Laporkan Masalah

Evaluasi pelaksanaan program keluarga sadar gizi di Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan Propinsi Kalimantan Tengah tahun 2007

GUNAWAN, dr. Mubasysyir Hasanbasri, MA

2009 | Tesis | S2 Magister Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kese

Latar belakang: Upaya mencegah semakin memburuknya keadaan gizi masyarakat di masa depan, Departemen Kesehatan menggulirkan RAN (Rencana Aksi Nasional) 2005-2009. Salah satu strategi pokok yang ditempuh untuk mencapai tujuannya adalah mewujudkan perilaku keluarga yang sadar gizi dengan menyelenggarakan pendidikan gizi bagi masyarakat melalui pemberdayaan keluarga, yang selanjutnya disebut program Kadarzi. Tujuan penelitian: Mengevaluasi pelaksanaan program Kadarzi, dari tahap perencanaan (input), pelaksanaan (process) dan tahap evaluasi (output) program Kadarzi di Puskesmas Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Propinsi Kalimantan Tengah tahun 2007. Metode penelitian: Penelitian evaluasi ini dengan metode deskriptif kualitatif. Subyek penelitian adalah petugas puskesmas (kepala puskesmas, petugas gizi, bidan), partisipasi masyarakat dari kader posyandu dan keluarga sasaran kadarzi. Lokasi penelitian di Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan. Hasil penelitian: Evaluasi terhadap tahap perencanaan (input) menunjukkan kecenderungan perbandingan antara realitas dengan kriteria tidak menunjukkan kesenjangan yang berarti, sehingga dikategorikan berkualifikasi baik. Evaluasi terhadap tahap pelaksanaan (process) menunjukkan tidak ada kesenjangan yang berarti antara realitas dengan kriteria, sehingga termasuk berkualifikasi baik pula. Evaluasi terhadap mutu hasil pelaksanaan (output) menunjukkan kecenderungan kurang baik. Belum ada koordinasi lintas sektor dengan swasta di tingkat Kecamatan, belum memfasilitasi organisasi musyawarah masyarakat desa/kelurahan untuk mendukung program Kadarzi. Perolehan pengetahuan tentang norma Kadarzi pada kualifikasi baik, dan bersikap positif terhadap norma Kadarzi. Namun, perilaku pola asuh gizi masih kurang baik. Kesimpulan: Mutu perencanaan dan pelaksanaan program Kadarzi cenderung baik, demikian pula hasil pelaksanaan program juga cenderung baik. Direkomendasikan pelaksanaan program Kadarzi dengan model manajemen mutu terpadu dapat terus dilakukan.

Background: In an effort to prevent the degrading nutrition condition of the community in the future, the Ministry of Health initiated National Action Plan 2005 – 2009. One of the main strategies to achieve the objective is practising the behavior of nutrition aware family by undertaking nutrition education for the community through family empowerment called nutrition aware family (Kadarzi) program. Objective: To evaluate the implementation of Kadarzi program that consisted of planning (input), implementation (process) and evaluation (output) phases of Kadarzi program at Katingan Tengah Health Center, District of Katingan, Province of Kalimantan Tengah 2007. Method: This evaluative study used descriptive qualitative method. Subject of the study were staff of the health center (head of health center, nutrition staff, midwives), cadres of integrated service post (Posyandu) and the family of Kadarzi program target. Location of the study was subdistrict of Katingan Tengah, District of Katingan. Result: The result of evaluation on planning phase showed no significant difference in reality and criteria so that it belonged to good category. The result of evaluation on implementation (process) phase showed there was no significant difference in reality and criteria so that it belonged to good category. The result of evaluation on the quality of implementation result (output) tended to less good. There was no coordination across sector with private institutions at Subdistrict level that facilitated community meeting organization at village level to support Kadarzi program. Knowledge about Kadarzi norms belonged to good qualification and attitude toward Kadarzi norms was positive. However, behavior in nutrition care pattern was still relatively unsatisfactory. Conclusion: Quality of planning and implementation of Kadarzi program tended to be good, and the result of implementation was less good. It was recommended that the implementation of Kadarzi program using integrated quality management model could be maintained continuously.

Kata Kunci : Evaluasi,Manajemen mutu terpadu,Keluarga sadar gizi (kadarzi),Norma pola asuhan gizi, evaluation, integrated quality management, nutrition aware family, nutrition care pattern


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.