Evaluasi penerapan akuntansi pertanggungjawaban sebagai alat pengendali biaya dan pengukur kinerja sektor publik :: Kasus pada RSUD Kota Yogyakarta
TITISARI, Dian, Dr. Ertambang Nahartyo, M.Sc
2009 | Tesis | S2 Magister AkuntansiPeraturan Pemerintah (PP) No 23/2005 tentang pengelolaan Badan Layanan Umum menyebutkan tiga jenis bidang kegiatan pemerintahan yang layak menerapkan BLU, salah satunya pelayanan kesehatan pada rumah sakit. Badan Layanan Umum harus dapat menunjukkan kinerja yang efektif dan efisien secara teknis maupun keuangan, terhadap pemerintah dan masyarakat (publik) yang dilayani dengan menerapkan sistem pengendalian manajemen. Pengendalian manajemen merupakan proses yang melibatkan para manajer untuk mempengaruhi bawahannya melaksanakan strategi organisasi Faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pengendalian manajemen meliputi perilaku organisasi dan pusat pertanggungjawaban. Perilaku organisasi berkaitan erat dengan kemampuan seorang manajer atau pemimpin suatu organisasi dalam memotivasi, mempengaruhi, mengarahkan dan berkomunikasi dengan para bawahannya. Organisasi juga merupakan sekumpulan pusat-pusat pertanggungjawaban yang dipimpin oleh seorang manajer yang bertanggung jawab terhadap aktivitas yang dilakukan. Akuntansi pertanggungjawaban mendasarkan pada pemikiran bahwa seorang manajer harus dibebani tanggung jawab atas prestasinya sendiri dan prestasi bawahannya. Konsep akuntansi pertanggungjawaban menjadi pedoman departemen akuntansi untuk mengumpulkan, mengukur dan melaporkan prestasi sesungguhnya. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penjelasan tentang seberapa besar efisiensi dan efektifitas yang akan dihasilkan dengan menerapkan sistem akuntansi pertanggungjawaban sebagai alat bantu manajemen dalam mengendalikan dan mengevaluasi kegiatan operasi di RSUD Kota Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyusunan anggaran sebagai alat pengendalian biaya dan pengklasifikasian serta pembuatan kode rekening telah dilakukan dengan baik dan sesuai dengan Kepmendagri No 13 Tahun 2006 tetapi tidak seluruhnya sesuai dengan penerapan akuntansi pertanggungjawaban. Pelaporan realisasi dan analisis selisih antara realisasi dan anggaran menunjukkan besarnya penyimpangan anggaran masih wajar. Hal ini disebabkan oleh faktor di luar kendali manajer pusat pertanggungjawaban seperti adanya perubahan kebijakan mengenai tarif dasar pelayanan RSUD dari Pemerintah Kota Yogyakarta.
Peraturan Pemerintah No 23, 2005 about management of Badan Layanan Umum mentions three goverment activity area types as public service body (BLU), one of them is health service at hospital. BLU must show efficient and effective performance technically and financial system not only for the government but also for the public by applying management control system. Management control is the process by which managers influence other members of the organizations to implement the organization’s strategies. Environmental factor that influence to management control are behavior of organization and center responsibility. Behavior of organization closely related ability a manager or leader of an organization in motivating, influences, points and communicates with the staffs.. An organization is also insist of responsibility centers led by a manager who holding responsible of the operational activity. Mainly, responsibility accounting becomes a means for manager to evaluate their own responsibility and its staffs. Responsibility accounting concept also becomes guidance of accounting department to collect, measures and reports achievement in fact. This research aim to give explanation about efficiency and effectivity which will be performed by applying responsibility accounting system as a means of management control and evaluates activity of operation in RSUD Kota Yogyakarta. Result of research indicates that compilation of budget as a means of operation and classification and making of account code has been put accross and as according to Kepmendagri No 13, 2006 but not entirely as according to responsibility accounting system. Reporting of realization and difference analysis between realizations and budget shows level of deviation of the budget, but it still fair. This matter happened because of the factor out of manager’s control, such as policy change of service base tariff of RSUD from the Government of Yogyakarta City.
Kata Kunci : Akuntansi pertanggungjawaban,Pengendalian biaya,Pengukuran kinerja,responsibility accounting, management control, and performance assessment