Laporkan Masalah

Pemetaan paleo-morphology abad VIII di kompleks Candi Prambanan dengan menggunakan metode geolistrik

ASARI, Dr. Sismanto

2009 | Tesis | S2 Ilmu Fisika

Penelitian yang bertujuan untuk membuat pemodelan struktur lapisan bawah permukaan di daerah sekitar Kompleks Candi Prambanan dan memetakan permukaan tanah budaya pada abad VIII (th 856) (paleo-morphology) di sekitar Kompleks Candi Prambanan berdasarkan resistivitas batuannya telah dilakukan. Penelitian terdiri dari 31 titik sounding yang terbagi menjadi 6 lintasan. Setiap lintasan dibuat model struktur lapisan tanah di bawah permukaan. Model lapisan memperlihatkan pola yang cenderung tebal di bagian barat dan semakin menipis ke arah timur, dari model struktur lapisan tanah ini diperkirakan daerah bagian timur Sungai Opak lebih tinggi dibandingkan dengan bagian baratnya. Berdasarkan model struktur lapisan tanah di bawah permukaan ini diperoleh:a) 3 lapisan isoresistivitas kontinyu, yaitu: pada 50 < ρ ≤ 100 Ohm-m , 150 < ρ ≤ 200 Ohm-m dan ρ > 200 Ohm-m , b) 2 lapisan isoresistivitas tidak kontinyu, yaitu: 100 < ρ ≤ 150 Ohm-m dan 0 < ρ ≤ 50 Ohm-m. Model isoresistivitas ini menggambarkan Candi Prambanan yang terletak di sebelah timur Sungai Opak mempunyai kedalaman 2-4 m dan dibangun di atas tanah tinggian purba. Daerah dimana dibangunnya Kompleks Candi Prambanan merupakan tanah yang tinggi menyerupai sebuah bukit. Permukaan tanah budaya di daerah yang terletak di sebelah barat Sungai Opak mempunyai posisi kedalaman 4-8 m. Lapisan tanah dengan ρ > 200 Ohm-m diperkirakan sebagai paleo-morphology abad VIII di Kompleks Candi Prambanan dan sekitarnya.

Modelling of subsurface layer structure in Prambanan Temple Complex and mapping of culture land surface on the VIII century (856 years) (paleomorphology) in Prambanan Temple Complex based on resistivity of rock have been studied. This research consist of 31 sounding points which divided into 6 lines. Model of subsurface layer structure made at each line. This model have thick tends at the west part and to be thin to the east, from this model can be predicted that the east part of Opak River higher than the west part. Based on subsurface layer structure of earth, it could be obtained:a) Three continuous isoresistivity layers, at 50 < ρ ≤ 100 Ohm-m, 150 < ρ ≤ 200 Ohm-m and ρ > 200 Ohm-m, b) Two discontinuous isoresistivity layers, at 100 < ρ ≤ 150 Ohm-m and 0 < ρ ≤ 50 Ohm-m. The isoresistivities explain to us that Prambanan Temple which at the east of Opak Rivers have 2-4 m depht and built on the ancient high land. Area of Prambanan Temple Complex buildings is the high land which like a hill. Surface of ancient land at the west of Opak rivers is 4-8 m depht. The earth layer with ρ > 200 Ohm-m predicted as VIII century paleomorphology at Prambanan Temple Complex and around.

Kata Kunci : Paleo,morphology,Isoresistivitas,Candi Prambanan,Model tanah budaya,paleo-morphology, isoresistivity, Prambanan Temple, culture land model


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.