Dampak pengembangan agribisnis kopra terhadap tingkat kemiskinan di Kabupaten Lebak Provinsi Banten
HAFIZA, Dr. Ir. Slamet Hartono, SU., M.Sc
2009 | Tesis | S2 Magister Manajemen AgribisnisPembangunan Perkebunan kelapa merupakan bagian integral dalam pembangunan perekonomian di kabupaten Lebak, menyangkut perekonomian masyarakat petani dikawasan pedesaan. Potensi pengembangan yang tersedia cukup manjanjikan untuk pengembangan perkelapaan kedepan. Dalam penanganan kemiskinan, komoditi kelapa sangat berperan karena + 98% merupakan tanaman rakyat, namun masih dihadapkan pada rendahnya produktifitas, meningkatnya jumlah tanaman tua, terbatasnya modal usaha tani dan kurangnya akses petani dalam pemasaran. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pendapatan dan biaya usaha tani kelapa, tingkat kemiskinan petani kelapa dan upaya-upaya dilakukan petani dalam mengembangkan usaha tani kelapa. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Lebak yang merupakan salah satu lokasi sentra pemasok kelapa untuk ibukota. Pengambilan sampel dilaksanakan di lima desa, dengan jumlah sampel sebanyak 60 responden, dimana 50 responden untuk usaha tani kelapa butiran dan 10 responden usaha tani kopra. Secara financial usahatani kelapa baik dalam bentuk butiran maupun kopra layak untuk dikembangkan, dengan nilai R/C Ratio untuk kelapa butiran sebesar 4,92 dan B/C Ratio sebesar 6,2. Untuk usaha tani kopra dengan nilai R/C Ratio sebesar 9,50 dan B/C sebesar 11,63. Dari hasil uji t diketahui bahwa terdapat perbedaan nyata antara usaha tani kopra dengan usaha tani kelapa butiran 0,175 pada alpa 5%.
The construction of coconut agricultural is an integral part in economic development in Lebak district, including of farmer's society economy in rural area. the potention of its development is good enough for the future of coconut agricultural, there are still some problems, such as the low of productivity, the increasing number of old plants, limitied financial capital and Less access in marketing. The aim of research is to know the income and cost of coconut farm enterprises, the poverty level of coconut farmers and some efforts done by the farmers in developing the coconut farm enterprises. the sampling done in centra locetion of coconut, Lebak, in five rurals, with 60 respondens. so 50 respondens of them are for grains coconut of farm enterprises and 10 respondens of them are for copra farm enterprises. Finacially, either grains coconut farm enterprises or copra is suitable to be developed, with point R/C ration for grains of coconut is 6,2 and B/C ratio is 5,4. for copra farm enterprises withthe point R/C ratio is 7,50 and B/C is 7,36. from the result of t-test known that there is a diffrentiation between copra farm enterprises and grains coconut of farm enterprises is 0,175 with alpha 5 %.
Kata Kunci : Diversifikasi produk merupakan salah satu alternative dalam memberikan nilai tambah bagi petani kelapa, The level income of copra’s farmers is different with the level income coconut’s farmer’s