Prediksi banjir menggunakan model answers :: Kasus di DAS Code Yogyakarta
FARIDA, Anif, Dr. Slamet Suprayogi, M.S
2009 | Tesis | S2 Ilmu LingkunganDAS Code merupakan salah satu sungai di Provinsi DIY yang melintasi daerah perkotaan. DAS ini telah mengalami banyak perubahan tutupan lahan berupa semakin luasnya lahan kedap air yang mengurangi kemampuan tanah untuk meresapkan air hujan. Tujuan penelitian ini yaitu mengkaji penggunaan model ANSWERS untuk memprediksi banjir Sungai Code, mengkaji kapasitas alur sungai di daerah perkotaan Sungai Code dalam menampung debit puncak (Qp) dan mengkaji pengaruh perluasan area terbangun terhadap potensi banjir Sungai Code berdasarkan simulasi penggunaan lahan. Perhitungan banjir pada penelitian ini diperkirakan menggunakan model ANSWERS. Keakuratan model diuji dengan student’s-t test berupa validasi 11 hujan tunggal beserta pasangan hidrograf alirannya. Komponen hidrograf aliran yang diuji meliputi debit puncak, waktu mencapai puncak, waktu dasar dan tebal aliran pada taraf signifikansi 5 %. Alur sungai daerah perkotaan diukur untuk mengetahui kapasitas maksimum sungai Code. Simulasi hujan dan penggunaan lahan dilakukan untuk mengetahui pengaruh perluasan area terbangun terhadap potensi banjir. Prediksi banjir dengan membandingkan kapasitas maksimum sungai Code daerah perkotaan dengan debit puncak hasil simulasi model ANSWERS. Hasil penelitian menunjukkan model ANSWERS dapat diaplikasikan untuk memprediksi banjir di Sungai Code. Uji keakuratan model menunjukkan tidak ada perbedaan nyata antara komponen hidrograf aliran model dan observasi. Kapasitas alur Sungai Code dalam menampung debit puncak (Qp) yaitu ruas Sungai Code di Jembatan Kewek 90,91 m3/detik dengan hujan maksimum = 150 mm/hari sedangkan ruas Sungai Code di Desa Bintaran sebesar 98,79 m3/detik dengan hujan maksimum = 155 mm/hari. Perluasan area terbangun mempunyai pengaruh terhadap potensi banjir Sungai Code. Hasil simulasi menunjukkan di Jembatan Kewek dengan luas permukiman sebesar 50 % dan 60 % dapat menaikkan debit puncak rata-rata 5,79 m3/detik dan 9,88 m3/detik. Adapun di Desa Bintaran rata-rata sebesar 10,51 m3/detik dan 13,11 m3/detik. Daerah rawan banjir di Jembatan Kewek yaitu Desa Tegal Panggung sedangkan di Desa Bintaran yaitu Desa Surokarsan, Bintaran, Sayidan dan Margoyasan.
Code’s watershed is one of river system in DIY Province that passing through the urban area. It had many land cover changes through decrease of soil ability in infiltrated the rain. The aim of this research is to evaluate the application of ANSWERS model for flood prediction in Code River, evaluate in Code River in urban area to accommodate peak discharge (Qp) and evaluate build area expansion to the Code River flood potency through the land use simulation. Calculation of floods at this research is estimated use ANSWERS model. Accuracy test model is student's-t test for 11 single rain along with it’s hydrograph. Hydrograph component are peak discharge, time to peak, time base and thick of runoff at level of significance 5 %. Code River in urban area measured to know maximum capacity. Rain and land use simulation used to know influence of build area expansion to flood potency. Flood prediction is compared Code River maximum capacity in urban area with peak discharge result of ANSWERS model simulation. Result shows ANSWERS model could be applicated to flood prediction in Code River. Accuracy test model shows there’s no real difference between model discharge hydrograph component and observation. Code River capacity in peak discharge (Qp) accommodate is in Kewek bridge 90,91 m3/s with maximum rain = 150 mm/day. In Bintaran village is 98,79 m3 /s with maximum rain = 155 mm/day. Build area expansion influence flood potency in Code River. Simulation model shows that in Kewek bridge with 50 % and 60 % settlement area can increase peak discharge at 5,79 m3/s and 9,88 m3/s. In Bintaran village is 10,51 m3 /s and 13,11 m3/s. Floods vulnerability area in Kewek bridge is Tegal Panggung village, while in Bintaran village is Surokarsan, Bintaran, Sayidan and Margoyasan Village.
Kata Kunci : banjir, DAS, model ANSWERS, kapasitas maksimum sungai, penggunaan lahan, Sungai Code, flood, watershed, ANSWERS model, river maximum capacity, landuse, Code River