Persistensi Komponen Laba Operasi Perusahaan
ANGELA, Leliana Maria, Prof. Dr. Zaki Baridwan, M.Sc
2009 | Tesis | S2 Ilmu AkuntansiPenelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan komponen laba kini dalam memprediksi laba satu perioda yang akan datang. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah: (1) aliran kas lebih persisten dibandingkan total aknial, (2) akrual nondiskresioner lebih persisten dibandingkan akrual diskresioner, (3) terdapat perbedaan persistensi akrual diskresioner dan akrual nondiskresioner antara perusahaan yang mempunyai kineija saham baik dengan perusahaan yang mempunyai kineija saham moderat, (4) terdapat perbedaan persistensi akrual diskresioner dan akrual nondiskresioner antara perusahaan yang mempunyai kineija saham buruk dengan perusahaan yang mempunyai kinerja saham moderat. Subyek penelitian atas hipotesis (1) dan (2) masing-masing beijumlah 207 perusahaan, sedangkan untuk hipotesis (3) dan (4) masing-masing berjumlah 168 perusahaan. Perusahaan yang menjadi sampel penelitian adalah perusahaan yang terus-menerus terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan menerbitkan laporan keuangan selama perioda 2003-2007. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan perioda 2003-2007 dan data return saham perioda 2004-2006. Metoda statistik yang digunakan adalah uji statistik t dan analisis regresi berganda. Hasil penehtian menunjukkan bahwa (1) aliran kas lebih persisten dibandingkan total akrual, (2) alcrual nondiskresioner lebih persisten dibandingkan akrual diskresioner, (3) terdapat perbedaan persistensi aknial diskresioner dan akrual nondiskresioner antara perusahaan yang mempunyai kineija saham baik dengan perusahaan yang mempunyai kinerja saham moderat, (4) terdapat perbedaan persistensi akrual diskresioner dan akrual nondiskresioner antara perusahaan yang mempunyai kineija saham buruk dengan perusahaan yang mempunyai kinerja saham moderat. Kata kunci: persistensi, laba operasi, aliran kas, akrual, akrual diskresioner, akrual nondiskresioner, return saham.
This research intends to test current earnings components in predicting one year ahead earnings. There are four of proposed hypotheses revealed in this research. Those hypotheses are (1) cash flows are more persistent than total accruals; (2) nondiscretionaiy accruals are more persistent than discretionary accruals; (3) there is a differential in the persistence of discretionary accruals and nondiscretionaiy accruals between firms with good stock performance (named good-news group) and firms with moderate stock performance (named neutralnews group); and (4) there is a differential in the persistence of discretionary accruals and non discretionary accruals between firms with bad stock performance (named bad-news group) and firms with moderate stock performance. The research's subject of hypotheses (1) and (2) are 207 companies for each of these hypotheses, while subject for hypotheses (3) and (4) are 168 companies for each of both hypotheses. Companies selected for this sample of research are companies that continuously listed at Indonesia Stock Exchange and published their financial statements over 2003-2007 periods. Data used in this research is secondary data forming in 2003-2007 periods' financial statement and stock return data of 2004-2006 periods. The statistic methods that indispensably used in this research are t-statistic test and multiple regression analysis. The results of this research show that cash flows are more persistent than total accruals and non discretionary accruals are more persistent fiian discretionary accruals. More over, there is differential persistence on discretionary and non discretionary accruals between good-news group and neutral-news group, and there is a differential persistence on discretionary and non discretionaiy accruals between bad-news group and neutral-news group. Keywords: persistence, operating earnings, cash flows, accruals, discretionary accruals, non discretionary accruals, stock return
Kata Kunci : Persistensi, Laba operasi, Aliran kas, Akrual, Akrual diskresioner, Akrual nondiskresioner, Return saham