Analisis daya dukung wilayah untuk arahan penggunaan lahan sub daerah aliran Sungai Gesing Kabupaten Purworejo
SUPENA, Nana, Dr. Senawi, MP
2009 | Tesis | S2 Ilmu KehutananMasalah degradasi lingkungan yang terjadi akhir-akhir ini menjadi ancaman besar bangsa Indonesia. Masalah tersebut tidak terlepas dari daya dukung wilayah yang timbul karena adanya kesalahan dalam penggunaan lahan daerah aliran sungai (DAS). Penelitian ini dilaksanakan di Sub DAS Gesing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan lahan; menganalisis daya dukung wilayah; dan merumuskan arahan penggunaan lahan. Metode penentuan kelas kemampuan lahan menggunakan metode pembandingan yaitu suatu cara menilai potensi lahan dengan membandingkan antara karakteristik lahan terhadap kriteria kelas kemampuan lahan yang telah ditetapkan. Pengampilan sampel menggunakan cara “Stratified Random Samplingâ€. Penentuan daya dukung wilayah merupakan gabungan dari hasil analisis daya dukung fungsi lindung, pertanian dan pemukiman dengan cara pemberian skor. Arahan penggunaan lahan dirumuskan dengan cara menganalisis kesesuaian penggunaan lahannya antara penggunaan lahan saat ini dengan penggunaan lahan berdasarkan kemampuan lahannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari luas total Sub DAS Gesing 4.297,80 ha, seluas 2.201,17 ha potensi kemampuan lahannya tinggi yaitu pada kelas kemampuan lahan II dan III, seluas 201,17 ha potensi kemampuan lahannya sedang pada kelas kemampuan lahan IV dan potensi kemampuan lahan rendah seluas 1.895,47 ha pada kelas kemampuan lahan V, VI, VII dan VIII. Daya dukung wilayah sub DAS Gesing terdiri dari daya dukung fungsi lindung, pertanian dan pemukiman. Secara keseluruhan hasil perhitungan daya dukung wilayah Sub DAS Gesing yang terdiri dari 3 (tiga) daya dukung tersebut termasuk kedalam kelas daya dukung wilayah rendah. Arahan penggunaan lahan Sub DAS Gesing adalah sebagai berikut : penggunaan lahan untuk fungsi lindung seluas 303,29 ha; kawasan produksi disertai konservasi, kebun dan fungsi lindung 366,66 ha; kawasan produksi disertai konservasi, padang rumput, holtikultura dan fungsi lindung, 1.247,48 ha; kawasan produksi disertai konservasi, kebun dan fungsi lindung 8,05 ha; pertanian ekstensif 1.566,42 ha; pertanian intensif 634,75 ha; dan pertanian marjinal 201,16 ha.
The environmental degradation has been a serious threat for Indonesia. The issue is closely related to the regional carrying capacity due to mismanagement of land along the watershed (hereinafter referred to as DAS). The study was conducted in Sub DAS Gesing and aimed at analyzing the land capacity, analyzing the regional carrying capacity, and formulating recommended land use. To determine the class of land capacity, a comparison method was used. The method refers to a technique for assessing land potential by comparing land characteristics to the stated criteria of land capacity class. Samples were taken by Stratified Random Sampling. The determination of regional carrying capacity is the combination of analysis result of carrying capacity of preservation function, farming and settlement by giving scores. Recommended land use was formulated by analyzing suitability of land use between the current land use and land capacity-based land use. The research findings suggest that from total wide Sub DAS Gesing 4.297,80 ha, the 201.17 ha-wide land has a high potential of land capacity categorized into land capacity II and III, the 201.17 ha-wide has a moderate potential of land capacity categorized into land capacity IV and 1,895.47 ha –wide land has a low potential of land capacity categorized into land capacity V, VI, VII and VIII. The carrying capacity of area along DAS Gesing consists of carrying capacity of preservation function, agriculture and settlement. On the whole, the calculation result of regional carrying capacity of DAS Gesing which comprises three types of carrying capacity is categorized into low regional carrying capacity. The recommended land use in Sub DAS Gesing is as follows: the land use for preservation function occupies 303.29 ha; production area completed with conservation, crop farming, and preservation function occupies 366.66 ha; production area completed with conservation, meadows, horticulture, and preservation function occupies 1,247.48 ha; production area completed with conservation, crop farming, and preservation function occupies 8.05 ha; extensive farming occupies 1.566,42 ha; intensive farming occupies 634.5 ha; and marginal land farming occupies 201.16 ha.
Kata Kunci : Kemampuan lahan,Daya dukung wilayah,Arahan penggunaan lahan,Pengelolaan DAS dan SIG,land capacity,regional carrying capacity,recommended land use,management of watershed (DAS), GIS