Peranan tanaman sela terhadap pendapatan petani kopi rakyat di Kabupaten Semarang
PRANOTO, Endy, Prof. Dr. Ir. Dwidjono Hadi Darwanto, MS
2009 | Tesis | S2 Magister Manajemen AgribisnisPenelitian yang berjudul Peranan Tanaman Sela terhadap Pendapatan Petani Kopi Rakyat di Kabupaten Semarang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar peranan dan tingkat penerimaan petani yang diperoleh dari usaha tani kopi Kopi merupakan salah satu komoditas penting yang diperdagangkan secara luas di Dunia. Budaya minum kopi di Negara-negara konsumen yang telah berlangsung berabad-abad berpengaruh terhadap dinamika selera berupa tuntutan konsumen untuk menikmati citarasa yang lebih beragam. Salah satu kecenderungan yang terjadi adalah konsumen mengarah pada produk-produk non konvensional seperti gourmet coffee, kopi Spesialti (Specialty Coffee), kopi organic (Organic Coffee atau Bio-Coffee). Segmen pasar kopi spesialti memperlihatkan kecenderungan yang kian meningkat pada waktu-waktu yang akan datang, sehingga peluang ini perlu dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi pengembangan kopi nasional. Beberapa daerah di Indonesia potensial untuk pengembangan kopi spesialti, dan agar upaya tersebut dapat berhasil perlu adanya komitmen terhadap mutu, produksi, harga dan promosi dengan disertai strategi pengembangan yang tepat. Penelitian ini dilakukan di empat desa yang dianggap mewakili petani Kopi di Kabupaten Semarang. Estimasi fungsi pendapatan melalui pendekatan fungsi keuntungan Cobb-Douglass dengan model regresi linier berganda dalam logaritma. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa pengaruh tanaman sela terhadap pendapatan petani mempunyai hubungan yang signifikan. Faktor-faktor lain yang berpengaruh nyata terhadap pendapatan petani Kopi di Kabupaten Semarang adalah luas lahan dan tanaman pokok. Sedangkan faktor-faktor lain yang tidak signifikan adalah biaya produksi, pendidikan petani dan jumlah anggota keluarga. Rata-rata pendapatan petani bersih yang menanam tanaman sela produktif, mempunyai nilai jual lebih tinggi dari pada petani yang hanya menanam tanaman pokok (mono kultur).
This research entitled “Role of Intercropping on Coffee Farm Income in Semarang Regency†is aimed to determine contribution of annual crops as intercropping of coffee plantation in increasing farm income. Coffee bean is one of important commodity, either in domestic and internationally trading. Coffee drinking culture in consumer country have persisted for centuries influential on taste dynamic in consumer demand to enjoy more diversified discerning. However, tendency that occurred is consumer shifting to non conventional products such as gourmet coffee, specialty coffee, organic coffee or bio-coffee. Segmentation of coffee market shows tend to be much more increasing in the future which will benefit national coffee bean development in Indonesia. Indonesia has a potential for specialty coffee development but that might need a commitment on quality improvement, production, price and promotion in development strategy. This research was conducted in representative villages of coffee farms in Semarang regency. Semarang regency as one of coffee production centre in central java had been nationally famous. Farmers in this regency have been cultivating coffee both of robusta or arabica. That might be due to the revenue of coffee farming could increase farmer’s welfare. Revenue function was estimated in this analysis by applying linier regression model. Result of analysis identified that intercrops has a positively correlated with total income of coffee farmers. Other factors that have significant influence and highly contribution on coffee farmer income in Semarang Regency are the planting area of coffee, and its production. While the other factors that have no significant influence are cost of production, farmer education and total family member.
Kata Kunci : Penerimaan petani,Kopi,Tanaman sela dan areal,Farmer income,coffee,intercrops and area.