Perempuan dalam konstruksi media :: Analisis wacana berita kekerasan terhadap perempuan di Surat Kabar Harian Rakyat Bengkulu edisi Juni-Agustus 2008
BUDIMAN, Dwi Aji, Dr. Wening Udasmoro, M.Hum., DEA
2009 | Tesis | S2 Kajian Budaya dan MediaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perempuan dalam konstruksi media pada berita kekerasan terhadap perempuan di harian Rakyat Bengkulu edisi Juni-Agustus 2008. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis wacana dengan unit analisis perberita. Hasil penelitian menunjukkan adanya ketimpangan pada berita kekerasan terhadap perempuan. Konstruksi Perempuan dalam tema, judul, lead dan tubuh berita pada edisi Juni-Agustus 2008 di harian Rakyat Bengkulu membentuk polarisasi bahwa perempuan hanya sebagai objek kekerasan dalam pemberitaan dan menjadi bagian dari bentuk eyes catching. Di mana posisi mata pembaca akan tertarik ketika membaca judul dan kata-kata yang bersifat sensasional sementara tindak kejahatan berupa kekerasan terhadap perempuan menjadi kabur dan terabaikan. Oleh sebab itu peran teks yang ditampilkan tersebut merupakan wilayah kekuasaan dari sistem dominasi patriarki yang dalam konsep Foucault bekerja pada mekanisme institusi dalam hal ini harian Rakyat Bengkulu. Pekerjaan itu berupa prosedur pemilahan teks dengan memberlakukan wacana yang di anggap baik atau tidak baik, benar dan salah. Yang mana dalam teori Bourdieu dapat memuluskan kembali repoduksi beroperasinya kekerasan simbolik yang secara tidak sadar membentuk kalimat seksis dengan unsur eksploitasi seksualitas terhadap perempuan melalui kalimat yang seolah memiliki arti penghalusan. Kesadaran lemahnya peran media dalam pemberitaan kekerasan terhadap perempuan juga tergambarkan melalui kuasa keredaksian. Dapat dilihat minimnya peran perempuan dalam manajemen media massa, terdapat persentase yang cukup mencolok diantara perempuan dan lakilaki dalam bidang keredaksian. Dari 23 anggota keredaksian terdapat 22 % perempuan sementara 78 % adalah laki-laki. Dari data kuantitatif, peneliti menyadari bahwa peran laki-laki dalam kegiatan kejurnalistikan masih sangat menonjol. Oleh sebab itu meskipun ada pemberitaan terhadap perempuan pemberitaannya hanya hadir dalam sektor domestik.
This study aims to find out how women in the construction of the news media on violence against women in the daily edition of Bengkulu in June-August 2008. Research method used is the analysis of discourse. Results of research indicate the existence of imbalance in the news of violence against women. Women in construction theme, title, body, and leads on news edition June-August 2008 in the daily Rakyat Bengkulu polarization that establish women only as objects of violence in telling and become part of the form catching eyes. Position where the readers will be interested when the title and read the words of a sensational crime while the form of violence against women to be vague and neglect. Therefore the role of text that is displayed is the power of the system of patriarchal domination in the concept of Foucault institutional mechanisms at work in this case the daily Rakyat Bengkulu. The work is a procedure selection of the text with the discourse in which it good or not good, right and wrong. Which in Bourdieu's theory may pave the back repoduksi symbolic violence operates unconsciously to form sentences with elements of sexist exploitation of female sexuality through the sentence as meaning refining. Weak awareness of the role of media in reporting violence against women also picture through the power of editorship. Can be seen the lack of women in management roles mass media, there is a significant percentage of light between women and men in the field of editorship. Editorship of the 23 members there are 22% women, while 78% were male. From the quantitative data, researchers realized that the role of men in activities jounalism still very prominent. Therefore, although there is coverage against women news present only in the domestic sector alone.
Kata Kunci : Surat Kabar Rakyat Bengkulu, Analisis Wacana, Foucault, Bourdieu, konstruksi perempuan, Rakyat Bengkulu News Paper, Discourse Analysis, Women Construction