Analisis pendapatan usahatani Dusung di Kota Ambon
WATTIMENA, Lanny, Prof. Dr. Ir. Masyhuri
2009 | Tesis | S2 Ekonomi PertanianPenelitian ini dilakukan di tiga desa di Kota Ambon yaitu desa Soya Kecamatan Sirimau, desa Seri Kecamatan Nusaniwe dan desa Hutumuri Kecamatan Teluk Ambon Baguala. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive, sampel diambil sebanyak 45 petani. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui besarnya biaya dan pendapatan yang diperoleh petani dari usahatani dusung, mengetahui tingkat kemiskinan petani yang mengusahakan usahatani dusung dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi usahatani dusung. Selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan analisis pendapatan usahatani, tingkat kemiskinan menurut Sayogyo, berdasarkan konsep Bank Dunia dan menurut Upah Minimum Provinsi Maluku serta analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani dusung di Kota Ambon masih produktif sebagai sumber pendapatan karena memberikan kontribusi yang tinggi bagi petani dibandingkan dengan UMP yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Maluku. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pendapatan petani dari usahatani dusung adalah luas lahan, umur, penyusutan peralatan, jumlah tanggungan keluarga, lamanya berusahatani dusung, pendidikan dan dummy. Pendapatan usahatani dusung berada diatas tingkat kemiskinan disebabkan pendapatan petani dari usahatani dusung per tahun yang disetarakan dengan kilogram beras di atas 480 kg berdasarkan kriteria Sayogyo, bahkan diatas tingkat kemiskinan menurut Bank Dunia dan diatas Upah Minimum Provinsi Maluku. Ini menunjukkan bahwa petani dusung sejahtera karena pendapatan usahatani dusung masih memberikan peranan penting dalam peningkatan kesejahteraan rumah tangga petani di daerah penelitian
This research was conducted in three villages in Ambon City, i.e. Soya village in Sirimau Sub-District, Seri village in Nusaniwe Sub-District and Hutumuri village in Ambon Baguala Bay Sub-District. Research sites were determined purposively and 45 farmers were chosen as sample. Research objectives are to calculate the amount of cost and income earned by farmers of dusung farming system, to asses poverty level of farmers who work on dusung farming system and to evaluate factors that affect dusung farming system. Data was analyzed by using farming system income analysis, the poverty level according to Sayogyo, the poverty level based on World Bank conception and the poverty level according to Minimum Wage of Maluku Province and regression analysis. Research result showed that dusung farming system in Ambon City was still productive as an income source due to its big contribution to farmers compared to UMP established by Maluku Province Government. Factors affected the farmers income of dusung farming system were width of the area, age, equipment reduction cost, number of family member as their responsibility, work experience in dusung farming system, education and dummy. Farmers in those research sites were categorized non – poor due to their incomes each year were higher than 480 kg of rice according to Sayogyo criterion and those incomes were above the poverty level conceived by World Bank and above Minimum Wage of Maluku Province. This result showed that dusung farmers were in good welfare because the income of dusung farming system plays an important role in the welfare elevation of farmer households in research sites.
Kata Kunci : Dusung,Pendapatan,Tingkat kemiskinan, Dusung, Income, Poverty level