Laporkan Masalah

Pengaruh aplikasi topikal ekstrak minyak biji bunga matahari (Helianthus annuus) terhadap penyembuhan luka

PRAMONO, Arif, Dr. drg. Siti Sunarintyas, M.Kes

2009 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran Gigi

Penyembuhan luka merupakan proses pergantian jaringan yang rusak atau mati oleh jaringan yang baru. Proses ini terdiri dari tiga fase yang saling tumpang tindih yaitu fase inflamasi, fase proliferasi dan fase maturasi atau remodeling. Biji bunga matahari mengandung β-sitosterol, flavonoid dan linoleic acid yang mampu memacu proses penyembuhan luka dan sudah dipakai pada pengobatan tradisional. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh aplikasi topikal minyak biji bunga matahari (Helianthus Annuus) terhadap penyembuhan luka. Dua belas ekor tikus putih jantan strain Spraque Dawley umur 3 bulan dengan berat badan 200-300 gram dibuat luka eksisi punch biopsy pada kulit punggung 0,5 cm kanan dan kiri dari kolumna vertebralis dan 2,5 cm dari telinga. Luka eksisi dibagi menjadi dua kelompok, kelompok kontrol yaitu satu luka eksisi pada punggung sebelah kiri selanjutnya tanpa diberi obat-obatan dan kelompok perlakuan yaitu satu luka eksisi pada punggung sebelah kanan yang ditetesi minyak biji bunga matahari. Tikus dibagi menjadi 3 kelompok terdiri dari 4 ekor tikus sesuai periode dekapitasi yaitu hari ke-3, 7 dan 12 setelah perlukaan. Jaringan luka dibuat preparat histologis untuk mengetahui fase inflamasi pada penyembuhan luka dengan menghitung jumlah sel leukosit PMN, fase proliferasi dengan menghitung jumlah pembuluh darah baru, fibroblas dan mengukur ketebalan lapisan epitel dan fase maturasi dengan menilai kepadatan serabut kolagen. Data jumlah sel leukosit PMN, pembuluh darah baru, fibroblas dan ketebalan lapisan epitel dianalisis menggunakan Anava dua jalur kemudian dilanjutkan dengan uji LSD. Data kepadatan serabut kolagen dianalisis menggunakan analisis statistik Kruskal-Wallis kemudian dilanjutkan dengan uji Mann Whitney U. Analisis statistik Anava dua jalur membuktikan adanya perbedaan yang bermakna (p<0,05) pada setiap periode dekapitasi dan kelompok, untuk pembuluh darah baru, fibroblas dan ketebalan lapisan epitel. Uji LSD menunjukkan kelompok minyak biji bunga matahari berbeda bermakna (p<0,05) terhadap kelompok kontrol. Untuk jumlah leukosit PMN perbedaannya tidak bermakna(p>0,05). Analisis statistik Kruskal-Wallis membuktikan adanya perbedaan bermakna pada kepadatan serabut kolagen antara kelompok minyak biji bunga matahari dan kelompok kontrol pada setiap periode dekapitasi. Kesimpulan dari penelitian adalah aplikasi topikal minyak biji bunga matahari tidak dapat mempercepat fase inflamasi tetapi dapat mempercepat fase proliferasi dan fase maturasi sehingga penyembuhan luka akan lebih cepat.

Wound healing is a process of restoring damaged or dead tissues by new tissues. The process consists of three overlapping phases, i.e. phase of inflammation, proliferation and maturation (remodeling). Sunflower seeds contain ß-sitoserol, flavonoid and linoleic acid that can stimulate the process of wound healing and have been used in traditional medication. This research is carried out to study the influence of topical application of sunflower oil (Helianthus annuus) on wound healing. Twelve male white rats Strain Spraque Dawley, age 3 months and weighing of 200-300 grams, wound excision using punch biopsy is made on the back skin, 0.5 cm right and left side from columna vertebralis and 2.5 from ears. Wound excision is divided into two groups, control group, ie. one wound excision on the left back without treatment and the treated group which consist of the wounds layered by drops of sunflower oil. Rats are divided into three groups consisting of four rats based on the decapitation period, i.e. third, seventh, and twelfth days after being wounded. The wounded tissues were made into histological slides to find out the inflammation on wound healing by counting the number of PMN leukocytes, proliferation phase by counting the number of new blood-vessels, fibroblast, and measuring the thickness of epithelium, and maturation phase by assessing the density of collagen fibers. The data of the number of PMN leukocytes, new blood-vessels, fibroblast, and thickness of epithelium were analyzed using two-way ANOVA followed by LSD Test. Data of collagen fiber density was analyzed by Kruskal-Wallis statistic and then Mann Whitney U Test. Statistical analysis of two-way ANOVA proves the significant differences (p<0.05) on each period of decapitation and group for new blood-vessels, fibroblast, and thickness of epithelium. LSD test shows significant differences (p<0.05) of sunflower oil group compared to control group. The number of PMN leukocytes does not show any significant differences (p>0.05). Statistic analysis of Kruskal-Wallis proves the significant differences on collagen fiber density between sunflower oil group and control group in each period of decapitation. The results suggest that topical application of sunflower oil is not able to fasten the inflammation phase, but fasten the proliferation and maturation phase so that wound healing will be faster.

Kata Kunci : Penyembuhan luka,Helianthus annuus,Leukosit PMN,Kolagen,wound healing,Helianthus annuus,PMN leukocytes,collagen


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.