Analisis kinerja program pada Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika
SAFII, Muhammad, Dr. Hardo Basuki, M.Soc.Sc
2009 | Tesis | S2 Magister AkuntansiPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui logika hubungan antar komponen program dan menganalisis kinerja program pada Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Matematika khususnya program Fasilitasi Peningkatan Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa data Laporan Keuangan, Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP), Laporan Kegiatan Diklat, Program Kerja dan Term Of Reference (TOR) program kerja tahun 2008. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Program Logic Model yang merupakan alat analisis untuk menguji atau mengecek kebenaran berfikir atau kebenaran penalaran dari suatu program dengan ditunjukkan adanya rangkaian penalaran sebab-akibat atau pernyataan “if...then...†yang menghubungkan antar komponen program. Untuk mengukur kinerja program, maka metode Program Logic Model dikombinasikan dengan berbagai macam alat pengukuran kinerja diantaranya pengukuran output, efisiensi, produktivitas, kualitas pelayanan, efektivitas, efektivitas biaya, dan kepuasan pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antar komponen program pada program Fasilitasi Peningkatan Kompetensi PTK telah memiliki hubungan yang logis. Sedangkan dalam pengukuran kinerja program, penelitian ini membandingkan hasil kinerja program kegiatan diklat yang dilaksanakan di daerah dengan kegiatan diklat yang dilaksanakan di PPPPTK Matematika. Diklat yang dilaksanakan di daerah adalah diklat guru pemandu/pengembang matematika sedangkan diklat yang dilaksanakan di PPPPTK Matematika adalah diklat guru pemandu/pengembang matematika, diklat pembelajaran matematika SD PMRI dan diklat supervisi. Dari hasil pengukuran kinerja program, secara berurutan tingkat pencapaian efisiensi masing-masing diklat adalah 111,41% (efisien); 99.85% (tidak efisien); 127,59% (efisien); 97 % (tidak efisien), sementara hasil pengukuran keefektivan pelaksanaan diklat yang dihitung dari peningkatan pengetahuan peserta diklat (selisih nilai ratarata pre tes dan pos tes) secara berurutan adalah 52,63; 40,88; 32,60 dan 25,53. Penelitian ini juga mengungkapkan kualitas pelayanan dalam hal penyampaian materi diklat yang diberikan kepada peserta diklat dengan hasil penilaian secara berurutan adalah 82,16 (kategori baik); 86,68 (amat baik); 86,33 (amat baik) dan 85,54 (amat baik).
The present research aims to identify the logics of the inter-program component relationship and to analyze program performance in the Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Matematika, particularly the Fasilitasi Peningkatan Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) program. Data used in the research involved secondary data including Financial Statement, Report on the Accountability of Government Institution Performance (LAKIP), Education and Training Activity Report, Work Program and Term of Reference (TOR) of 2008 work program. Analysis instrument utilized in this research was Program Logic Model to test or check the thinking truth or the reasoning truth of program through the presentation of cause-effect reasoning series or “if...then...†statement associating inter-component of program. To measure program performance, the Program Logic Model performance was combined with various performance instruments, among others the measurement of output, efficiency, productivity, service quality, effectiveness, cost effectiveness, and customer satisfaction. Results indicated that the relationship inter-program components in the Fasilitasi Peningkatan Kompetensi PTK program had logical association. While in terms of program working measurement, this research compared the performance results of training and education program conducted in some localities with those conducted at the PPPPTK Matematika. Training and education carried out at localities involved training and education programs for mathematics tutor/developer teachers, while those conducted at the PPPPTK Matematika were training and education programs for mathematics tutor /developer teachers, learning training and education programs on mathematics learning of SD PMRI and those on supervision. Based on the program performance, efficiency achievement of each training education program, respectively, were 111.41% (efficient), 99.85% (not efficient), 127.59% (efficient), 97% (not efficient), while the performance of training and education implementation effectiveness computed from improvement in knowledge of training and education of participants (the difference between pre- and post-test average grades), respectively, were 52.63, 40.88, 32.60 and 25.53. This research also showed service quality in terms of training and education presented for training and education participants with results of assessment 82.16 (good), 86.68 (very good), 86.33 (very good) and 85.54 (very good).
Kata Kunci : Program logic model,Pengukuran kinerja,Program,Diklat, Program Logic Model, performance measurement, program, training and education