Laporkan Masalah

Efisiensi faktor-faktor produksi usahatani padi sawah di Kabupaten Kupang

KARIO, Nelson Hasdy, Prof. Dr. Ir. Sri Widodo, M.Sc

2009 | Tesis | S2 Ekonomi Pertanian

Usahatani sawah dikenal sebagai salah satu pendukung sub sektor tanaman pangan di Nusa Tenggara Timur. Namun sejauh ini belum berkembang sebagaimana yang diharapkan. Kendalanya antara lain disebabkan karena ketidakefisienan penggunaan sarana produksi Penelitian ini bertujuan : 1. Mengetahui perbedaan pendapatan antara usahatani sawah tadah hujan dan irigasi, 2. Mengetahui faktorfaktor teknis dan sosial ekonomi yang mempengaruhi produksi usahatani irigasi dan tadah hujan, 3. Mengetahui faktor-faktor teknis dan sosial ekonomi yang mempengaruhi pendapatan usahatani irigasi dan tadah hujan, 4. Mengetahui efisiensi alokatif usahatani sawah irigasi dan tadah hujan Penelitian ini menggunakan data Cross-Section dari 80 petani contoh yang terdiri atas 40 petani sawah irigasi dan 40 petani sawah tadah hujan. Untuk mengetahui perbedaan pendapatan antara usahatani sawah tadah hujan dan irigasi digunakan uji beda, untuk mengetahui faktor-faktor teknis dan sosial ekonomi yang mempengaruhi produksi dan pendapatan usahatani irigasi dan tadah hujan digunakan analisis regresi Ordinary Least Square (OLS) dan untuk mengetahui efisiensi alokatif usahatani sawah irigasi dan tadah hujan digunakan test efisiensi alokatif. Hasil analisis uji beda menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan pendapatan antara sawah irigasi dan tadah hujan, faktor-faktor yang mempengaruhi produksi adalah luas lahan (positif), tenaga kerja (negatif) sedangkan faktor sosial ekonomi adalah pendidikan, jumlah tanggungan dan pengairan (positif). Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan adalah : luas lahan (positif) sedangkan sosial ekonomi adalah : jumlah tanggungan keluarga (positif) dan umur dan varietas (negatif). Tes efisiensi menunjukkan lahan belum efisien sedangkan tenaga kerja tidak efisien.

Rice-field farming system is known as one of elements supporting food crops sub sector in Nusa Tenggara Timur. However, so far it still not well developed yet as expected. One of problems causing this condition is inefficient use of production facility. This study aims : 1. investigate the differences between rainfed and irrigation, 2. identify technical and socialeconomic factors influencing production between irrigation and rainfed, 3. identify technical and social-econimic factors effecting farm income between irrigated and rainfed, and 4. analysis allocative efficiency between irrigated and rainfed rice farm. This study uses cross section data from 80 sample farmers, consist of 40 farmers of irrigated rice and 40 farmers of rainfed. To investigate difference of income was using difference test ; Ordinary Least Square (OLS) regression analysis was taken to find technical and socialeconomis factors influencing production and income between irrigated and cistern farming ; and finally to investigate allocative efficiency between irrigation rice-field and rainfed, there was also allocative efficiency test. Result from difference test analysis suggests that there is no income difference between irrigated and rainfed ; factors effecting production are farm size (positive) and labor (negative), whereas the social-economic factors are education, burden, number and irrigation (positive). Factor affecting income is farm size (positive), whereas for social-economic are number of family burden (positive), age and variety (negative). Efficiency test shows that the land is not efficient yet, whereas labor is not efficient allocatively.

Kata Kunci : Usahatani,Irigasi,Tadah hujan,Petani,Produksi,Pendapatan,Efisiensi alokatif, Farmyng, Irrigated, Rain rice-farming, rainfed rice-farm, Farm, Production, Income, Allocative efficiency.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.