Penggunaan air kelapa muda sebagai cairan untuk mencegah dehidrasi akibat olahraga dan meningkatkan durasi olahraga
RISKAWATI, Yhusi Karina, dr. Bambang Soepeno
2009 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran Dasar dan BiomedisPenelitian eksperimental ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan pemberian air kelapa muda (akm) yang diberikan sebelum dan selama olahraga sebagai cairan untuk mencegah dehidrasi yang terjadi akibat olahraga dan kemampuannya dalam meningkatkan durasi olahraga. Sebelas subyek sehat terlatih (mahasiswa FIK UNY dengan rerata usia dan IMT masing-masing 20,730±1,009 tahun dan 21,689±1,502 kg/m2) melakukan 2 kali latihan untuk penggunaan dua jenis cairan yang berbeda dalam waktu yang berbeda yang selanjutnya disebut kelompok akm dan kelompok aqua. Subyek mengayuh ergocycle (merk Monark 839, beban 2Kp, frekuensi 50rpm) pada suhu dan kelembaban ruangan 27,090 ± 0,301 °C; 75,18 ± 2,926 %rh (kelompok akm) 27,545±0,522°C; 74,55 ± 2,583%rh (kelompok aqua) hingga kelelahan (subyek menyatakan lelah, frekuensi denyut jantung mencapai 170 x/menit, atau tekanan darah mencapai 220/115mmHg). Dua jam sebelum penelitian subyek minum cairan (aqua atau akm) sebanyak 500ml/70kg BB (458.31±59.41ml) dilakukan pengukuran frekuensi denyut jantung, tekanan darah, status hidrasi (BB, Hct, Bj dan warna urine), dan kadar elektrolit Na+,K+ darah. Selama latihan subyek minum cairan (aqua atau akm) sebanyak 150ml/kg BB (137,49±17,82 ml) setiap 10 menit dan dilakukan pengukuran frekuensi denyut jantung tiap menit, tekanan darah tiap 5 menit. Setelah latihan dilakukan pengukuran frekuensi denyut jantung pemulihan per menit selama 3 menit, tekanan darah, status hidrasi (BB, Hct, Bj), dan kadar elektrolit Na,K darah. Pemberian air kelapa muda dapat mencegah dehidrasi setelah latihan namun sama efektifnya dengan aqua dalam mempertahankan status hidrasi normal setelah latihan dilihat dari %penurunan BB, peningkatan kadar Hct, dan Bj urin masing-masing -0,094%± 0,143; 44,240%± 2,397 dan 1,017 ± 0,009 pada kelompok aqua dan -0,040%± 0,500; 44,060% ± 2,670; dan 1,023 ± 0,007 pada kelompok akm dengan nilai p>0,05. Peningkatan kadar elektrolit terlihat nyata pada kelompok akm dengan kadar Na, K masing-masing 138,800 ± 1,912mEq/L; 5,120* ± 0,583mEq/L dibandingkan pada kelompok aqua 140,636 ± 4,738mEq/L; 4,400 ± 0,464mEq/L (*p<0,05). Hal tersebut diduga disebabkan karena relatif tingginya kadar K+ pada air kelapa muda. Pada kelompok yang minum air kelapa muda ternyata dapat melakukan latihan lebih lama yaitu 62,6±29,7menit dibandingkan kelompok aqua 37,55±20,78 menit dengan frekuensi denyut jantung yang lebih rendah selama latihan (135,1±8,0 x/menit kelompok aqua dan 127,0*±7,0 kelompok akm; *p<0,05). Hal tersebut dapat terjadi karena kandungan karbohidrat dan K pada air kelapa muda yang lebih tinggi daripada aqua. Frekuensi denyut jantung pemulihan tidak menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok (aqua 111±18,2x/menit; akm 126±16,7x/menit). Kesimpulannya, air kelapa muda dapat digunakan sebagai cairan untuk mencegah dehidrasi akibat olahraga dan dapat meningkatkan durasi olahraga.
This is an experimental study to disclose the use of young coconut water (CW) for avoiding dehydration during exercise and to increase the endurance performance. Ten healthy trained male volunteers (mean age and BMI 20,730±1,009 years and 21,689±1,502 kg/m2 respectively) exercise in two separate times with different fluids to drinks. Subjects exercise on an ergocycle (2Kp, 50rpm) in the mean environment condition 27,090 ± 0,301 °C; 75,18 ± 2,926 %rh (CW group) 27,545±0,522°C; 74,55 ± 2,583%rh (MW group) until exhausted. Two hour before experiment subjects are given 500ml/70kgBW fluid (CW or MW) and another 150ml/70kgBW fluid (CW or MW) each 10 minute during exercise. Blood (for examining Hct, Na, K) and urine sample (for examining usg) are taken before and after exercise. Body weights are also measured before and after exercise to examine hydration status. Exercise and recovery heart rates are recorded each minute during exercise and each minute during three minutes recovery. The CW group can maintain hydration status after exercise but there are no significant differences in hydration status indicators (% body weight change, Hct, Usg respectively) between two groups -0,094%± 0,143; 44,240%± 2,397; 1,017 ± 0,009 (MW) and -0,040%± 0,500; 44,060% ± 2,670; 1,023 ± 0,007 (CW); p>0,05. This indicates that coconut water is as effective as mineral water in maintaining hydration status. There is no difference in Na+ serum level but different significantly in K+ level. Na+ and K+ level reach 138,600 ± 1,897mEq/L; 5,120* ± 0,583mEq/L respectively in CW group and 140,636 ± 4,738mEq/L; 4,400 ± 0,464mEq/L (*p<0,05) in MW group. The high potassium content of coconut water that probably enhance the intracelular rehydration and maintain the hydration status during exercise. The exercise time is significantly different in each group (62,6±29,7 minute in CW group and 37,55±20,78 minute in MW group) and with low exercise hearts rate (CW 127,0*±7,0; MW 135,1±8,0;*p<0,05). It can be caused by carbohydrate and high potassium content of CW. There are no significant differences of recovery heart rates in all groups (CW 126±16,7; MW 111±18,2). In conclusion, fresh young coconut water can be use for avoiding dehydration caused by exercise and can increase the endurance performance.
Kata Kunci : Air kelapa muda,Dehidrasi,Cairan pencegah dehidrasi,Durasi olahraga