Laporkan Masalah

Evaluasi kemampuan lahan, tekanan penduduk dan kemiskinan masyarakat untuk arahan bentuk pengelolaan bagian daerah hutan Playen, KPH Yogyakarta

FERDI, Irza, Dr. Senawi, MP

2009 | Tesis | S2 Ilmu Kehutanan

Penelitian pada Bagian Daerah Hutan Playen, KPH Yogyakarta ini bertujuan untuk melakukan evaluasi kemampuan lahan, menganalisis tekanan penduduk, menganalisis kemiskinan masyarakat dan menentukan bentuk pengelolaan berdasarkan pertimbangan kemampuan lahan, tekanan penduduk dan kemiskinan masyarakat. Penelitian ini dilakukan dari Nopember 2008 sampai dengan Pebruari 2009 pada satuan lahan hasil overlay peta BDH Playen, peta bentuk lahan, peta kelas lereng dan peta jenis tanah. Sampel tanah di lapangan ditentukan dengan metode stratified random sampling. Hasil analisis tanah dicocokkan dengan kriteria klasifikasi kemampuan lahan untuk mengetahui kelas kemampuan lahan dan menghasilkan peta kemampuan lahan. Tekanan penduduk dan kemiskinan masyarakat ditentukan dengan menganalisis data monografi dan profil desa sehingga menghasilkan peta tekanan penduduk dan peta tingkat kemiskinan. Selanjutnya peta kemampuan lahan, peta tekanan penduduk dan peta tingkat kemiskinan di overlay untuk menghasilkan peta bentuk pengelolaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 3 kelas kemampuan lahan, yaitu kelas kemampuan lahan III, IV dan VI. Hasil analisis tekanan penduduk, yaitu tidak ada tekanan penduduk (desa Ngleri, Gading, Nglegi dan Karangduwet), rendah (desa Bleberan), sedang (desa Getas, Bunder dan Gari) dan tinggi (desa Banyusoco). Hasil analisis tingkat kemiskinan, yaitu tidak miskin (desa Banyusoco, Bleberan dan Karangduwet), nyaris miskin (desa Ngleri dan Nglegi), miskin (desa Getas dan Gari) dan miskin sekali (desa Gading dan Bunder). Bentuk pengelolaan, yaitu sistem tumpangsari dan budidaya tenaman kehutanan (desa Getas, Gading, Banyusoco, Bunder dan Gari) dan budidaya tanaman kehutanan (desa Ngleri, Bleberan, Nglegi dan Karangduwet).

The study on Playen Forest Area Section, Forest Management Unit (KPH) Yogyakarta aims to evaluate land capacity, analyze population pressure and community poverty, and determine type of management based on land capacity, population pressure and community poverty. The study was conducted from November 2008 to February 2009 on land unit resulted from overlaying the maps of Playen Forest Area Section, landform, elevation class, and soil type. The sample of soil was determined by stratified random sampling method. The result of soil analysis was matched to the criteria of land capacity classification to produce map of land capacity. Population pressure and community poverty were determined by the analysis of monographic data and village profile to produce maps of population pressure and poverty rate. Further, maps of land capacity, population pressure and poverty rate were overlaid to produce map of management style. The findings of the study suggest that there are three classes of land capacity namely Class III, IV and VI. The analysis of population pressure indicates that the following villages suggest no population pressure (Ngleri, Gading, Nglegi and Karangduwet Village), low population pressure (Bleberan Village), moderate (Getas, Bunder and Gari Village) and high population pressure (Banyusoco Village). The analysis to poverty rate indicates that the following villages are classified into not poor (Banyusoco, Bleberan and Karangduwet Village), almost poor (Ngleri and Nglegi Village), poor (Getas and Gari Village) and very poor (Gading and Bunder Village). Management style refers to intercropping (tumpangsari) system and forest plant culture (Getas, Gading, Banyusoco, Bunder and Gari Village), and forest plant culture (Ngleri, Bleberan, Nglegi and Karangduwet Village).

Kata Kunci : Kemampuan lahan,Tekanan penduduk,Tingkat kemiskinan,Bentuk pengelolaan,land capacity,population pressure,poverty rate,management style


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.