Analisis kinerja PDAM Tirta Perwitasari Kabupaten Purworejo periode tahun 2004-2007
SUPRIYANTI, Endah, Dr. John Suprihanto, MIM
2009 | Tesis | S2 Magister AkuntansiPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kendala yang menyebabkan PDAM Tirta Perwitasari Kabupaten Purworejo belum dapat mencapai kinerja dengan kategori baik sekali (maksimal), sehingga dengan penelitian ini diharapkan dapat memberi sumbangan pemikiran terutama dalam meningkatkan pelayanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat luas mengenai air bersih serta dapat mendeskripsikan perkembangan kinerja PDAM Tirta Perwitasari Kabupaten Purworejo dari aspek keuangan, aspek operasional dan aspek administrasi periode tahun 2004-2007 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri No 47 Tahun 1999. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan dua pendekatan yaitu kuantitatif dan kualitaif. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk penilaian kinerja PDAM sedangkan kualitatif digunakan dalam melakukan analisis kinerja dengan menggunakan metode Focused Group Discussion (FGD) untuk mencari data pendukungnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum tingkat keberhasilan / kesehatan PDAM Tirta Perwitasari Kabupaten Purworejo dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2006 mendapat kategori cukup, walaupun pada tahun 2005 nilai yang diperoleh dibawah tahun 2004. Pada tahun 2007 mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2006 yaitu dari 59,40 menjadi 62,60 atau naik sebesar 3,20 dan mendapat kategori baik. Dari aspek keuangan kinerja PDAM Tirta Perwitasari Kabupaten Purworejo dalam tahun berjalan dalam menghasilkan laba sempat terjadi penurunan yaitu pada tahun 2005. Pada tahun 2006 laba meningkat, tetapi sebenarnya PDAM mengalami kerugian. Hal tersebut dapat terjadi karena adanya kenaikan harga BBM dan tarif dasar listrik yang diikuti kenaikan harga-harga barang lain yang menunjang produksi. Adanya peningkatan laba pada tahun 2006 dikarenakan PDAM mendapat bantuan biaya operasional dari Pemerintah Daerah Kabupaten Purworejo sebesar Rp. 530.000.000,- sehingga dapat mengurangi pengeluaran biaya operasional. Pada tahun 2007 diadakan penyesuaian tarif dasar air sehingga pada tahun 2007 laba usaha dapat meningkat. Dari aspek operasional masih banyak indikator yang perlu diperhatikan. Terutama pada cakupan pelayanan yang masih rendah karena terbatasnya sumber mata air, jaringan pipa yang sudah tua sedangkan dana di PDAM terbatas.. PDAM melakukan pemerataan aliran air dan penataan jaringan pipa distribusi untuk menambah jumlah pelanggan. Kontinuitas air dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2007 belum dapat mencukupi kebutuhan air bersih kepada semua pelanggan selama 24 jam. Instalasi produksi yang sudah tua diperbaiki dan dimanfaatkan kembali untuk meningkatkan pemanfaatan instalasi produksi Dari aspek administrasi nilai dari masing-masing indikator sudah baik dan di atas rata-rata. Rencana Jangka Panjang (Corporate Plan), Rencana Organisasi dan Uraian Tugas, Prosedur Operasi Standar, dan Gambar Nyata Laksana PDAM Purworejo sudah mempunyai tetapi baru dipedomani sebagian. Untuk indikator yang lain dari aspek administrasi sudah baik sekali. Dengan kondisi di atas PDAM Tirta Perwitasari Kabupaten Purworejo belum dapat mencapai kinerja dengan kategori baik sekali yang menunjukan kinerja secara maksimal. Tetapi dengan meningkatnya kategori kinerja dari cukup yang diperoleh pada tahun 2004 sampai dengan 2006 menjadi kategori baik pada tahun 2007 sudah menunjukkan adanya upaya untuk meningkatkan kinerja secara optimal. PDAM Purworejo masih berusaha untuk mencapai kategori kinerja baik sekali untuk tahuntahun yang akan datang.
The objective of this study is to identify the constraints faced by PDAM Tirta Perwitasari Kabupaten Purworejo due to its unability to achieve excellent (maximum) performance. This study is hoped to provide academic contribution especially in improving the service in order to fulfill people’s demand on clean water, as well as to describe the performance improvement based on financial, operational and administration aspects for the priod of 2004-2007 according to Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri No 47 Year 1999. This study is a descriptive research using quantitative and qualitative approach. Quantitative approach is used to assess PDAM performance, whilst qualitative approach is used to analyze the performance by using Focused Group Discussion (FGD) method to obtain the supporting data. Results of this study show that in general, the achievement level of PDAM Tirta Perwitasari in Kabupaten Purworejo from 2004 to 2006 was categorized as â€fairâ€, although the point in 2005 was lower than the point in 2004. In 2007, the point increased in compare to the previous 2 years, which were 59.40 to 62.60 showing 3.20 increasing point and was categorized as â€excellentâ€. Based on the financial aspect, the performance of PDAM Tirta Perwitasari in Kabupaten Purworejo during its two consecutive years of profit making has experienced declining profit in 2005. In 2006, profit showed increase, but the actual was that PDAM experienced loss due to increasing cost of fuel and electricity followed by increasing cost of other supporting production material. Incerasing profit in 2006 was a result of Rp. 530.000.000,- operational aid fund given by the Regional Government of Kabupaten Purworejo that reduced the opeartional cost. In 2007, water base tariff was adjusted, hence the 2007 profit increased. Based on operational aspect, various indicators should be taken into consideration, especially the low service scope due to the limited water springs avalability, old pipe network, and limited funds. PDAM has put efforts to equally distribute the water flow and to organize the distribution network pipe in order to increase the number of customers. Water continuity for 2004 – 2007 period has not been able to fulfill all of the 24 hours consumers’ demand. Old production instalations were rehabiltated to improve the utilization. Based on the administration aspect, each indicator shows â€good†values and above the average. PDAM Purworejo has the Longterm plan (Corporate Plan), Organization Plan and Job Description, Standard Operation Procedure, and the Flowchart, but only half of them have been applied. Other indicators based on administration aspect were excellent. The abovementioned conditions show that PDAM Tirta Perwitasari in Kabupaten Purworejo has not been able to achieve the â€excellent†performance in exhibiting its maximum performance. But increasing performance category from â€fair†in 2004-2006 period to â€good†in 2007 shows efforts have been taken to improve the optimum performance. PDAM Purworejo is still attempting to achieve excellent performace for the subsequent years.
Kata Kunci : Analisis kinerja PDAM,PDAM