Laporkan Masalah

Pengaruh sektor komoditi beras terhadap inflasi bahan makanan

WIDIARSIH, Dwi, Dr. Samsubar Saleh, M.Soc. Sc

2009 | Tesis | S2 Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sektor komoditi beras yang terdiri dari harga dasar gabah, jumlah impor beras dan jumlah produksi padi terhadap inflasi bahan makanan. Hipotesa yang diajukan adalah: 1). Bahwa variabel harga dasar gabah berpengaruh secara nyata dan positif terhadap inflasi bahan makanan; 2). Bahwa variabel impor beras berpengaruh secara nyata dan negatif terhadap inflasi bahan makanan; 3). Bahwa variabel jumlah produksi beras berpengaruh secara nyata dan negatif terhadap inflasi bahan makanan. Metode statistik yang digunakan adalah analisis regresi metode Error Correction Model (ECM) Engle-Granger karena cukup dapat menjawab tujuan penelitian. Variabel-variabel yang digunakan yaitu inflasi bahan makanan, Harga Dasar Gabah (HDG), jumlah impor beras, dan jumlah produksi padi. Data variabel yang digunakan merupakan data time series kurun waktu tahun 1977-2007 yang diperoleh dari BPS, Bank Indonesia, Departemen Pertanian, Statistik BULOG, dan sejumlah dokumen Inpres dari instansi terkait lainnya. Hasil analisis menunjukkan adanya pemgaruh yang signifikan dari variabel harga dasar gabah terhadap inflasi bahan makanan baik dalam jangka panjang maupun dalam jangka pendek. Variabel jumlah impor beras berpengaruh signifikan terhadap bahan makanan dalam jangka pendek namun tidak untuk jangka panjang. Variabel jumlah produksi padi berpengaruh signifikan terhadap inflasi bahan makanan dalam jangka panjang namun tidak untuk jangka pendek.

This research was aimed to know the influence of grains commodity sector that consists of base price of un-hulled rice-grains, amount of grains import, and amount of rice production toward foodstuff inflation. The proposed hypotheses were that: 1). Variable of base price of un-hulled rice-grains had clearly and positively influence toward foodstuff inflation; 2). Variable of rice import was clearly and negatively influential toward foodstuff inflation; 3). Variable of rice production had clearly and negatively influence toward foodstuff inflation. Statistical method used here was regressive analysis of Error Correction Model (ECM) Engle-Granger because it was able to answer this research’s goals. The variables used here were foodstuff inflation, base price of un-hulled ricegrains/ Harga Dasar Gabah (HDG), amount of grains import, and amount of rice production. Variable data used in this research were time series data in range of 1977 – 2007 that was obtained from BPS, Indonesian Bank, Agriculture Department, Statistic of BULOG, and a number of Inpres (Instruction of President) documents from other related institutes. The result of analysis showed that there was significant influence from the variable of base price of un-hulled rice-grains toward foodstuff inflation both in long term and short term. The variable of amount of grains import was significantly influential toward foodstuff in short time but not for long term. The variable of rice production was significantly influential toward foodstuff inflation in long term but not in short term.

Kata Kunci : Sektor komoditi beras,Inflasi bahan makanan,Error corection model (ECM), Grains commodity sector, foodstuff inflation, Error Correction Model (ECM)


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.