Faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi lansia di Panti Sosial Meuligoe Jroeh Naguna Banda Aceh Nanggroe Aceh Darussalam
KHAIRANI, Toto Sudargo, SKM, M.Kes
2009 | Tesis | S2 Magister Perilaku Promosi KesehatanLatar belakang: Jumlah lansia di Indonesia cenderung meningkat dari tahun ke tahun, pada tahun 1990 jumlah lansia 6,3% (11,3 juta orang), dan tahun 2000 meningkat menjadi 7,6% (15,2 juta orang). Jumlah lansia tahun 2015 diperkirakan mencapai 24,5 juta orang. Jumlah lansia di Indonesia tahun 2020 diperkirakan akan menempati urutan ke 6 terbanyak di dunia. Peningkatan umur harapan hidup akan timbul beberapa kesenjangan, diantaranya kesenjangan psikologis, sosial dan ekonomi. Kesenjangan pada lansia mengharuskan lansia tinggal di Panti Sosial. Lansia yang tinggal di panti sosial, terdapat 50% lansia diperkirakan memiliki berat badan dibawah rata-rata dan lebih dari 50% menimbulkan gejala-gejala malnutrisi. Tujuan penelitian: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi pada lansia di Panti Sosial Meuligoe Jroeh Naguna Banda Aceh. Metode penelitian: Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan cross sectional dan pendekatan kuantitatif. Tekhnik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total populasi terhadap lansia yang tinggal di Panti Sosial Meuligoe Jroeh Naguna Banda Aceh. Sampel yang memenuhi kriteria inklusi berjumlah 45 orang. Pengumpulan data menggunakan instrument ADL/IADL, fungsi kognitif, kesehatan oral, psikologis, sosial dan ekonomi. Data asupan zat gizi menggunakan recall makanan 3 kali 24 jam. Data status gizi menggunakan indikator BMI. Analisis data menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian: Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara faktor ekonomi dengan asupan energi (p= 0,000) < α (0,05), menunjukkan hubungan yang kuat (r= 0,501) dan hubungan berpola positif. Ada hubungan antara faktor ekonomi dengan asupan protein (p= 0,006) < (α= 0,05) dan hubungan sedang (r= 0,407) dan hubungan berpola positif. Ada hubungan antara faktor asupan energi dengan status gizi lansia (p= 0,043) < α (0,05), menunjukkan hubungan yang sedang (r= 0,303) dan bepola positif. Kesimpulan : Status gizi lansia mempunyai kecenderungan normal. Faktor yang mempengaruhi status gizi lansia adalah asupan energi, dan faktor ekonomi
Background : The number of elderly in Indonesia tend to increased from year to year, and in 1990 the number of elderly was 6,3% (11,3 million people) and it was increased up to 7,6% in the year of 2000 (15,2 million people). The number of elderly in Indonesia in the year of 2020 was the biggest sixth in the world. The improvement of life expectancy age created some gaps such as psychological, social and economic. These gaps required the elderly to live in social home care. 50% of the elderly who lived in social home care was below the average weight and more than 50% had malnutrition (lack of protein and calory). Nutrition status in the elderly was influenced by some factors such as biologycal, psychological, social, economy as well as nutrition intake. Objective: This research was aimed to find out factors that had correlation with nutrition status of elderly in social home care of Meuligoe Jroeh Naguna Banda Aceh. Method: This was an observational research that used cross sectional design and used quantitative approach. The sample was taken with total population toward elderly who lived in the social home care of Meuligoe Jroeh Naguna Banda Aceh. The sample who fulfilled the inclusive criteria was 45 people and the data was collected by using instrument of cognitive function, oral health, pscyhological, social and economy. In addition, the data of nutrition intake used food recall of 3 times in 24 hours. Data of nutrition status was using BMI (body mass index) indicator and data analysis used Pearson correlation test. Result : The result of bivariat analysis showed that there was a significant correlation (p= 0,032) < α (0,05), and there was a medium and positive correlation (r=0,320) . The higher the social factor of elderly, hence, the nutrition status of elderly was getting higher. Conclusion : Nutrition status of elderly who lived in the social home care of Meuligoe Jroeh Naguna Banda Aceh had normal tendency. Furthermore,factors that influenced the nutrition status of elderly in the social home care of Meuligoe Banda Aceh was the social factor of elderly.
Kata Kunci : status gizi, lansia, panti sosial, Nutrition status, elderly, and social home care