Analisis disparitas pendapatan, kemiskinan dan ketahanan pangan pada masyarakat transmigran di Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan
SONU, Karolus, Prof. Dr. Ir. Irham, M.Sc
2009 | Tesis | S2 Ekonomi PertanianTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui derajat disparitas pendapatan, kategori kemiskinan, dan kategori ketahanan pangan pada masyarakat Transmigrasi. Penelitian ini dilakukan pada lima satuan pemukiman transmigrasi di Kecamatan Tanjung Selor. Daerah penelitian ditentukan secara purposive sampling. Jumlah responden sebanyak 80 rumah tangga transmigran yang diambil secara random sampling. Untuk mendapatkan informasi dari lapangan digunakan kuessioner dengan wawancara langsung. Analisi data bersifat deskrptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa distribusi pendapatan paada masyarakat transmigrasi cukup merata, hal ini dibuktikan dengan nilai koefisien Gini yang kurang dari 30 persen. Pendidikan dan jumlah anggota keluarga yang bekerja berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan, sedangkan luas lahan tidak berpengaruh terhadap kemiskinan pada masyarakat Transmigrasi di kecamatan Tanjung Selor. Menurut kategori Sajogyo masih terapat 1,25% rumah tangga transmigran masuk kategori paling miskin. Dan secara keseluruhan jumlah rumah tangga yang hidup dibawah garis kemiskinan 35,80 persen dan yang hidup diatas garis kemiskinan 64,20 persen. Menurut garis kemiskinan yang ditetapkan oleh BPS jumlah rumah tangga yang hidup dibawah garis kemiskinan 11,62 persen dan yang hidup diatas garis kemiskinan 88,38 persen. Menurut Garis kemiskinan yang ditetapkan oleh Bank Dunia $2 perkapita perhari, jumlah rumah tangga yang hidup dibawah garis kemiskinan 91,49 persen dan yang hidup diatas garis kemiskinan hanya 8,51%. Indeks ketersediaan pangan (IAV) untuk Gunung Sari dan Bumi Rahayu defisit sedangakan Selimau (I, II, dan III) surplus pangan.Indeks Akses Pangan (IFLA) untuk Gunung Sari dan Selimau I masuk kategori sangat tahan, sedangkan Bumi rahayu, Selimau I dan Selimau II masuk kategori Tahan. Indeks Pemanfaatan Pangn (IFU) Gunung Sari, Bumi Rahayu dan Selimau I masuk kategori Tahan, sedangkan Selimau II dan III masuk Kategori cukup Tahan . Indeks Ketahanan Pangan (IFI) untuk Gunung Sari dan Bumi Rahayu masuk kategori agak rawan pangan. Selimau I masuk kategori tahan pangan Sedangkan Seliamau II dan Selimau III masuk Kategori cukup tahan Pangan.
The objective of the study is to understand disparity rate of income, poverty category, and food sustainability within transmigration community. This study was taken in five residential units of transmigration in Tanjung Selor sub-district. Study area was determined through purposive sampling. Total respondent is 80 households, taken by using random sampling principle. In order to collect information from the study are questionnaires and direct interview were taken. Data analysis was done descriptive qualitatively. The result suggests that income distribution within transmigration society is evenly distributed, this can be seen on Gini coefficient which less than 30 percent. Education and number of household member who working are significantly correlated with poverty; whereas land wide has no significant correlation towards transmigration society in Tanjung Selor sub-district. According to Sajogyo category, there is still 1,25% of transmigration households categorized into the poorest. In overall, number of household live below the poverty line is approximately 35,80% and those who live above it is approximately 64,20%. Based on poverty line defined by BPS, number of household live below the poverty line is approximately 11,62% and those who live above it is approximately 88,38%. According to Poverty Line defined by World Bank of $ 2 per capita per day, number of household live below the poverty line is approximately 91,49% and those who live above it is approximately 8,51%. Index of food availability (IAV) for Gunung Sari and Bumi Rahayu is deficit, whereas Selimau (I, II, and III) is surplus. Index of food access (IFLA) for Gunung sari and Selimau I is categorized into very sustain, whereas Bumi Rahayu, Selimau I and Selimau II is categorized into sustain. Index of food use (IFU) for Gunung Sari, Bumi Rahayu and Selimau I is categorized into sustain, whereas Selimau II and III is categorized into rather sustain. Index of food sustainability for Gunung Sari and Bumi Rahayu is categorized into rather critical, whereas Selimau II and Selimau III is categorized into rather sustain.
Kata Kunci : Disparitas pendapatan5Kemiskinan dan ketahanan pangan,Income disparity,Poverty and Food sustainability.