Pengaruh diskusi kelompok kecil (DKK) disertai umpan balik terhadap pengetahuan dan keterampilan perencanaan petugas pengelola obat Puskesmas di Kabupaten Tebo Propinsi Jambi
RAHMINI, Eni, dr. Sulanto S. Danu, SpFK
2009 | Tesis | S2 Magister Manajemen dan Kebijakan ObatLatar Belakang : Secara umum perencanaan obat puskesmas di Kabupaten Tebo belum terlaksana dengan baik, hal ini dapat dilihat dari perencanaan kebutuhan obat belum sesuai dengan kebutuhan sesungguhnya, yaitu belum mempertimbangkan stok optimum. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas pengelola obat dalam melakukan perencanaan obat di puskesmas, dengan intervensi Diskusi Kelompok Kecil (DKK) yang disertai Umpan Balik (UB), diukur dengan indikator % kesesuaian item obat yang tersedia dengan Daftar Obat Essensial Nasional (DOEN), % tingkat kecukupan obat, % ketepatan permintaan obat, % obat yang rusak, % obat yang kadaluarsa, dan % perbedaan rata-rata bobot variasi persediaan. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental kuasi, dengan rancangan Non randomized control group pretest- posttest design. Penelitian dilakukan di puskesmas Kabupaten Tebo, dengan subyek penelitian adalah petugas pengelola obat. Dari 13 puskesmas dipilih dengan kriteria inklusi, sehingga diperoleh 12 puskesmas yang memenuhi kriteria. Selanjutnya dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok penelitian. Data yang diperoleh dikumpulkan diuji dengan uji-t, dianalisis dengan paired samples test untuk melihat efektifitas perlakuan terhadap kelompok kontrol dan kelompok intervensi, pada pre ke post . Data disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Hasil Penelitian : Pada kelompok intervensi DKK yang disertai UB terjadi peningkatan bermakna skor pengetahuan petugas pengelola obat puskesmas, 23,34 (75,83 ke 99,17). Intervensi DKK yang disertai UB dapat meningkat keterampilan petugas pengelola obat puskesmas dalam perencanaan obat, kesesuaian item obat yang tersedia dengan DOEN 8,33% (89,50% ke 97,83%), kecukupan obat dengan tingkat aman 13,67 % (83,33% ke 97,00%). Dan menurunnya rata-rata % ketepatan permintaan obat 17,67% (111,67% ke 94,00%), jumlah obat kadaluarsa 39,17% (39,17% ke 0%), jumlah obat rusak 35% (35% ke 0%).,menurunnya bobot variasi persediaan 93,33% (93,33% ke 0%). Sedangkan pada kelompok kontrol, analisa dengan uji-t dianalisa dengan paired samples test menunjukkan terdapat perbedaan yang tidak bermakna. Kesimpulan : Bahwa intervensi DKK yang disertai dengan umpan balik dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas pengelola obat dalam perencanaan obat di puskesmas.
Background: In general medicine planning at the health center at District of Tebo has not been well implemented. This is indicated from the fact that planning of medicine needs has not been based on real needs; it has not considered optimum needs. Objective: This study aimed to improve knowledge and skills of medicine managing staff in making medicine planning at the health center using small group discussion and feedback intervention. Indicators were measured through percentage of relevance of medicine items with national essential medicine list, percentage of medicine adequacy, percentage of relevant medicine demand, percentage of damaged medicine, percentage of expired medicine and percentage of weight average difference of stock variation. Method: The study was a quasi experiment with Non randomized control group pretest – posttest design. It was carried out at the health center of District of Tebo with medicine managing staff as subject of the study. Out of 13 health centers, 12 fulfilled inclusion criteria. They were than divided into 2 groups; control group and experiment group. Data obtained were processed using t-test and analyzed with paired samples test to find out the effectiveness of experiment to control group and intervention group in pre and post test. Data were presented in tables and graphics. Result: In the intervention groups with small group discussion and feedback there was significant increase of score and knowledge of medicine managing staff of the health center as much as 23.34 (from 75.83 to 99.17). Intervention using small group discussion and feedback could improve average percentage of skills medicine managing staff at the health center in medicine planning, relevance of medicine items available with national essential medicine list as much as 8.33% (from 89.50% to 97.83%), medicine adequacy and safe stock 13.67% (from 83.33% to 97.00%), average decrease of irrelevant medicine demand 17.67%(from 111.67% to 94.00%), quantity of expired medicine 39.17% (from 39.17% to 0%), quantity of damaged medicine 35% (from 35% to 0%), decrease of stock variation 93.33% (from 93.33% to 0%). Meanwhile in the control group the result of t-test with paired samples test showed there was no significant difference. Conclusion: Intervention using small group discussion and feedback could improve knowledge and skills of medicine managing staff in medicine planning at the health center
Kata Kunci : Pengelolaan Obat, Diskusi Kelompok Kecil, Perencanaan Obat, Puskesmas, medicine management, small group discussion, medicine planning, health centers