Kepatuhan minum obat antimalaria pada ibu hamil dengan kejadian bayi berat lahir rendah di Kab. Ende Propinsi Nusa Tenggara Timur
CAHYANI, Sisilia Leny, Prof. dr. Djaswadi Dasuki, MPH., Ph.D., Sp.OG(K)
2009 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran KlinikPenelitian ini bertujuan untuk diketahuinya pengaruh kepatuhan ibu hamil minum obat antimalaria dengan kejadian bayi berat lahir rendah di Kabupaten Ende Provinsi NTT. Jenis penelitian ini observasional dengan rancangan studi kohort retrospektif. Kelompok faktor risiko yang terpapar adalah ibu hamil penderita malaria yang tidak patuh minum obat antimalaria. Kelompok kontrol adalah ibu hamil penderita malaria yang patuh minum obat antimalaria. Jumlah sampel kelompok faktor risiko terpapar 160 dan kelompok kontrol 160. Variabel bebas kepatuhan ibu hamil minum obat antimalaria dengan variabel terikat bayi berat lahir rendah. Varibel kontrol lainnya jenis plasmodium malaria, usia kehamilan saat terinfeksi malaria, status sosial ekonomi, umur ibu, lamanya sakit malaria, kekambuhan dan pendidikan ibu. Pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling. Analisis data yang digunakan adalah univariat dengan distribusi frekuensi dan persentase, bivariat dengan uji Chi-square (Uji χ2) dan multivariat dengan regresi binomial. Risiko ibu hamil yang tidak patuh minum obat antimalaria dengan kejadian bayi berat lahir rendah 5.2 kali lebih besar dibanding ibu yang patuh minum obat antimalaria p=0.001 (RR=5.2; 95% IK=2.56-10.66). Variabel lain yang berhubungan dengan kejadian BBLR adalah jenis plasmodium dan pendidikan ibu. Plasmodium Falcifarum lebih besar pengaruhnya 2.1 kali untuk kejadian BBLR p=0.005 (RR=2.1 95% IK; 1.25-3.53). Ibu dengan tingkat pendidikan yang rendah lebih besar pengaruhnya 2.9 kali untuk kejadian BBLR p=0.059 (RR=2.9; 95% IK; 1.33 -5.09).
The study aimed to identify the effect of compliance of pregnant mothers with antimalaria drug taking and the incidence of LBW infants at District of Ende, NTT. This observational study used retrospective cohort design. The case group were 160 pregnant mothers suffering from malaria who did not comply with antimalaria drug taking. The control group were 160 pregnant mothers suffering from malaria who complied with antimalaria drug taking. The independent variable was compliance of pregnant mothers with antimalaria drug taking and the dependent variable was LBW infant. Other control variables were types of malaria plasmodium, gestation period when patients got infected with malaria, social economic status, age of mothers, duration of malaria infection, recurrence and education of mothers. Samples were taken using consecutive sampling technique. Data analysis used univariate with frequency distribution and percentage; bivariate with chi square test (X2 test) and multivariate with binomial regression. Risk Pregnant mothers who did not comply with taking anti malaria drug increased LBW infants 5.2 times greater than mothers who complied with taking anti malaria drug p=0.001 (RR=5.2; 95% CI=2.56-10.66). Other variables that had a relationship with LBW infants were type of plasmodium and mothers education. The affect of Plasmodium Falcifarum was 2.1 times greater toward LBW infants than Plasmodium Vivax and Mix p=0.005 (RR=2.1; 95% CI; 1.25-3.53). The affect of low education of mothers was 2.9 times greater toward LBW infants than moderate education of mothers p=0.059 (RR=2.9; 95% CI; 1.33 -5.09).
Kata Kunci : Kepatuhan,Ibu hamil,Malaria,Minum obat,Bayi berat lahir rendah, compliance, pregnant mothers, malaria, drug taking, low birth weight