Laporkan Masalah

Kinerja Balai Latihan Kerja Industri Semarang dalam melaksanakan pelatihan kerja

FAHMIE, Muhammad Yusnar, Dr. Anna Marie Wattie, M.A

2009 | Tesis | S2 Magister Studi Kebijakan

Kinerja suatu organisasi dapat dilihat dari sejauh mana tujuan yang telah ditetapkan, visi, dan misi organisasi tersebut berhasil dicapai. Penelitian tentang kinerja organisasi pelayanan publik yaitu tentang Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Semarang yang salah satu tugas pokoknya adalah menyelenggarakan pelatihan kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran tentang kinerja BLKI Semarang yang diukur dari indikator produktivitas dan responsivitas beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya yaitu faktor sumber daya manusia, struktur organisasi, kepemimpinan, serta sarana dan prasarana. Penelitian dilaksanakan dengan metode deskriptif kualitatif. Data yang dikumpulkan adalah data primer dalam bentuk kualitatif yang didapatkan dari hasil wawancara dan observasi ditambah dengan data sekunder dalam bentuk kuantitatif antara tahun 2005-2007. Dari hasil penelitian diketahui bahwa secara umum, kinerja dapat dikatakan bagus. Produktivitas yang diukur dari rata-rata rasio pelaksanaan pelatihan, rasio jumlah peserta pelatihan, rasio jumlah lulusan, dan rasio penempatan menunjukkan bahwa BLKI Semarang produktiv dalam melaksanakan tugasnya sebagai lembaga pelatihan. Pada indikator responsivitas, diketahui bahwa kemampuan BLKI Semarang dalam menyerap aspirasi dari masyarakat cukup baik, hanya sarana untuk untuk menyerap masukan berupa kotak saran maupun sarana lain masih perlu ditingkatkan. Dari faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja didapatkan bahwa faktor sumber daya manusia dilihat dari jumlah dan latar belakang pendidikan sudah ideal untuk dapat melaksanakan kegiatan pelatihan. Dari faktor struktur organisasi, struktur organisasi yang ada juga telah mengatur tugas pokok dan fungsi di masing-masing bagian. Dari faktor kepemimpinan diketahui bahwa pimpinan BLKI Semarang telah cukup memberikan motivasi dan dorongan kepada bawahan untuk meningkatkan ketrampilan dan kemampuan yang dimilikinya. Dari faktor sarana dan prasarana, peralatan penunjang pelatihan yang tersedia di BLKI masih cukup layak untuk menunjang sebuah proses pelatihan walaupun tertinggal jauh dari peralatan di dunia kerja modern. Pada akhirnya, sebagai lembaga pelayanan publik kinerja BLKI Semarang pada kurun waktu tahun 2005-2007 sudah bagus, hanya belum optimal. Masih terdapat bagian-bagian yang harus dibenahi dan dioptimalkan. Saran yang diajukan untuk lebih meningkatkan kinerja BLKI Semarang adalah dengan memaksimalkan semua sumber daya yang menjadi aset organisasi serta terus meningkatkan kerjasama dan kemitraan dengan lembaga-lembaga yang menjadi stakeholder BLKI Semarang.

Performance of an organization reflects in how the organization achieves its objectives, vision and mission. The study explores the performance of, Balai Latihan Kerja Industri (BLKI, The Vocational Training Center for Industry) in Semarang, a public service organization, which conducts occupational training as one of its primary tasks. The study aims to describe the performance of BLKI Semarang assessed from the indicators of productivity and responsiveness along with influencing factors comprising human resources, organizational structure, leadership, and infrastructures. The study uses descriptive qualitative method in which the primary and qualitative data were obtained from interviews and observations supported by secondary and quantitative data from 2005-2007. The finding of the study indicates that the performance of BLKI Semarang is generally good. Productivity assessed from mean of training implementation ratio, number of participants, ratio of graduates, and ratio of placement suggests that BLKI Semarang performs productively as the training institution. In term of indicator of responsiveness, BLKI Semarang performs well in absorbing aspiration proposed by community despite that it shall improve its performance in netting aspiration by the so-called suggestion boxes and other ways. In term of performance-influencing factors, number of human resources and their educational backgrounds are considered ideal to conduct training activities. In term of organization structure, the existing structure has worked well in managing main tasks and functions of each section. In term of leadership, the director of BLKI Semarang has sufficiently motivated and supported staffs to improve their skills and competence. In term of infrastructures, the available training-supporting equipment is adequate to support training process despite that the equipment is too conventional compared to the advanced equipment in the modern industrial world. It can be concluded that BLKI Semarang serving as the public service institution demonstrates good performance within 2005-2007. However, it shall improve and optimize the performance of its several elements. It is suggested that BLKI Semarang should improve its performance by maximizing the entire human resources as asset of organization, and strengthening cooperation and partnership with institutions as its stakeholders.

Kata Kunci : Kinerja, Balai Latihan Kerja, Pelatihan Kerja, performance, Vocational Training Center, occupational training


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.