Pelaksanaan program pengendalian penyakit malaria :: Studi kasus di Puskesmas Galela dan Puskesmas Salimuli Kabupaten Halmahera Utara Provinsi Maluku Utara
KUDO, Said, Dra. Retna Siwi Padmawati, MA
2009 | Tesis | S2 Magister Kebijakan dan Manajemen Pelayanan KeseLatar Belakang. Pelaksanaan program pengendalian penyakit malaria di Kabupaten Halmahera Utara belum mencapai hasil maksimal seperti yang diharapkan karena masih ada beberapa Puskesmas yang tergolong High Incidence Area (AMI = > 50 0/00). Pencapaian program berdasarkan hasil pemeriksaan sediaan darah melalui passive case detection (PCD), pada tahun 2006 terdapat penderita klinis 5.755 dengan 1.167 sediaan darah yang diperiksa 395 yang positif malaria. Slide Positive Rate (SPR) = 6.9% annual malaria incidence (AMI) 65,0 permil Tujuan Penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program pengendalian penyakit malaria di Kabupaten Halmahera Utara. Metode Penelitian. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif menggunakan rancangan studi kasus dengan subjek penelitian kepala puskesmas, petugas mikroskopis kabupaten 1 orang, mikroskopis puskesmas 1 orang, pengelola program malaria dinas 1 orang, pengelola program malaria puskesmas 1 orang dan dari perwakilan masyarakat yang berada dilokasi Puskesmas Galela dan Puskesmas Salimuli Kabupaten Halmahera Utara. Penelitian ini menggunakan pedoman wawancara mendalam, alat perekam elektronik, kamera dan lembaran hasil kerja wawancara serta check list untuk pengamatan sarana dan prasarana yang ada di Puskesmas Kabaupaten Halmahera Utara. Hasil Penelitian. Pelaksanaan program pengendalian malaria di Kabupaten Halmahera Utara belum mengacu kepada perencanaan yang dianjurkan oleh departemen kesehatan, khususnya pengumpulan data, analisis situasi malaria termasuk adanya suvey epidemiologi. Sistem penentuan rencana kegiatan belum berdasarkan identifikasi masalah malaria yang ada. Perencanaan hanya berdasarkan rutinitas rencana kegiatan yang telah ada sebelumnya. Kegiatan program pengendalian malaria hanya sebatas penemuan dan pengobatan malaria sedangkan kegiatan pemberantasan vektor, supervisi dan evaluasi belum sepenuhnya dilaksanakan. Hal ini terjadi karena rangkap tugas pada sumber daya manusia yang selama ini ada. Kesimpulan. Pelaksanaan program pengendalian malaria disesuaikan dengan ketersediaan sumber daya manusia dan dana yang ada dengan cara meningkatkan kemampuan advokasi kepada pemerintah daerah dan DPRD guna mendapatkan dukungan dalam melaksanakan program.
Background. The implementation of malaria control program in North Halmahera is not reached in maximum outcome as expected, because there are still some health centre having high incidence area with Annuale Malaria Index (AMI) ≥ 50 per population. The achievement program based on the result of blood examined through passive case detection (PCD) on clinical patient in 2006 was 5755 with 1167 examined supply, of these 395 malaria were positive. slide positive rate (SPR) was 6.9% with AMI 65.0 permil. Research Objective. The aim of study to evaluate the malaria disease control program in North Halmahera Regency. Research Method. This research is a descriptive qualitative, using case study. The subjects were nine officiers such as the head of health centre, a regency microscopic officer, a microscopic officer in health centre, an officer of district malaria program management, an officer of health centre malaria program management, and two community representative who resided close to galela Heath Center North Halmahera District. This study is used in-depth interview, tape recorder, electronic camera and interview sheet and check list for the observation on the facilities and infrastructures in health centre of North Halamahera District. Research Result. The result showed that the implementation of malaria control program has not yet referred to planning program. Malaria control program was still inadequate because the health centre has not carried out the whole program. Those which have been carried out by health centre only covered finding the vectors, supervising and evaluating. This was occurred because the multiple duty of Staff in North Halmahera. Conclusion. The planning program of malaria control was in line with availability of human recourse and fund. The ability to advocate and lobbying in necessary to get the attention from the district government and local parliament (DPRD).
Kata Kunci : Malaria,Pengendalian,Pelaksanaan, Control, Implementation