Laporkan Masalah

Evaluasi proses perencanaan tingkat puskesmas di lingkungan Dinas Kesehatan Kota Jayapura Provinsi Papua

MEBRI, Ismael Isack, Prof. dr. Laksono Trisnatoro, MSc., Ph.D

2009 | Tesis | S2 Magister Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kese

Latar Belakang. Perencanaan Tingkat Puskesmas adalah suatu proses kegiatan yang sistematis untuk menyusun atau mempersiapkan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Puskesmas pada tahun berikutnya. Kenyataan yang ada pada 9 Puskesmas di Kota Jayapura terjadi, yaitu dalam melakukan perencanaan tingkat Puskesmas tidak berjalan sesuai dengan buku pedoman PTP. Hal ini disebabkan karena kurangnya koordinasi antara pihak Dinas Kesehatan Kota Jayapura dengan pihak Puskesmas. Dinas kesehatan Kota Jayapura dalam membuat perencanaan tahunan tidak melibatkan Puskesmas ataupun meminta rencana usulan kegiatan tiap Puskesmas pada tahun yang akan datang. Tujuan Penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi proses perencanaan program pada puskesmas-puskesmas di Lingkungan Dinas Kesehatan Jayapura apakah sesuai dengan buku pedoman Perencanaan Tingkat Puskesmas (PTP). Metode Penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif, dengan melakukan analisis perencanaan program tingkat Puskesmas dengan rancangan “cross-sectional”, dimana pengumpulan data dan analisis data akan dilakukan secara kualitatif. Hasil Penelitian. Hasil penelitian menunjukan (1) Pengetahuan SDM (Sumber Daya Manusia) yang terdapat di 9 Puskesmas dan 1 Dinas Kesehatan dalam hal pembuatan Perencenaan Tingkat Puskesmas masih dirasa kurang karena tidak adanya pedoman baku yang diberikan Dinas Kesehatan dan tidak pernah diadakan pelatihan tentang Perencanaan Tingkat Puskesmas; (2) Semua puskesmas dalam membuat Perencanaan Tingkat Puskesmas menggunakan data yang ada di puskesmas maupun data dari luar puskesmas atau dari masyarakat dalam bentuk SP2TP dan SIMPUS.; (3) Dalam membuat perencanaan, dari 9 puskesmas yang diteliti, tidak ada satupun puskesmas yang mengacu pada pedoman PTP. Dengan ketentuan 4 tahapan dalam PTP, hanya tahap keempat saja, yaitu Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK) yang dilakukan oleh semua puskesmas dalam membuat perencanaan; dan (4) Dalam pembuatan Perencanaan Tingkat Puskesmas belum ada suatu pedoman yang baku yang diturunkan dari Dinas Kesehatan dan juga tidak adanya pelatihan yang berkaitan dengan penyusunan Perencanaan Tingkat Puskesmas, serta data dan dana yang diusulkan ke dinas seringkali tidak diprioritaskan sehingga Puskesmas hanya melaksanakan rutinitas pelayanan yang ada di Puskesmas. Hal ini tidak sesuai dengan apa yang telah ditetapkan Departemen Kesehatan. Kesimpulan. Dalam membuat perencanaan, dari 9 puskesmas yang diteliti, tidak ada satupun puskesmas yang mengacu pada pedoman PTP.

Background: The planning at the level of health centers is a systematic process to prepare activities that will be carried out by the health center in the coming year. The fact indicates that 9 health centers at Jayapura Municipality do not make planning in accordance with the guideline of health center planning. This due to lack of coordination between Jayapura Municipal Health Office and the health center. The health office does not involve the health center or ask the health center to propose activities for the next year. Objective: The study aimed to find out whether the process of program planning at the health centers in Jayapura Municipal Health Office had been based on the planning guideline at the health center level. Method: The study was descriptive and used cross sectional design. Data obtained were analyzed qualitatively. Result: 1) Human resources at 9 health centers and 1 health office had limited knowledge in planning at the health center because of unavailability of planning guideline and there was no training or planning at the health center; 2) All health centers used data available at the health center and data from external sources or from the community in the form of SP2TP and SIMPUS for planning; 3) Out of 9 health centers, none referred to the health center planning guideline. From 4 stages of planning only the last (fourth) stage, i.e. planning for activity implementation, was carried out by all health centers in the planning process; and 4) There was no standard guideline issued by the health office that could be adopted in the planning at the health center and there was no training on planning at the health center. Data and budget proposed to the health office were of no priority so that the health centers only carried out routine services. This was irrelevant with what had been specified by the Ministry of Health. Conclusion: Out of 9 health centers observed none referred to the planning guideline in making planning for the health center.

Kata Kunci : Perencanaan Tingkat Puskesmas, SP2TP, Rencana Pelaksanaan Kegiatan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.