Pengelolaan dan pengembangan Hutan Rakyat Dusung di Desa Soya dan Desa Tawiri Kota Ambon
SAHUREKA, Mersiana, Prof. Dr. Ir. San Afri Awang, MSc
2009 | Tesis | S2 Ilmu KehutananHutan Rakyat merupakan model pengelolaan hutan oleh masyarakat yang besar manfaatnya dalam memberikan kontribusi yang cukup berarti bagi peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Hutan rakyat yang dimiliki oleh masyarakat berupa “dusung†telah ada sejak dulu dan merupakan suatu tradisi yang masih tetap dipertahankan berdasarkan pengalaman dan kearifan lokal (Local Kwowlegde). Pengembangan hutan rakyat “dusung†yang dilakukan Dinas Pertanian, Kehutanan dan Peternakan Kota Ambon tahun 2006 berlokasi di desa Soya melalui pengembangan sentra agribisnis durian soya sebagai salah satu produk unggulan lokal di kota Ambon sedangkan desa Tawiri menjadi salah satu desa sasaran proyek Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GN-RHL) dengan program pengkayaan hutan rakyat. Penelitian ini bertujuan : 1) Mendapatkan informasi tentang perbandingan pengelolaan dusung di desa Soya dan desa Tawiri, 2) mendapatkan informasi tentang pengelolaan dusung di desa Soya dan desa Tawiri setelah program pengembangan sentra agribisnis durian soya dan GN-RHL. Penelitian dilaksanakan di desa Soya dan desa Tawiri kota Ambon dan penentuan lokasi ditentukan dengan metode purposive sampling. Pengumpulan data dengan metode survey yakni melakukan observasi, inventarisasi maupun wawancara dengan mengambil secara acak 20 responden dari anggota kelompok tani masing-masing desa. Sedangkan teknis analisis data penelitian ini adalah deskripsi kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengelolaan dusung oleh masyarakat desa Soya dan Tawiri diawali dengan penentuan lokasi, persiapan, penanaman, pemeliharaan dan pemanenan, pemasaran dan pengolahan pasca panen. Pengelolaan dusung dipengaruhi oleh kondisi fisik lokasi dan sosial budaya serta karakter respondens yakni umur, tingkat pendidikan, jumlah anggota keluarga, luas lahan yang dimiliki, jarak dusung jenis pekerjaan pokok dan pendapatan keluarga. Jenis tanaman terdiri dari tanaman berkayu (kehutanan) tanaman umur pendek maupun tanaman tahunan dengan berbagai strata tajuk. Pola manajemen yakni perencanaan, organisasi, aktualisasi maupun pengawasan dalam pengelolaan dan pengembangan dusung di desa Soya dan Tawiri memiliki persamaan maupun perbedaan karakter dan ciri maupun struktur. Program pengembangan hutan rakyat “dusung†memberikan manfaat ekologi, ekonomi maupun sosial budaya.
Privately owned forets is one of forest management model by people which have significantly contributes to economic and public welfare. Privately owned forets by the people as “dusung†have been used since and is a tradition that still maintained based on experience and local wisdom. In 2006, the development of “dusung†privately owned forets by the Department of Agriculture, Forestry, and Animal Husbandry of Ambon city was located in Soya village as agribusiness development center with soya durian as one of Ambon city’s finest local product whereas Tawiri village had became one of projects targets villages for forest enrichment by National Movement for Forest and Land Rehabilitation Program. This study aims to: 1) Obtain information about the comparative dusung management in Soya and Tawiri villages 2) obtain information about the management of dusung in Soya and Tawiri villages after development programs durian soya agribusiness centers and GN-RHL. This research was conducted at Soya and Tawiri villages in Ambon city. The determination of location was specified with purposive sampling method. Data was collected through survey method, which is, observations, inventories and interviews with 20 randomly taking respondents whose members of farmer groups from each villages. The data analysis techniques of this research is descriptive qualitative. Results of this research shows that dusung management by Soya and Tawiri villagers begins with the determination of the location, preparation, planting, maintenance and harvesting, post harvest processing and marketing. Dusung management was influenced by dusung physical location, social cultural condition and character of respondents namely age, education level, number of family members, land owned, dusung distance, main type of work, and family income. Type of plant consists of wooden trees (forestry), short age plant, and annual plants with different canopy strata. Management pattern, i.e. the planning, organization, actualization, and supervision in dusung management and development in Soya and Tawiri villages have similarities and differences in character and structure. The development of "dusung" Privately owned forets provides ecological, economic and social culture benefits.
Kata Kunci : Hutan rakyat,Dusung,Rehabilitasi lahan, Privately owned forets, Dusung, Land rehabilitation