kinerja program desa siaga :: Studi program desa siaga di Kota Mataram
ATHUUR, M, Dr. Samodra Wibawa
2009 | Tesis | S2 Magister Administrasi PublikTingginya angka kematian balita, tingginya angka kematian ibu dan kasus gizi buruk serta semakin menurunya derajat kesehatan yang terjadi di masyarakat Indonesia merupakan permasalahan yang segera harus di atasi. Program Desa Siaga merupakan basis bagi Indonesia Sehat 2010, yang mana tujuan umum dari desa siaga terciptanya masyarakat sehat serta peka terhadap masalah – masalah kesehatan yang terjadi di desanya. Program Desa Siaga diharapkan dapat meningkatnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat desa tentang pentingnya kesehatan, meningkatnya kesehatan lingkungan di desa dan kemampuan, kemauan masyarakat desa untuk menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan. Penelitian dilakukan di Kota Mataram, terdiri dari 9 kelurahan yang menjadi obyek penelitiannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengujur sejauh mana kinerja program desa siaga serta faktor – faktor apa saja yang mempengaruhi kinerja program desa siaga tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data primer diolah dari hasil pengamatan dan wawancara dengan subyek penelitian yang memberikan informasi adalah Kepala Dinas Kesehatan, Koordinator Program Desa Siaga, Kepala Puskesmas, Bidan Koordinator Puskesmas, Kader, Tokoh Masyarakat, dan Bidan di Desa. Sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen – dokumen yang terkait mengenai program desa siaga. Hasil dari pelaksanaan program desa siaga sudah berjalan dengan baik akan tetapi belum optimal. Hal ini terlihat dari belum optimalnya proses inputs, outputs, outcomes dan impact dalam program desa siaga. Sedangkan faktor – faktor yang mempengaruhi dari pelaksanaan program desa siaga sendiri dipengaruhi oleh jumlah sumber daya manusia serta kurang koordinasi dalam pelaksanaan program desa siaga. Dalam meningkatkan kinerja program desa siaga, disarankan untuk:1).Perlu ditingkatkanya lagi sosialisasi tentang program desa siaga kepada warga yang ada di kelurahan, sosialisasi bukan hanya melaksanakan pemenuhan tahapan pelaksanaan program akan tetapi pemahaman akan program desa siaga bagi warga masyarakat yang diutamakan melalui sosialisasi tersebut. 2). Pemberian dana insentif bagi kader agar dapat memotivasi serta memberikan semangat kerja bagi kader untuk melaksanakan tugas dan fungsi kader. Insentif diberikan sebaiknya berdasarkan kinerja yang dilakukan oleh kader.3) Pemamfaatan sarana poskesdes yang selama ini hanya sebatas digunakan bagi pemeriksaaan ibu hamil serta balita dapat segera dimasimalkan untuk memberikan pelayanan secara umum kepada masyarakat.4). Penambahan sumber daya yaitu bidan desa agar segera terpenuhi mengingat besarnya penduduk yang ada di kota Mataram, dengan ditambahkan bidan diharapkan program desa siaga berjalan secara maksimal. 5). Koordinasi lintas sektor mengingat program ini tidak dapat berjalan sendiri.
The height of mortality baby, the height of case and mother mortality, kwarsiorkor and also progressively the decline degree of health happened in Indonesia public is problems which soon having to in overcoming. Program Desa Siaga is bases for Healthy Indonesia 2010, which general purpose from countryside alerting healthy public creation and also sensitive to problem - problem of health happened in the countryside. Program Desa Siaga is expected to earn the increasing of knowledge and awareness of countryside public concerning the important of health, the increasing of health of area of in ability and countryside, willingness of countryside public for helping their self in health area. Research is done in Town Mataram, consist of 9 sub-district becoming the research object. intention of This research is for measuring how far alert countryside program performance and also factor - factor any kind of influencing the alert countryside program performance. Research method which applied is qualitative descriptive. Data primary process from interview and observation result with research subject giving information is Public Health Service head, Alert Countryside program coordinator, Lead Puskesmas, Coordinator midwife Puskesmas, cadre, Elite figure, and Midwife in Countryside. While secondary data is obtained from document relevant document hit alert countryside program. Result from execution of alert countryside program have run better however not yet is optimal. This thing seen from not yet the optimal processed inputs, outputs, outcomes and impact in alert countryside program. While factor - factor influencing from execution of alert countryside program byself influenced by amount of human resources and also less co-ordinating in execution of alert countrysides programs. In increasing alert countryside program performance, suggested for: 1). The require to improve it is again socialization concerning alert countryside program to the citizen in sub-district, socialization not merely executing accomplishment of step execution of program however countryside program understanding to be alert for public citizen which majored through the socialization 2). Giving of incentive fund for cadre to can motivate and also breathe life into activity for cadre for executing cadre function and duty. Incentive is given better based on performance done by cadre 3) exploiting supporting facilities for poskesdes which during the time only limited to applied for inspection pregnant mother and also baby earning soon maximized by for giving service indium general to public 4). Addition of resource that is countryside midwife so that soon fufilled to remember the level of resident in town Mataram, by added by is midwife expected by alert countryside program run maximally 5). Coordination pass by quickly sector remember this program cannot run by self.
Kata Kunci : Program desa siaga,Rendahnya kesehatan masyarakat,Kota Mataram,