Laporkan Masalah

Asap dapur sebagai faktor resiko kejadian katarak pada perempuan yang memasak dalam ruangan di Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2009

SUPARLAN, Prof. dr. Wasisdi Gunawan, SpM

2009 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang : Indonesia adalah wilayah WHO dengan angka kebutaan tertinggi Asia Tenggara, yang pada tahun 2000 diperkirakan berjumlah 15,3 juta (7,4% total penduduk). Di Kabupaten Lombok Tengah insiden penderita katarak dalam 2 tahun terakhir mengalami peningkatan, pada tahun 2007 dilaporkan 7,79/10.000 penduduk, sedangkan pada tahun 2008 insiden penderita katarak sebesar 12,87/10.000 penduduk. Berdasarkan Depkes tahun 2007, 77,0% di Kabupaten Lombok Tengah sebagian besar rumah tangga memasak menggunakan kayu bakar, lebih besar dari rerata propinsi (63,0%) dan rerata nasional (52,2%). Hal ini menyebabkan peneliti merasa tertarik meneliti apakah ada hubungan asap dapur dengan kejadian katarak. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara asap dapur dengan kejadian katarak pada perempuan yang memasak dalam ruangan di Kabupaten Lombok Tengah. Metode penelitian : Jenis penelitian observasional dengan menggunakan rancangan kasus kontrol yang melibatkan 248 responden (124 kasus dan 124 kontrol) yang telah dilakukan matching pada umur. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tentang variabel lama/intensitas terpapar oleh asap dapur, bahan bakar memasak dan observasi langsung dengan mengukur luas ventilasi dapur. Analisis data menggunakan analisis chisquare, OR dan regresi logistik. Hasil : Hasil analisis bivariat intensitas paparan asap dapur dengan kejadian katarak menunjukan nilai OR 3,561 (95%CI: 2,109-6,013), lama paparan asap dapur OR 1,033 (95%CI: 0,628-1,699), bahan bakar memasak OR 1,765 (95%CI: 1,042-2,990) dan ventilasi dapur OR 2,047 (95%CI: 1,185-3,535). Pada analisis multivariat faktor yang paling dominan untuk kejadian katarak adalah intensitas paparan asap dapur OR 3,464 ( 95%CI: 1,893-6,338)

Background: In Indonesia rate of blindness is the highest in Southeast Asia; in 2000 it was estimated that as many as 15.3 million people (7.4% of total population) were blind. At District of Lombok Tengah the incidence of cataract has been increasing within the last 2 years; 7.79/10,000 population in 2007 and 12.87/10,000 population in 2008. According to data of baseline health research of the Ministry of Health 2007 at District of Lombok Tengah the majority of housholds (77.0%) cooked using wooden fuel compared to provincial average (63.0%) and national average (52.2%). This raises interest the researcher's to find out whether there is association between kitchen smoke and the prevalence of cataract. Objective: To identify the association between kitchen smoke and the prevalence of cataract in women who cooked indoor at District of Lombok Tengah. Method: The study was observational and used a case control design involving 248 respondents (124 cases and 124 control) matched in age. Data were obtained through interview about intensity/length of exposure to kitchen smoke, fuel for cooking and direct observation to width of kitchen ventilation. Data analysis used chi square, OR and logistic regression. Result: The result of bivariate analysis showed intensity of kitchen smoke exposure and the prevalence of cataract (OR=3.561; 95% CI=2.109 – 6.013), duration of kitchen smoke exposure (OR=1.033; 95%CI=0.628 – 1.699), material of cooking fuel (OR=1.765; 95% CI=1.042 – 2.990) and kitchen ventilation (OR=2.047; 95%CI=1.185 – 3.535). The result of multivariate analysis showed the factor most dominantly contributed to the prevalence of cataract was intensity of kitchen smoke exposure (OR=3.464; 95% CI=1,893 – 6.338). Conclusion: Risk factors for the prevalence of cataract in women that cooked indoor at District of Lombok Tengah were intensity of exposure.

Kata Kunci : Asap dapur,Memasak dalam ruangan,Katarak, kitchen smoke, indoor cooking, cataract


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.