Laporkan Masalah

Interpretasi data anomali medan magnetik lokal untuk mengetahui sebaran mineralisasi batu besi di wilayah KecamatanTrumon Kabupaten Aceh Selatan Provinsi NAD

SAPUTRA, Hijrah, Dr. Wahyudi, M.S

2009 | Tesis | S2 Ilmu Fisika

Telah dilakukan penelitian geofisika dengan metode geomagnetik di Desa Gunung Kapur, Kecamatan Trumon, Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Nangroe Aceh Darussalam, yang secara geografis terletak pada 2o54’6” - 2o55’00” LU dan 97o36’39” - 97o35’12” BT. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pola penyebaran mineralisasi batu besi berdasarkan anomali geomagnetik. Pengolahan data geomagnetik yang dilakukan meliputi anomali medan magnet total, desimasi 100 meter, kemudian dilakukan pemisahan anomali lokal dengan regional, serta dilakukan kontinuasi ke atas pada ketinggian 540 meter. Interpretasi kualitatif dilakukan dengan menganalisis peta anomali lokal, sedangkan Interpretasi kuantitatif dilakukan dengan pemodelan 2 ½ -D pada sayatan peta anomali lokal menggunakan perangkat lunak Mag2DC for Windows. Diasumsikan nilai suseptibilitas mineralisasi batu besi 0,167–0,120 emu, satuan batuan beku 0,0079–0,0066 emu, dan satuan batuan gamping 0,0017–0,0022 emu. Hasil pemodelan didapatkan penyebaran mineralisasi batu besi tersebar di wilayah Seulekat dengan luas rata-rata 360.000 m2 dan ketebalan 300 meter.

Geophysics research has been conducted using the geomagnetic method took place in Gunung Kapur. Administratively, Gunung Kapur area is located in the subdistrict of Trumon, South Aceh Regency, Province of Nangroe Aceh Darusalam, located on N 2o54’6”- 2o55’00” and E 97o36’39”- 97o35’12”. This research was aimed to find out the pattern of iron oxide mineralization based on geomagnetic anomaly. Data processing geomagnetik anomalies include the total magnetic fields, desimasi 100 meters , then the separation is done with the local anomaly with regional anomaly, and made upward continuation to 540 meters in altitude . Qualitative interpretation is used by analyzing local anomaly map. Quantitative interpretation is used by 2.5 D modelling to local anomaly crossection with Mag2DC for windows software. Assumed susceptibility values that iron oxide mineralization has susceptibility values 0.167-0.120 emu, igneous rock (diorite) 0.0079-0.0066 emu, and limestones 0.0017-0.0022 emu. So from result of modeling got by Iron oxide mineralization spread in west Seulekat area broadly 360.000 m2 and thickness 300 meter.

Kata Kunci : Geomagnetik,Suseptibilitas,Batubesi, geomagnetic, susceptibility, iron oxide


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.