Pertumbuhan dan hasil empat varietas padi (Oryza sativa L) pada sistem pertanian organik, semiorganik dan pertanian konvensional
PURWANTO, Prof. Dr. Ir. Tohari, M.Sc
2009 | Tesis | S2 AgronomiPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil empat varietas padi yang ditanam pada sistem pertanian organik, semiorganik dan konvensional, serta mengkaji pengaruhnya terhadap kesuburan tanah. Penelitian ini merupakan percobaan lapangan dan merupakan percobaan antar lokasi. Lokasi penelitian ini adalah tiga lokasi dengan dasar cara budidaya yang berbeda yaitu budidaya tanaman padi secara organik, semiorganik, dan konvensional. Varietas tanaman padi yang dicoba pada setiap lokasi adalah varietas Pandanwangi, Mentikwangi, Arimbi dan Ciherang. Rancangan percobaan yang digunakan di setiap lokasi adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan tiga ulangan. Data hasil pengamatan dianalisis dengan analisis varians dan apabila berbeda nyata maka dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem budidaya organik berpengaruh meningkatkan kandungan N total tanah tetapi kadar bahan organik tanah cenderung menurun dan lebih rendah dari sistem budidaya semiorganik dan konvensional. Tingkat pertumbuhan tanaman pada lahan organik lebih rendah dibandingkan pada lahan semiorganik dan konvensional. Produktivitas tanaman pada lahan organik ternyata belum bisa mengimbangi produktivitas pada lahan semiorganik maupun konvensional. Varietas Pandanwangi merupakan varietas yang cocok untuk budidaya organik dengan tingkat hasil mencapai 4,59 ton per ha. Kualitas hasil sistem budidaya padi organik lebih tinggi dibandingkan sistem budidaya semiorganik dan konvensional. Komposisi gulma lahan sistem budidaya organik pada 30 hst tidak ada perbedaan tetapi pada umur 60 hst dan 90 hst berbeda dan didominasi oleh gulma tekian dan rumputan. Pada sistem budidaya semiorganik dan konvensional komposisi gulmanya berbeda baik pada umur 30 hst, 60 hst dan 90 hst. Lahan sistem budidaya semiorganik lebih didominasi oleh gulma tekian dan rumputan sedangkan lahan budidaya konvensional lebih didominasi oleh gulma daun lebar.
The aims of this research are to know the growth and yield of four rice varieties in organic, semiorganic and conventional farmings, and to study the effect of organic, semiorganic and conventional farmings to the soil fertility. This research was conducted at three location with three types of farming such as organic, semiorganic and conventional farmings. Rice varieties were Pandanwangi, Mentikwangi, Arimbi and Ciherang. This research was arranged by using Randomized Completely Block Design in each location. The data was analyzed using F test and if significant continued using DMRT at 5 % significant level. The result showed that organic farming increased total soil nitrogen, but the soil organic matter tended to decrease. The yield of rice in organic farming was lower than semiorganic and conventional farmings. Pandanwangi variety was the suitable variety to be planted in organic farming with the productivity reached 4.59 ton/ha. Yield quality of organic farming was better than semiorganic and conventional farmings. Weeds composition in organic farming at 30 days after sowing was not different, but at 60 days and 90 days after sowing was different and dominated by sedges and grasses. Weeds composition in semiorganic and conventional farmings was different at 30, 60 and 90 days after sowing. In semiorganic farming, it was dominated by sedges and grasses, but in conventional farming was dominated by broadleaf weeds
Kata Kunci : Organik,Semiorganik,Konvensional,Varietas,Produktivitas,organic,semiorganic,conventional,rice variety,productivity