Batik karya perupa canthing Laweyan antara tahun 2005-2009 :: Kajian teknik, bentuk motif, dan gaya seni
SAPUTRO, Eko, Prof. Dr. Timbul Haryono, M.Sc
2009 | Tesis | S2 Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni RupaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik pembuatan, bentuk motif, dan gaya seni yang berkembang di kalangan Paguyuban Perupa Canthing Laweyan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan multidisiplin yang memfokuskan pada kajian kesenirupaan. Penelitian ini meminjam teori-teori yang relevan seperti, sejarah, estetika, dan sosiologi. Contoh yang diambil adalah beberapa karya yang bisa mewakili dari kajian yang dibahas yakni tentang karya-karya seniman batik Paguyuban Perupa Canthing Laweyan. Paguyuban ini terbentuk pada tahun 2005, paguyuban ini dulu bernama Paguyuban Canthing Kakung. Paguyuban terbentuk sebagai dampak perubahan sosial yang terjadi di Laweyan pada tahun 1973. Paguyuban Perupa Canthing adalah anggota dari paguyuban Canthing Kakung yang masih aktif sebagai seniman batik yang spesifik pada produk-produk elemen estetis yang lebih berorientasi pada seni lukis batik. Teknik pembuatan karya-karya seni batik yang berkembang secara garis besar dibagi menjadi 2 teknik, yang pertama yaitu, teknik tanpa pola yaitu pembuatan motif merupakan hasil dari variasi teknik pelekatan malam pada kain. Teknik yang kedua adalah teknik cabut, pada teknik ini penciptaan sebuah motif berdasar pada variasi teknik pewarnaan. Mengenai kajian bentuk motif yang dari karya-karya batik Paguyuban Perupa Canthing Laweyan secara garis besar dikelompokkan menjadi tiga golongan, golongan tersebut berdasarkan pada bentuk visual dan penggambaran bentuk motif, bentuk motif tersebut adalah bentuk-bentuk abstrak, realis dan gabungan. Selain teknik dan bentuk motif dalam kajian ini juga membahas tentang gaya seni yang berkembang di kalangan seniman batik Perupa Canthing, gaya seni yang berkembang di kalangan seniman batik adalah gaya abstrak, gaya realis, dan gaya gabungan. Penggolongan gaya seni batik yang berkembang tersebut berdasarkan pada aspek visual yang dikaji dari aspek-aspek seni rupa seperti dalam seni lukis, karena produk-produk batik yang dihasilkan oleh seniman Perupa Canthing adalah produk batik yang biasa disebut sebagai batik lukis. Hasil penelitian ditinjau dari aspek teknik pembuatan, bentuk motif, dan gaya seni karya seniman batik Paguyuban Perupa Canthing Laweyan lebih berorientasi pada seni lukis dengan produk-produk sebagai elemen estetis atau berupa benda hias. Berdasarkan hasil penelitian bisa diklasifikasikan bahwa produk-produk batik karya seniman batik Paguyuban Perupa Canthing Laweyan dari aspek teknik bisa diklasifikasi ke dalam golongan batik kontemporer
The research aims to know the technique of making, motif, and style which grow among Perupa Canthing Society of Laweyan. The methods applied in this research are qualitative research using multidiscipline approach which focused at study of fine art. This research takes relevant theories like, history, esthetics, and sociology. The example taken is some masterpieces which able to represent the study discussed, namely about batik masterpieces Perupa Canthing Society of Laweyan. This Society formed in 2005, formerly so called Canthing Kakung Society. This Society formed as the impact of social change happened in Laweyan in 1973. Perupa Canthing Society is member of Canthing Kakung society which is actively as specific batik artist at aesthetic element products which is oriented more on batik painting. The making technique of batik art masterpieces that grown marginally divided into two techniques; first, non-pattern technique that is the making of motif is the result of various juxtaposition technique of wax on cloth. Second is abstracts technique, at this technique the creation of a motif based on various staining technique. The study of form of motif in batik masterpieces of Perupa Canthing Society Laweyan basically divided into three factions, based on visual form and depiction of motif, form of motif is form of abstractions, realist and mixed. This study reveals about the art style that grows among Perupa Canthing’s batik artists, on the other hand, the technique and form of motif in art style that grew among batik artist is abstract style, realist style, and or mixed style. The classification of the batik art style that grows among Perupa Canthing’s batik artists are based on visual aspects studied in fine art aspects like in painting, because the batik products yielded by artist Perupa Canthing are batik painting. The result of the research evaluated from the aspect of making technique, form of motif, and batik artist masterpiece art style Perupa Canthing society in Laweyan is more oriented in painting producing aesthetic element or decorative objects. The result of research can be determined that the technique aspect of batik artist’s masterpieces Perupa Canthing Society in Laweyan can be classified into faction of contemporary batik.
Kata Kunci : Laweyan,Paguyuban perupa canthing,Batik konteporer,Perupa Canthing Society, Contemporary Batik