Laporkan Masalah

Pandangan pemuka agama tentang multikulturalisme dalam mengatasi fundamentalisme agama dan implikasinya terhadap ketahanan nasional budaya :: Studi di Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

AULIA, Faizal Yan, Dr. Armaidy Armawi, M.Si

2009 | Tesis | S2 Ketahanan Nasional

Kondisi masyarakat Indonesia yang multikultur dan multietnik, khususnya dalam agama, seringkali memunculkan konflik horisontal yang bersifat kompleks. Kondisi masyarakat majemuk seperti ini merupakan sebuah tantangan yang harus dihadapi bangsa Indonesia. Salah satu konflik horisontal yang perlu mendapat perhatian adalah konflik agama, yang bisa berbentuk konflik intern umat beragama dan konflik antarumat beragama. Konflik intern umat beragama yang bisa berujung pada konflik antarumat beragama salah satunya disebabkan oleh fundamentalisme agama. Fundamentalisme agama pada dasarnya merupakan fenomena perbedaan pemahaman dan penyikapan mengenai ajaran agama. Pada konteks ini, fundamentalisme agama merupakan sebuah tantangan, namun karena di dalamnya mengandung unsur pemaksaan kehendak dan kekerasan maka hal ini berubah menjadi ancaman bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Multikulturalisme menawarkan suatu solusi mengatasi ancaman fundamentalisme ini dalam wujud penanaman kesadaran multikultur pada masyarakat dan kebijakankebijakan yang mampu mengakomodasi berbagai kepentingan. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan pandangan pemuka agama mengenai multikulturalisme dalam mengatasi fundamentalisme agama dan implikasinya terhadap ketahanan sosial budaya yang merupakan bagian dari ketahanan nasional. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan yang data-datanya diperoleh melalui wawancara dengan tokoh-tokoh agama atau pemuka-pemuka agama di Kota Yogyakarta, dan termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif. Datadata dari hasil wawancara ini didukung oleh data-data kepustakaan yang merupakan data sekunder. Langkah-langkah dalam menganalisis data penelitan ini adalah reduksi data, klasifikasi data, pemahaman/interpretasi/penafsiran dan mengambil kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah: dalam pandangan pemuka agama di Kota Yogyakarta, multikulturalisme dapat menjadi solusi bagi permasalahan yang timbul akibat fundamentalisme agama. Penanaman kesadaran multikultur dalam masyarakat mampu mencegah atau meminimalisir seseorang jatuh ke dalam fundamentalisme agama. Multikulturalisme juga menawarkan paradigma kebijakan yang sanggup memahami, menghargai dan mengakomodasi berbagai kepentingan dalam masyarakat, termasuk tuntutan dari kaum fundamentalisme agama. Suatu masyarakat yang berparadigma multikultur dan yang didukung oleh kebijakan multikultur akan memperkuat ketahanan sosial budaya, dan pada akhirnya juga memperkokoh ketahanan nasional secara keseluruhan, sehingga eksistensi bangsa dan negara dapat terjaga.

Multicultural and multiethnic condition of Indonesian society, particularly in religion, often result in complicated horizontal conflict. This plural condition of society is a challenge that has to be faced by Indonesian people. One of the concerning horizontal conflicts is the religious conflict that might manifest in internal conflict and interfaith conflict. Internal conflict that may lead into inter-communal religious conflict oftentime is caused by religious fundamentalism. Religious fundamentalism basically is divergence phenomenon in comprehension and standpoint regarding religious creed. Within this context, religious fundamentalism is a challenge, however, due to its bigot and violent element, this challenge turn into a threat for the society. Multiculturalism offers a solution to overcome this threat by establishing multicultural awareness into society and policies that acomodates various interests. This research aims at elucidating the stance of religious leader concerning multiculturalism in coping with religious fundamentalism and its implication to socio cultural resilience as a part of national resilience. The research is a qualitative descriptive research using field study method as data is collected through interview with religious leaders in Yogyakarta City. Data collected from interview are supported with various literatures as secondary information. Steps in analyzing data research are; data reduction, data classification, data interpretation and conclusion making. This study shows that: in the view of religious leader in Yogyakarta City, multiculturalism could stand as a solution for the emerging problem driven by religious fundamentalism. Establishing multicultural awareness into society may prevent and minimalize the chance of one being coped with religious fundamentalism. Multiculturalism also offers policy foundation that capable to understand, appreciate and accomodate various interests whitin society including the plea of religious fundamentalist. Society with multicultural foundation and supported by multicultural policy will strengthen the socio cultural resilience, and in turn will reinforce the national resilience in broader sense, hence the existence of the nation and the country will be preserved.

Kata Kunci : multikulturalisme, fundamentalisme agama, ketahanan sosial budaya, multiculturalism, religious fundamentalism, socio cultural resilience


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.