Muslim melawan barat :: Studi terhadap Yayasan Lembaga Pemberdayaan Umat Ansharullah (PYPUA) Kediri
HAKIM, Ahmad Atho Lukman, Dr. Zuly Qodir
2009 | Tesis | S2 Magister Perdamaian dan Resolusi KonflikAda dua poin penting dalam tesis ini yang menjadi dasar pemikiran; pertama, social memory umat Islam terhadap Barat. Kedua, dan respon yang diberikan sebagai implikasi social memory tersebut. Topik konstruksi identitas Islam dan Barat serta respon yang diberikan inilah yang menjadi focus kajian ini. Sebagai studi kasus, peneliti mengkaji Yayasan Lembaga Pemberdayaan Umat Ansharullah (YLPUA) Kediri. Pokok masalah yang hendak diteliti adalah, Bagaimana Konstruksi Yayasan Anshorullah terhadap Barat? Bagaimana Yayasan Anshorullah memahami situasi konflik dan apa yang sebenarnya yang mereka anggap sedang mengancam Islam dari Barat? Dari rumusan masalah ini diharapkan akan terkuak “suasana batin†mereka sebagai umat Islam dalam merumuskan problem mereka, orientasi perjuangan serta alat dan cara perjuangannya? Dengan demikian penelitian ini adalah studi kasus tunggal, sebuah penelitian kualitatif. Dengan teori analisis konflik ABC dan pengembangannya, penelitian ini memperoleh kesimpulan bahwa YLPUA tidak hanya menghadapkan Islam dan Barat sebagai sesuatu yang berbeda namun lebih dari itu sebagai sesuatu yang mengancam. Namun citra terhadap Barat berbeda dengan kalangan fundamentalis yang lebih cenderung sangat teologis menyikapi perbedaan, YLPUA lebih historis, dengan menyatakan bahwa Islam itu bagi Barat tidak terlalu masalah jika mengakomodasi kepentingannya. Barat, dalam pandangan YLPUA, menganggap bahwa Islam sebagai kekuatan sosial yang menjadi ancaman kepentingan akumulasi modalnya, bukan sebagai sebuah nilai. Sebagai respon dari konstruksi tersebut, YLPUA menekankan pada perlawanan kultural melalui program pemberdayaan serta pendidikan dan menjauhi sikap-sikap ekstrimisme.
This thesis is based on two points; first, Moslems’ social memory about the West. Second, the responses emerged as the implication of the social memory. Both topics of Islamic identity construction and the responses is the focus of this study. As the case study, I choose YLPUA (Pemberdayaan Umat Ansharullah Foundation) of Kediri. The locus being concerned is; how is YLPUA’s construction about the West? How it conceives the situation of conflict and what they regard as a menace of the West against Islam? The questions above are supposed to explore its inner situation, as a Moslem’s institution, in formulating its problems, its struggle orientations as well as the means and the method. Therefore, this research is a qualitative, single case study using the theory of ABC conflict analysis and its elaboration. This reaches a conclusion that YLPUA regards the West not only the opponent of Islam but also a menace against It. However, YLPUA’s concept on the West basically differs from the theological one of the fundamentalists’. Conceiving Islam not as a threat for the West as long as Islam accommodates its concerned interests, YLPUA’s is more historical. The West, for YLPUA, considers Islam as a social power threatening its capital accumulation, instead of its values. As a response to this construction, YLPUA emphasizes on cultural struggle as a method through empowerment programs as well as education and avoiding extreme attitude.
Kata Kunci : Konflik,Identitas,Islam,Barat,