Laporkan Masalah

Peran optimisme, harapan, dan dukungan sosial keluarga terhadap kualitas hidup orang dengan epilepsi (ODE)

PRIMARDI, Aska, Prof. Dr. M. Noor Rochman Hadjam

2009 | Tesis | S2 Magister Psikologi

Bagi orang dengan gangguan kronis seperti epilepsi, di mana kesembuhan sulit dicapai dan pengobatan memakan waktu yang lama, kualitas hidup menjadi satu hal penting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan antara optimisme, harapan, dan dukungan sosial keluarga, dengan kualitas hidup Orang Dengan Epilepsi (ODE). Penelitian dilaksanakan di Poli Epilepsi Departemen Neurologi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta, sejak bulan Mei 2009 sampai juli 2009, dengan jumlah subyek 62 orang. Alat ukur yang digunakan adalah skala kualitas hidup ODE, skala optimisme, skala harapan, dan skala dukungan sosial keluarga. Setelah data kuantitatif terkumpul, wawancara dilakukan pada 5 subyek untuk melengkapi data yang terkumpul. Wawancara juga dilakukan di Semarang dan Yogyakarta, pada 4 subyek yang telah menjalani operasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat signifikan antara optimisme, harapan, dan dukungan sosial keluarga dengan kualitas hidup ODE (r = 0,436 ; p < 0,01). Hasil analisis korelasi parsial menunjukkan beberapa hal. Pertama, terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara optimisme dengan kualitas hidup ODE. (r = 0,323 ; p < 0,01). Kedua, terdapat hubungan positif yang signifikan antara harapan dengan kualitas hidup ODE (r = 0,275 ; p < 0,05), ketiga, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial keluarga dengan kualitas hidup ODE (r = 0,006 ; p > 0,05). Dari hasil wawancara ditemukan adanya dinamika pengaruh kesehatan fisik, psikis, dan sosial, terhadap kualitas hidup ODE. Kesimpulannya, terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara optimisme, harapan, dukungan sosial keluarga, dengan kualitas hidup ODE , dengan besar sumbangan efektif 19%.

Purpose : Persons with chronic disease such as epilepsy, where a cure is not attainable and therapy may be prolonged, quality of life (QoL) has come to be seen as an important health care outcome. The purpose of this study is to determine the interaction of optimism, hope, and family support as predictors of QoL in Epilepsy. Methods : People With Epilepsy (PWE) were recruited from Epileptic Clinic of Department of Neurology-Cipto Mangunkusumo Hospital, Jakarta. The 62 patients were taken as subject from May 2009 to July 2009. QoL in epilepsy, optimism, hope, and family support were diagnosed by using the QoL scale, optimism scale, hope scale, and family support scale. At the same time, optimism, hope, family support, dan QoL were explored using interviews with 5 patients at Epileptic Clinic, and also 4 PWE in Semarang and Yogyakarta. Results : Optimism, hope, and family support appeared to contribute most significantly to the QoL in epilepsy (r = 0,436 ; p < 0,01). As assessed by partial correlation analysis, there are positive relationship most significantly between optimism and QoL (r = 0,323 ; p < 0,01), positive relationship significantly between hope and QoL (r = 0,275 ; p < 0,05), and positive relationship insignificant between family support and QoL (r = 0,006 ; p > 0,05). The result of interview with 9 PWE, showing that QoL in epilepsy was obviously affected by physical health, psychological health, and social health. Conclusions : there is positive relationship most significantly between optimism, hope, family support, and quality of life in epilepsy.

Kata Kunci : Epilepsi,Kualitas hidup,Optimisme,Harapan,Dukungan sosial keluarga,Orang dengan epilepsi,epilepsy,quality of life, optimism,hope,family support,people with epilepsy


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.