Laporkan Masalah

Perilaku hidup berpindah masyarakat Kecamatan Peso Kabupaten Bulungan Propinsi Kalimantan Timur sebagai faktor resiko kejadian malaria pada balita

EFFENDY, Rustam, Prof. dr. Supargitono, DTMH., SU., Ph.D., SpPark

2009 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Penyakit malaria masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang dapat menyebabkan kematian terutama pada kelompok resiko tinggi yaitu bayi, balita dan ibu hamil. AMI (Annual Malaria Incidence) Kecamatan Peso selama tiga tahun berturut-turut terus meningkat yaitu tahun 2006 sebesar 41,58‰, tahun 2007 108,08‰, dan tahun 2008 meningkat menjadi 121,34‰, sedangkan angka Parasite Rate (anak usia 0 – 9 tahun) sebesar 13,6%. Penderita malaria kelompok umur balita pada tahun 2006 di Kecamatan Peso berjumlah 24 penderita, sedangkan pada tahun 2007 meningkat menjadi 84 penderita. Kebiasaan penduduk yang berperan dalam meningkatkan penularan malaria di daerah tersebut sampai saat ini belum diketahui dengan pasti. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian penyakit malaria pada balita di Kecamatan Peso Kabupaten Bulungan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik (observational) dengan rancangan studi kasus kontrol. Sebanyak 80 balita yang positif plasmodium di dalam darahnya dijadikan sebagai kasus. Pengambilan sampel dilakukan secara purposif, dengan melihat data rekam medis dan melakukan kunjungan rumah untuk menganalisa data-data yang berhubungan dengan kejadian malaria. Hasil Penelitian: Hasil penelitian dengan analisis bivariat menunjukkan bahwa faktor jenis pekerjaan orang tua, mobilitas orang tua, kebiasaan berada di luar rumah serta penggunaan kelambu, secara statistik berhubungan dengan kejadian malaria pada balita di Kecamatan Peso dengan nilai ρ berturut-turut 0,01; 0,025; 0,026 dan 0,035. Hasil analisis multivariat dengan uji regresi logistik menunjukkan variabel jenis pekerjaan orang tua merupakan determinan terbesar berhubungan dengan kejadian malaria pada balita (OR = 4,175; 95% CI: 1,678–10,389) bersama-sama dengan variabel kebiasaan berada di luar rumah (OR = 2,4; 95% CI: 1,206 – 4,774), variabel mobilitas orang tua (OR = 2,381; 95% CI: 1,180 – 4,806) serta variabel penggunaan kelambu (OR = 2,261; 95% CI: 1,044 – 4,897). Kesimpulan: Disimpulkan bahwa Jenis pekerjaan orang tua sebagai petani merupakan determinan kejadian malaria pada balita yang paling besar, diikuti faktor kebiasaan berada di luar bersama anggota keluarga, mobilitas orang tua yang tinggi dan penggunaan kelambu dibandingkan dengan faktor lain yang berhubungan dengan kejadian malaria pada balita.

Background: Malaria is a public health problem that can cause death particularly in high risk group such as infants, under fives and pregnant womans. Annual Malaria Incidence (AMI) of Peso Subdistrict during the last three years is increasing, i.e. 41.58‰ in 2006; 108.08‰ in 2007 and 121.34‰ in 2008, whereas Parasite Rate of children of 0 – 9 years is 13.6%. In 2006 there were 24 under fives that suffered from malaria at Subdistrict of Peso, and in 2007 the number increased to 84 underfives. The habit of the community that is believed to increase risk for malaria infection in the area is unknown until today. Objective: To identify risk factors related to the prevalence of malaria in underfives at Subdistrict of Peso, District of Bulungan. Method: This is an observational study with case control design. Eighty under fives children with positive plasmodium appeared in their blood smear was considered to be case. Samples were taken purposively data were obtained from medical records and home visit to collected data related to the prevalence of malaria. Result: The result of bivariate analysis showed that factors of parents' occupation, mobility, the habit of staying outside the house and use of bed nets were statistically associated with the prevalence of malaria in underfives at Subdistrict of Peso with p=0.01; 0.025; 0.026; and 0.035. The result of multivariate analysis with logistic regression test showed the variable of parent's occupation was the greatest determinant associated with the prevalence of malaria in underfives (OR=4.175; 95% CI=1.678 – 10.389) together with the habit of staying outside the house (OR=2.4; 95% CI=1.206 – 4.774), parents mobility (OR=2.381; 95% CI=1.180 – 4.806) and use of bed nets (OR=2.261; 95% CI=1.044 – 4.897). Conclusion: Parent's occupation as farmers was the greatest determinant for the prevalence of malaria in underfives, followed by factors of habit of staying outside the house with all members of the family, parents' high mobility and use of bed nets than other factors associated with the prevalence of malaria in underfives.

Kata Kunci : Hidup berpindah,Balita,Malaria, mobile living, underfives, malaria


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.