Laporkan Masalah

Kelimpahan makrofauna tanah pada berbagai pola tanam berbasis sengon (Paraserianthes falcataria L. Nielsen) :: Studi kasus di Hutan Rakyat Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta

WAHYUNINGTYAS, Reni Setyo, Prof. Dr. Ir. M. Sambas Sabarnurdin, MSc

2009 | Tesis | S2 Ilmu Kehutanan

Sengon (P. falcataria L. Nielsen) telah menjadi jenis yang paling diminati masyarakat di Kecamatan Cangkringan untuk dikembangkan sebagai jenis utama pada hutan rakyat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan makrofauna tanah pada berbagai pola tanam baik secara agroforestri (agrisilvikultur, silvopastur, agrosilvopastur) dan monokultur pada lahan berbasis sengon, pada 2 ketinggian tempat yaitu: >500-800 m dpl dan >800 m dpl. Pebedaan pola tanam dan tinggi tempat diduga berpengaruh terhadap kelimpahan makrofauna tanah, demikian juga komposisi vegetasi penyusun dan praktek budidaya yang diterapkan oleh petani. Data makrofauna tanah diperoleh dengan menggunakan metode pitfall trap dan monolith. Analisa data dilakukan terhadap indeks diversitas (H1), kesamaan komunitas, jumlah individu dan biomassa. Pengaruh lingkungan seperti sifat fisik dan kimia tanah (BV, porositas, C organik, N total, nisbah C/N, pH, tekstur tanah), komposisi vegetasi, suhu dan kelembaban tanah juga diamati. Pola tanam agroforestri berpengaruh negatif terhadap kelimpahan dan keragaman makrofauna tanah daripada pola tanam monokultur. Ini disebabkan pada pola agroforestri pengelolaan lahan dilakukan lebih intensif, yang justru memberikan tekanan terhadap makrofauna tanah. Ketinggian tempat berpengaruh nyata terhadap kelimpahan karena pada posisi atas kandungan BO, C-oganik dan N total lebih tinggi. Keragaman vegetasi dapat meningkatkan keragaman makrofauna tanah melalui penyediaan komposisi seresah yang lebih beragam dan suplai hara yang lebih kontinyu. Hal ini ditunjukkan dari hasil penelitian bahwa keragaman makrofauna tanah di bawah tanaman semusim lebih tinggi dibandingkan di bawah sengon. Semut (Hymenoptera) dan cacing tanah (Oligochaeta) mendominasi pada sebagian besar pola tanam. Semut menyukai habitat yang lebih kering dan banyak BO seperti di bawah vegetasi rumput (silvopastur) sedangkan cacing tanah menyukai kandungan BO yang tinggi dan lingkungan lembab.

Sengon (P. falcataria L. Nielsen) has become most populair species as a major trees at Cangkringan region. The objective of this research was to determine effect of different sengon land planting systems both agroforestry (agrisilviculture, silvopasture, agrosilvopasture) and monoculture with 2 different elevation: >500-800 m asl and >800 m asl on the abundance of soil macrofauna. We assumed that different sengon planting system and elevation will contribute on the soil macrofauna abundance, as well as different composition vegetation and practical agriculture that applied. Samples of soil macrofauna collected by using pit fall and monolith methods. Diversity index, similarity community index, amount and biomass of macrofauna was calculated. Environment factor such us soil physical and chemical (BV, soil porosity, C-organic, N-tot, C/N ratio, soil textures) vegetation composition, soil temperature and humidity was observed. Agroforestry system has showed negative effect on the abundance and soil macrofauna diversity, because more intensively land management caused more suppress soil macrofauna diversity. Highly elevation significantly correlated with soil macrofauna abundance, because more organic matter available, more high of Corganic and N-tot. More various vegetation has made increasing soil macrofauna diversity by serve more various litter composition and more continues nutrition supply. The result of the study has showed that 2 species more dominated than all at more site with different planting system. There is ant (Hymenoptera) and soil earthworm (Oligochaeta). Ant preferable dry environment and organic matter, but earthworm need organic matter and more moist condition.

Kata Kunci : Kelimpahan makrofauna tanah,pola tanam berbasis sengon,Tinggi tempat (elevasi),soil macrofauna abundance,sengon based planting system,elevation


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.