Efek moderasi kepemilikan manajerial di dalam peningkatan likuiditas dan kredibilitas sinyal pada saat pengumuman pemecahan saham :: Study di Bursa Efek Indonesia
WARDHANI, Wirasmi, Dr. Mamduh M. Hanafi, MBA
2009 | Tesis | S2 ManajemenPemecahan saham seharusnya hanyalah sebuah “kosmetik†yang tidak member ikan dampak apapun terhadap nilai perusahaan dan kekayaan pemegang saham. Meskipun demik ian banyak penelitian yang menemukan bahwa para investor bereaksi terhadap pengumuman pemecahan saham. Dua hipotesis yang sering dikaitkan dengan Abnormal Return yang terjadi pada saat pemecahan saham adalah hipo tesis signaling dan liquidity. Penelitian saat ini berusaha u ntuk menguji apakah terdapat reaksi investor dan apakah reaksi investor tersebut dipengaruhi oleh perubaha earning dan perubahan likuiditas. Selain itu juga untuk melihat apakah terdapat peranan moderasi kepemilikan manajerial di dalam kredibilitas sinyal dan perubahan likuiditas yang terjadi. Penelitian kali ini menggunakan uji sampel berpasangan dan juga menggunakan analisis regresi. Hasil uji sampel berpasangan menemukan bahwa rata-rata perusahaan mengalami penurunan earning yang signifikan setelah pemecahan saham dan menemukan bahwa bid-ask spread menurun dan turn over meningkat walaupun tidak signifikan. Selain itu, hasil penelitian juga menemukan bahwa terjadi Cumulative Abnormal Return pada delapan hari dan pada saat pengumuman pemecahan saham tetapi pengaruh earning dan likuiditas tidak signifikan terhadap CAR. Hasil moderasi juga tidak signifikan, sehingga disimpulkan bahwa kepemilikan manajerial tidak memperkuat atau memper lemah sinyal dan perubahan likuiditas. Penelitian saat ini member ikan sedikit bukti bahwa untuk perusahaan di Indonesia, pemecahan saham digu nakan sebagai cara untuk mengembalikan harga pada jangkauan normal perdagangan.
Stock splits should have been a “cosmetic†not giving any impact to company value and the wealth of stock holders. Nevertheless many researches find ing that investors react towards stock splits announcement. There are two hypotheses that often connected to Abnormal Return happening at the time of stock splits are signaling hypothesis and liquidity. The research tries to evaluate whether there is investor reaction and whether investor reaction is influenced by earning change and liquidity change. Beside that it is also to see whether there is a role of managerial owned moderation in credibility of signal and liquidity change happening. This research uses partnered sample test and regression analysis. The result of paired sample test finds that almost all company have significant decreasing ear ning after stock breaking and find that bid-ask spread decreases and turn over increases though not sig nificantly. In the other hand, the research also find out that there is Cumulative Abnor mal Return in eight days and in time of stock splits anno uncement but the influence of earning and liqu idity is not significant toward CAR. The result of moderation is not significant either, so it is concluded that manag erial owned does not strengthen or weaken the signal and liquidity changes. The research gives hardly proof that for company in Indonesia, stock breaking is used as the way to place the price back to normal trade reach.
Kata Kunci : Pemecahan saham,Hipotesis signaling,Hipotesis likuiditas,Cumulative abnormal return,stock splits, signaling hypothesis, liquidity hypothesis, cumulative abnormal return