Peningkatan kemampuan guru SD dalam pencegahan penyakit kecacingan pada murid sekolah dasar di Kecamatan Teluk Bintan Kabupaten Bintan
ISKANDAR, Khasam, Dr. Ova Emilia, M.Med, Ph.D, Sp.OG
2009 | Tesis | S2 Magister Perilaku Promosi KesehatanLatar belakang: Penyakit kecacingan merupakan penyakit yang masih menjadi masalah di dunia khususnya di negara-negara berkembang. Dampak dari penyakit kecacingan dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan anak. Sekitar 18 juta (60%) dari 30 juta anak sekolah dasar di Indonesia menderita kecacingan. Untuk memutuskan mata rantai penularan dapat melalui upaya perubahan pengetahuan, sikap dan perilaku. Promosi kesehatan melalui pendidikan dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku guru dalam pencegahan dini pada murid sekolah dasar. Tujuan: Untuk mengetahui peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku guru Sekolah Dasar dalam Pencegahan Penyakit Kecacingan di Kecamatan Teluk Bintan Kabupaten Bintan melalui Pelatihan. Metode penelitian: Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experimental) dengan rancangan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan kelompok kontrol yang mengambil lokasi penelitian di Kecamatan Teluk Bintan Kabupaten Bintan. Sampel pada penelitian ini sebanyak 60 subjek yang terdiri dari 30 subjek sebagai kelompok eksperimen dan 30 subjek sebagai kelompok kontrol. Cara pengambilan sampel simpel random sampling, pengumpulan data mengunakan instrumen kuesioner. Analisis data dilakukan dengan uji t test independent dan paired t-tes dengan taraf signifikansi p=0,05. Hasil: Promosi kesehatan pencegahan penyakit kecacingan pada guru sekolah dasar dapat meningkatan skor pengetahuan (3,63) dengan nilai p= 0,011, meningkatkan skor sikap (5,57) dengan nilai p= 0,012 dan meningkatkan skor perilaku (1,43) dengan nilai p= 0.159. Kesimpulan: Peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku tentang penyakit kecacingan lebih tinggi pada guru SD yang mendapat pelatihan dibanding dengan guru SD yang hanya mendapat poster dan leaflet saja.
Background: Intestinal worm disease is a world problem, particularly in developing countries. The impact of the disease can disrupt development and growth of children. Approximately 18 million elementary school students in Indonesia suffer from the disease. To cut off the chain of infection efforts have to be made to improve knowledge, attitude. Health promotion through education can improve knowledge, attitude and behavior of teachers for early prevention against intestinal worm disease in elementary school students. Objective: To identify the improvement of knowledge, attitude, and behavior of elementary school teachers in the prevention of intestinal worm disease at Subdistrict of Teluk Bintan District of Bintan through training. Method: The study was a quasi experiment using before and after intervention with control group design. Location of the study was Subdistrict of Teluk Bintan District of Bintan. Samples consisted of 60 subjects divided into 2 groups of 30. One group was as experiment group and the other as control group. Samples were taken through simple random sampling technique and data were obtained through questionnaire. Data analysis used independent and paired t-test at significance p=0.05. Result: Health promotion in helmint prevention among the elementary school teachers were able to improve knowledge score (3.63) with p= 0.011, attitude score (5.57) with p= 0.012 and behavior score (1.43) with p= 0.159. Conclusion: The improvement in knowledge, attitude and behavior about intestinal worm disease was higher in elementary school teachers that got training than in those that only got posters and leaflet.
Kata Kunci : promosi kesehatan,perilaku,kabupaten Bintan,health promotion,behavior,attitude,knowledge,intestinal worm disease