Laporkan Masalah

Kajian kerusakan tanah akibat penambangan emas di Sengkuang Sintang Kalimantan Barat

SURYAJUANTI A, Veronika, Prof. Dr. Sudarmadji, M.Eng.Sc

2009 | Tesis | S2 Magister Pengelolaan Lingkungan

Aktivitas penambangan emas apabila tidak dilakukan dengan baik dan tidak adanya upaya untuk melakukan pengelolaan lingkungan pasca tambang maka akan menyebabkan terjadinya degradasi lingkungan diantaranya adalah kerusakan sifat-sifat tanah karenakan adanya pembukaan lahan pada saat penambangan. Penelitian ini akan menggunakan metode analisis kausal komparatif untuk menggambarkan obyek yang diteliti. Pengambilan data atau sampel tanah akan menggunakan metode survey dan sampel tanah akan diambil pada lahan bekas tambang yang berumur 1 tahun, 10 tahun dan 20 tahun serta pada daerah kontrol. Sifat-sifat fisik yang akan diuji adalah Bobot Isi, Porositas dan Permeabilitas. Sifat-sifat kimia tanah adalah Bahan Organik (BO), Nitrogen , Posfor (P2O5) tersedia, Kalium (K2O), pH, Kapasitas Tukar Kation (KTK) dan Kejenuhan Basa (KB). Hasil Penelitian didapatkan bahwa rata-rata bobot isi tanah 2.510 gr/cm (1 tahun), 2.54 gr/cm(10 tahun), 2.50 gr/cm (20 tahun) dan untuk daerah kontrol sebesar 2.428 gr/cm. Porositas 33.423%(1 tahun), 44.373%(10 tahun), 38.463%(20 tahun) dan 45.48% (daerah kontrol). Permeabilitas 36.74 cm/jam (1 tahun), 6.34 cm/jam (10 tahun), 0.77 cm/jam (20 tahun) dan 3.595 gr/cm (daerah kontrol). Hasil analisis menunjukkan bahwa semakin lama lahan bekas tambang ditinggalkan maka tanah mulai mengalami perkembangan, porositas mempunyai nilai rendah sehingga sulit untuk dilakukan revegetasi. Bahan organik termasuk kelas sangat rendah sampai rendah (0.107%- 4.18%). KTK termasuk kelas sangat rendah sampai rendah (1.6me/gr-7.04me/gr). KB termasuk kelas sangat rendah sampai sangat tinggi (19.93%-100%). Secara umum hasil analisis sifat kimia tanah menunjukkan bahwa tingkat kesuburan daerah penelitian mempunyai status kesuburan sangat rendah hingga rendah. Dari hasil anaisis menunjukkan bahwa aktivitas penambangan menyebabkan lingkungan mengalami tingkat kerusakan berat

Gold mining activity, when it is not well managed and no environmental management effort is conducted, will contribute environmental degradation; among others, it involves the degradation of soil property due to land clearing during mining operation. The present research used comparative causal analysis method to describe object investigated. Data or soil sample collection were carried out using survey method and soil samples were taken from ex-mining site with 1, 10, and 20 years of age in control area. Physical properties tested involved the weight of content, porosity and permeability. Chemical properties involve Organic Matter (BO), Nitrogen, Available Phospor (P2O5), Kalium (K2O), pH, Kation Exchange Capacity (KTK) and Base Saturation (KB). Results showed that weight average of soil were 2.510 gr/cm (1 year), 2.54 gr/cm(10 year), 2.50 gr/cm (20 year) and for control area of 2.428 gr/cm. Porosity were 33.423% (1 year), 44.373% (10 years), 38.463% (20 years) and 45.48% (control area). Permeability were 36.74 cm/hour (1 year), 6.34 cm/hour(10 years), 0.77 cm/hour(20 years) and 3.595 gr/cm (control area). Analysis results indicated that the longer ex-mining operation was abandoned, then the soil start to start its development, porosity has lower value, and hence it is difficult for re-vegetation. Organic matter belonged to extremely low to low level (0.107%-4.18%). KTK was classified as extremely low to low level (1.6me/gr-7.04me/gr). KB categorized as extremely low to extremely high (19.93%-100%). In general, results of soil chemical property analysis showed that fertility rate of research site belonged to extremely low to low level. Based on analysis results, it was indicated that mining activities have caused heavy level degradation for the environment.

Kata Kunci : Lahan bekas tambang,Daerah kontrol,Sifta fisik tanah,Sifat kimia tanah,ex mining site, control area, soil physical properties, soil chemical properties


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.