Laporkan Masalah

Intensi pegawai dan keluarga pasien untuk patuh terhadap area bebas asap rokok di RSUD Tamiang Kabupaten Aceh Taming

WARSINO, Dra. Yayi Suryo Prabandari, M.Si, Ph.D

2009 | Tesis | S2 Magister Perilaku Promosi Kesehatan

Latar Belakang: Perokok pasif merupakan orang yang paling dirugikan oleh perilaku merokok di tempat umum, karena mempunyai risiko yang sama untuk terkena penyakit akibat rokok. Hasil studi pendahuluan di RSUD Tamiang menunjukkan bahwa pegawai yang merokok di tempat kerja sebanyak 52 orang di antara 85 laki-laki dan lebih dari 60% keluarga pasien yang berkunjung ke rumah sakit merokok. Kebijakan area bebas rokok belum diterapkan di RSUD Tamiang, padahal rumah sakit adalah tempat pelayanan kesehatan yang sangat memerlukan area bebas rokok. Tujuan: Mengetahui intensi pegawai dan keluarga pasien untuk patuh terhadap area bebas asap rokok di RSUD Tamiang dan faktor yang mempengaruhinya. Metode Penelitian: Rancangan penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dengan cara simple random sampling pada pegawai RSUD Tamiang dan kombinasi simple random sampling dan sistematik pada keluarga pasien. Populasi penelitian adalah pegawai rumah sakit sebanyak 275. Rata-rata kunjungan pasien setiap bulannya 450 orang, dengan jumlah sampel 57 orang pada pegawai rumah sakit dan 61 orang pada keluarga pasien. Pengambilan data dengan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat dengan uji chi square dan analisis multivariat dengan uji regresi logistik. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik responden dengan intensi untuk patuh terhadap area bebas asap rokok, yaitu umur (p = 0,035), jenis kelamin (p = 0,018) dan pendidikan (p = 0,025). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dengan intensi untuk patuh terhadap area bebas asap rokok dengan p = 0,059 dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan intensi untuk patuh terhadap area bebas asap rokok dengan p = 0,130. Analisis multivariat dengan menggunakan uji regresi logistik menunjukkan hanya pendidikan (p = 0,030) yang paling dominan dalam mempengaruhi seseorang dalam intensi untuk patuh terhadap area bebas asap rokok di RSUD Tamiang. Kesimpulan: Faktor yang paling dominan mempengaruhi intensi untuk patuh terhadap area bebas asap rokok adalah pendidikan. Terdapat hubungan yang signifikan antara umur, jenis kelamin dan pendidikan dengan intensi untuk patuh terhadap area bebas asap rokok. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap dengan intensi untuk patuh terhadap area bebas asap rokok

Background: Passive smokers are the most disadvantaged group influenced by smoker who are smoking in public areas because they have equal risk for diseases caused by smoking. The result of preliminary study shows that out of 85 male staff, 52 smoke at work and 60% of families of the patients smoke while they are visiting the hospital. The policy of smoke free areas is not yet implemented at Tamiang Hospital; whereas a hospital is a health service provider that requires smoke free area. Objective: To find out the intention of staff and families of the patients to comply with smoke free area at Tamiang Hospital and factors that affected the intention. Method: The study was quantitative that used cross sectional design and simple random sampling technique. Population of the study were hospital staff and families of the patients. Samples consisted of 57 (out of 275) hospital staff and 61 families of the patients. Data were obtained through questionnaire and analyzed by univariate, bivariate with chi square and multivariate with logistic regression test. Result: There was significant association between characteristics of respondents and intention to comply with smoke free area, i.e. age (p = 0.035), sex (p = 0.018) and education (p = 0.025). There was no significant association between attitude and intention to comply with smoke free area p = 0.059 and there was no significant association between knowledge and intention to comply with smoke free area p = 0.130. The result of multivariate analysis using logistic regression test showed that education (p = 0.030) most dominantly affected the intention to comply with smoke free area at Tamiang Hospital. Conclusion: Factors most dominantly affected the intention to comply with smoke free area were education. There was significant association between age, sex and education and intention to comply with smoke free area. There was no significant association between knowledge and attitude and intention to comply with smoke free area.

Kata Kunci : intensi,area bebas asap rokok,karakteristik,sikap dan pengetahuan, intention, smoke free area, attitude, knowledge, characteristics


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.