Laporkan Masalah

Kajian terhadap hasil schellong test dan kadar lemak darah

HERAWATI, Isnaini, dr. Suwono, AIFM

2009 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran Dasar dan Biomedis

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji apakah seseorang yang mempunyai hasil Schellong test abnormal mempunyai kadar lemak darah yang tinggi. Penelitian dilakukan terhadap 37 subjek laki-laki berusia 18 sampai 25 tahun. Rata-rata indeks masa tubuh subjek adalah 21.21. Masing- masing subjek diperiksa status saraf simpatisnya dengan Schellong test, dengan cara subjek berbaring selama 5 menit, kemudian berdiri selama 7 menit. Selama 12 menit itu diukur tekanan darah dan frekuensi denyut nadinya setiap menit dengan tensimeter digital merk Omron. Pemeriksaan dilakukan 2 jam setelah makan. Subjek diambil darahnya 5 cc setelah dilakukan pengukuran Schellong test dan diukur kadar lemak darahnya. Kadar lemak darah yang diukur adalah kolesterol, trigliserid, LDL, dan HDL. Rata-rata subjek mempunyai status saraf simpatis hypertone reaction (aktivitas saraf simpatis lebih meningkat). Peningkatan aktivitas saraf simpatis dapat memicu peningkatan lipolisis yang akan meningkatkan kadar asam lemak bebas dalam darah. Kadar kolesterol subjek rata-rata normal, sedangkan kadar HDL rata-rata rendah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah seseorang yang mempunyai hasil Schellong test abnormal belum tentu mempunyai kadar lemak darah yang tinggi. Namun demikian, hasil Schellong test abnormal dapat digunakan sebagai prediksi awal peningkatan kadar lemak darah di masa mendatang.

The research aim is to study is someone who has an abnormal Schellong test ‘s result has a high blood lipid concentration. 37 men with the age 18 to 25 years are the subjects with the average BMI 21.21. Subjects are treated with Schellong test, i.e : lying down 5 minutes and followed by standing during seven minutes. During these 12 minutes subjects are measured their blood pressure and count down their pulse rate every minutes. The test is done 2 hours after dining and 5 cc blood is taken before the test. Blood lipid concentration is measured, including the concentration of the cholesterol, triglyceride, LDL, and HDL. The result is that the average subjects have hypertone reaction, which means that the sympathetic activity is increased. Their cholesterol concentration is normal but the the HDL concentration is low. The conclusion is that someone who has an abnormal Schelong test’s result not be guaranted has a high blood lipid concentration. But, an abnormal Schellong test can be early prediction of increasing blood lipid concentration several years later.

Kata Kunci : Schellong test,Total cholesterol,Trigliserid,LDL Cholesterol,HDL cholesterol


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.